alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Pemkab Gresik Bentuk Tim Pengembangan Ekonomi di Wilayah Perbatasan

GRESIK – Pemkab Gresik berencana mengembangkan wilayah Gresik Selatan. Terutama wilayah yang berbatasan dengan Surabaya. Selain semakin padatnya kawasan tersebut, sektor perekonomian menjadi salah satu pertimbangan. Seperti Kecamatan Menganti, Driyorejo, dan Kedamean sudah semakin padat. Namun, akses jalan yang menghubungkan Gresik dengan Surabaya masih belum memadai. Hanya ada dua lajur di sana, baik di titik Menganti–Surabaya maupun Driyorejo–Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Achmad Wasil membenarkan bahwa ada wacana pengembangan wilayah Gresik Selatan itu, terutama untuk akses Gresik–Surabaya. Nah, saat ini Pemkab Gresik membentuk tim untuk rencana tersebut.

“Ini sedang penyusunan rute dan pengembangan, yakni fokus pelebaran jalan ini nanti rutenya menyasar mana saja,’’ ujarnya.

Disebutkan nantinya pelebaran itu dari sebelumnya hanya dua lajur menjadi empat lajur. Rencananya, pelebaran jalan tersebut sepanjang 11 kilometer.

“Nanti itu memanfaatkan tanah fasum milik pengembang. Sehingga kami gandeng para pengembang di sana,’’ imbuhnya.

Menurut Wasil, saat ini jalan di sana memang tergolong sempit. Itu menjadi penghambat tumbuhnya perekonomian di Gresik Selatan. Karena itu, salah satu upaya pelebaran jalan tersebut menjadi awal untuk pengembangan Gresik Selatan.

’’Ketika akses jalannya layak, ekonomi otomatis akan mengikuti,” katanya.

Apabila rencana tersebut terealisasi, Wasil mengaku akan mulai pengerjaan pada 2023.

Ditempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Achmad Hadi menyatakan, tim pengembangan Gresik Selatan masih melakukan proses sinkronisasi dengan berbagai stakeholder dan dokumen terkait. Hal itu disebabkan rencana tersebut melibatkan para pengembang, perusahaan, dan sejumlah OPD.

’’Dokumen seperti RTRW, RDTR, LP2B, dan site plan juga lagi disiapkan,’’ kata Hadi. (Fir)

GRESIK – Pemkab Gresik berencana mengembangkan wilayah Gresik Selatan. Terutama wilayah yang berbatasan dengan Surabaya. Selain semakin padatnya kawasan tersebut, sektor perekonomian menjadi salah satu pertimbangan. Seperti Kecamatan Menganti, Driyorejo, dan Kedamean sudah semakin padat. Namun, akses jalan yang menghubungkan Gresik dengan Surabaya masih belum memadai. Hanya ada dua lajur di sana, baik di titik Menganti–Surabaya maupun Driyorejo–Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik Achmad Wasil membenarkan bahwa ada wacana pengembangan wilayah Gresik Selatan itu, terutama untuk akses Gresik–Surabaya. Nah, saat ini Pemkab Gresik membentuk tim untuk rencana tersebut.

“Ini sedang penyusunan rute dan pengembangan, yakni fokus pelebaran jalan ini nanti rutenya menyasar mana saja,’’ ujarnya.

-

Disebutkan nantinya pelebaran itu dari sebelumnya hanya dua lajur menjadi empat lajur. Rencananya, pelebaran jalan tersebut sepanjang 11 kilometer.

“Nanti itu memanfaatkan tanah fasum milik pengembang. Sehingga kami gandeng para pengembang di sana,’’ imbuhnya.

Menurut Wasil, saat ini jalan di sana memang tergolong sempit. Itu menjadi penghambat tumbuhnya perekonomian di Gresik Selatan. Karena itu, salah satu upaya pelebaran jalan tersebut menjadi awal untuk pengembangan Gresik Selatan.

’’Ketika akses jalannya layak, ekonomi otomatis akan mengikuti,” katanya.

Apabila rencana tersebut terealisasi, Wasil mengaku akan mulai pengerjaan pada 2023.

Ditempat lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pemkab Gresik Achmad Hadi menyatakan, tim pengembangan Gresik Selatan masih melakukan proses sinkronisasi dengan berbagai stakeholder dan dokumen terkait. Hal itu disebabkan rencana tersebut melibatkan para pengembang, perusahaan, dan sejumlah OPD.

’’Dokumen seperti RTRW, RDTR, LP2B, dan site plan juga lagi disiapkan,’’ kata Hadi. (Fir)

Most Read

Berita Terbaru

/