alexametrics
30 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Triwulan III, BPHTB Gresik Masih Tercapai 72 Persen

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menggenjot pendapatan dalam masa pandemi. Salah satu sektor pendapatan yakni Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ditarget naik Rp 100 miliar menjadi Rp 400 miliar, dari target sebelumnya Rp 300 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Nuri Mardiana mengatakan, dari target 315 M pada akhir agustus 2021 lalu, tercapai 72.24  persen. “P-APBD 2021 kan belum di sahkan jadi masih  pakai target 2021,” ujar Nuri.

Sebelumnya, pada Perubahan APBD 2021, DPRD Kabupaten Gresik menaikan target pendapatan BPHTB sebesar Rp 100 miliar. Dari sebelumnya sekitar Rp 300 miliar menjadi Rp 400 miliar. Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir membenarkan hal tersebut.  “Pembahasan P-APBD memang BPHTB dinaikkan” ujarnya.

Kenaikan yang cukup besar tersebut karena ada potensi dibeberapa lokasi yang sudah dibebaskan oleh investor. Selain itu, beberapa yang sempat berhenti karena pandemi kini mulai diproses kembali.  “Ada potensi yang masih bisa digali. Makanya kami optimis bisa tercapai,” ungkap Qodir.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan memang ada sejumlah potensi yang dibidik untuk meningkatkan target BPHTB. “Misalnya setelah peraturan presiden (perpres) kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE turun ada potensi masukkan pendapatan dari freeport melalui sewa beli,” ungkap Eka.

Selain itu, juga ada potensi lain yang memungkinkan untuk kenaikan pendapatan BPHTB. Ada perusahaan yang mengajukan HPL dan ada juga peralihan lahan.  “Pemkab Gresik akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa merealisasikam target yang diberikan kepada kami,” tandasnya. (fir/han)


GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus menggenjot pendapatan dalam masa pandemi. Salah satu sektor pendapatan yakni Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ditarget naik Rp 100 miliar menjadi Rp 400 miliar, dari target sebelumnya Rp 300 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Nuri Mardiana mengatakan, dari target 315 M pada akhir agustus 2021 lalu, tercapai 72.24  persen. “P-APBD 2021 kan belum di sahkan jadi masih  pakai target 2021,” ujar Nuri.

Sebelumnya, pada Perubahan APBD 2021, DPRD Kabupaten Gresik menaikan target pendapatan BPHTB sebesar Rp 100 miliar. Dari sebelumnya sekitar Rp 300 miliar menjadi Rp 400 miliar. Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir membenarkan hal tersebut.  “Pembahasan P-APBD memang BPHTB dinaikkan” ujarnya.

-

Kenaikan yang cukup besar tersebut karena ada potensi dibeberapa lokasi yang sudah dibebaskan oleh investor. Selain itu, beberapa yang sempat berhenti karena pandemi kini mulai diproses kembali.  “Ada potensi yang masih bisa digali. Makanya kami optimis bisa tercapai,” ungkap Qodir.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Anggaran Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik Herawan Eka Kusuma mengatakan memang ada sejumlah potensi yang dibidik untuk meningkatkan target BPHTB. “Misalnya setelah peraturan presiden (perpres) kawasan ekonomi khusus (KEK) JIIPE turun ada potensi masukkan pendapatan dari freeport melalui sewa beli,” ungkap Eka.

Selain itu, juga ada potensi lain yang memungkinkan untuk kenaikan pendapatan BPHTB. Ada perusahaan yang mengajukan HPL dan ada juga peralihan lahan.  “Pemkab Gresik akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa merealisasikam target yang diberikan kepada kami,” tandasnya. (fir/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru