alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

QA Diduga Kampanye Pakai Mobdin, Tim Niat Laporkan ke Bawaslu

GRESIK – Mendapati fakta terkait mobil dinas yang ditukar mobil pribadi untuk keperluan kampanye calon bupati, Tim Advokasi Pasangan Niat (Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah) melayangkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Gresik). Ketua Harian Tim Advokasi Pasangan Niat, M Irfan Choirie menuding adanya salah satu mobil dinas aset Pemkab Gresik yang pernah dipakai salah satu cabup Gresik saat menjabat yang dibarter dengan mobil pribadi. Mobil pribadi itu kemudian digunakan kampanye. “Jadi, berdasarkan laporan yang masuk ke kami, ada mobdin jenis Toyota Innova dulu pernah dipakai wabup Moh Qosim dibarter dengan mobil Mitsubishi Pajero Sport milik salah satu kontraktor Dian Agung Wicaksono, yang beralamat di Singorejo RT 3 di Jalan Dr. Wahidin Kecamatan Kebomas. Nah, mobil Pajero itu sekarang digunakan cabup Qosim kampanye,” ungkap Irfan. Menurut Irfan, informasi ini didapat Tim Advokasi Niat berdasarkan laporan dari masyarakat. Laporan tersebut kemudian diinvestigasi kepada Agung, selaku pemilik mobil Pajero Sport. “Kami dapat keterangan dari Agung ini, kalau benar mobilnya Pajero dibarter dengan mobil dinas yang pernah dipakai Qosim saat menjabat wabup,” terang Irfan.

Dari hasil investigasinya kepada Agung, mobdin Toyota Innova warna hitam dengan plat merah nopol W-1438-AP yang merupakan aset (milik) Pemkab Gresik awalnya dipakai kedinasan oleh Asisten I, Hari Surjono (almarhum). Kemudian, mobdin itu digunakan oleh Wabup Moh. Qosim. Saat Qosim mencalonkan diri sebagai cabup, mobdin tersebut dibarter dengan mobil jenis Mitsubushi Pajero Sport nopol W 1685 DA warna hitam.

“Jadi, saat ini Qosim kampanye dengan mobil Pajero milik kontraktor Agung itu. Jadi, kami mempersoalkan mobdin milik pemkab yang dipakai oleh kontraktor Agung tersebut,” ujar Irfan. Ironisnya, mobdin tersebut saat ini plat nomornya diganti plat hitam palsu dengan nomor W 1554 QM. “Tindakan tersebut jelas melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Pasal 236 KUHP, pemalsuan. Makanya, kami laporkan ke Bupati Gresik, Kapolres, dan Kasatlantas agar ditindak,” ungkapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Moch Imron Rosyadi saat di konfirmasi mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya surat laporan dari tim advokasi Niat. ” Saya cek dulu mas ke sekretariat mas,kira- kira kapan laporan ya,” ujarnya, Minggu (25/10). Imron menambahkan usai saya cek di Sekretariat Bawaslu Gresik tidak ada laporan yang masuk dari Tim Advokasi Niat. ” Nggak ada laporan,” pungkasnya. (yud/han)

GRESIK – Mendapati fakta terkait mobil dinas yang ditukar mobil pribadi untuk keperluan kampanye calon bupati, Tim Advokasi Pasangan Niat (Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah) melayangkan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Gresik). Ketua Harian Tim Advokasi Pasangan Niat, M Irfan Choirie menuding adanya salah satu mobil dinas aset Pemkab Gresik yang pernah dipakai salah satu cabup Gresik saat menjabat yang dibarter dengan mobil pribadi. Mobil pribadi itu kemudian digunakan kampanye. “Jadi, berdasarkan laporan yang masuk ke kami, ada mobdin jenis Toyota Innova dulu pernah dipakai wabup Moh Qosim dibarter dengan mobil Mitsubishi Pajero Sport milik salah satu kontraktor Dian Agung Wicaksono, yang beralamat di Singorejo RT 3 di Jalan Dr. Wahidin Kecamatan Kebomas. Nah, mobil Pajero itu sekarang digunakan cabup Qosim kampanye,” ungkap Irfan. Menurut Irfan, informasi ini didapat Tim Advokasi Niat berdasarkan laporan dari masyarakat. Laporan tersebut kemudian diinvestigasi kepada Agung, selaku pemilik mobil Pajero Sport. “Kami dapat keterangan dari Agung ini, kalau benar mobilnya Pajero dibarter dengan mobil dinas yang pernah dipakai Qosim saat menjabat wabup,” terang Irfan.

Dari hasil investigasinya kepada Agung, mobdin Toyota Innova warna hitam dengan plat merah nopol W-1438-AP yang merupakan aset (milik) Pemkab Gresik awalnya dipakai kedinasan oleh Asisten I, Hari Surjono (almarhum). Kemudian, mobdin itu digunakan oleh Wabup Moh. Qosim. Saat Qosim mencalonkan diri sebagai cabup, mobdin tersebut dibarter dengan mobil jenis Mitsubushi Pajero Sport nopol W 1685 DA warna hitam.

“Jadi, saat ini Qosim kampanye dengan mobil Pajero milik kontraktor Agung itu. Jadi, kami mempersoalkan mobdin milik pemkab yang dipakai oleh kontraktor Agung tersebut,” ujar Irfan. Ironisnya, mobdin tersebut saat ini plat nomornya diganti plat hitam palsu dengan nomor W 1554 QM. “Tindakan tersebut jelas melanggar Undang-Undang Lalu Lintas Pasal 236 KUHP, pemalsuan. Makanya, kami laporkan ke Bupati Gresik, Kapolres, dan Kasatlantas agar ditindak,” ungkapnya.

-

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Moch Imron Rosyadi saat di konfirmasi mengatakan pihaknya belum mengetahui adanya surat laporan dari tim advokasi Niat. ” Saya cek dulu mas ke sekretariat mas,kira- kira kapan laporan ya,” ujarnya, Minggu (25/10). Imron menambahkan usai saya cek di Sekretariat Bawaslu Gresik tidak ada laporan yang masuk dari Tim Advokasi Niat. ” Nggak ada laporan,” pungkasnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/