alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Cegah Kebocoran, Dewan Bakal Awasi Parkir

GRESIK – Kebocoran pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum terus menjadi perhatian kalangan dewan. Pasalnya, tahun ini target yang ditetapkan cukup tinggi mencapai Rp 9 miliar. Jika kebocoran masih terjadi wakil rakyat pesimis bisa memenuhi target.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan baik juru parkir maupun petugas Dishub. Sehingga, pendapatan bisa maksimal. “Kami terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

Dikatakan, selalu mblesetnya pendapatan parkir memang salah satunya karena kobocoran. Hanya saja, pihaknya masih belum mengetahui pasti kebocoran terjadi dimana. “Ini yang terus kami pantau. Semoga bisa lebih baik lagi,” kata dia.

Menurut dia, target Rp 9 miliar yang ditetapkan memang bukan hal yang mudah. Terbukti, hingga triwulan pertama pendapatan sektor ini baru Rp 500 juta. “Angka ini jelas masih jauh dari yang diharapkan. Makanya kami akan terus mengawal semoga bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Ditambahkan, pengawasan juga akan dilakukan untuk retribusi uji kir. Sebab, setiap tahun sektor ini hanya menyumbang Rp 2 miliar. “Ke depan kami berharap pendapatan ini bisa ditingkatkan lagi. Agar PAD bisa maksimal,” imbuhnya. (rof)

GRESIK – Kebocoran pendapatan retribusi parkir tepi jalan umum terus menjadi perhatian kalangan dewan. Pasalnya, tahun ini target yang ditetapkan cukup tinggi mencapai Rp 9 miliar. Jika kebocoran masih terjadi wakil rakyat pesimis bisa memenuhi target.

Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan baik juru parkir maupun petugas Dishub. Sehingga, pendapatan bisa maksimal. “Kami terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

Dikatakan, selalu mblesetnya pendapatan parkir memang salah satunya karena kobocoran. Hanya saja, pihaknya masih belum mengetahui pasti kebocoran terjadi dimana. “Ini yang terus kami pantau. Semoga bisa lebih baik lagi,” kata dia.

-

Menurut dia, target Rp 9 miliar yang ditetapkan memang bukan hal yang mudah. Terbukti, hingga triwulan pertama pendapatan sektor ini baru Rp 500 juta. “Angka ini jelas masih jauh dari yang diharapkan. Makanya kami akan terus mengawal semoga bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Ditambahkan, pengawasan juga akan dilakukan untuk retribusi uji kir. Sebab, setiap tahun sektor ini hanya menyumbang Rp 2 miliar. “Ke depan kami berharap pendapatan ini bisa ditingkatkan lagi. Agar PAD bisa maksimal,” imbuhnya. (rof)

Most Read

Berita Terbaru

/