alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Butuh Akses Frontage Timur, Pesimis Underpass Selesai Tahun Ini

GRESIK – Pembangunan Underpass Jalan Wahidin menelan anggaran cukup fantastis. Bagaimana tidak, hanya untuk sarana penunjang, Pada tahun 2021 pemerintah harus mengeluarkan anggaran hingga Rp 3,9 miliar. Namun, ini belum selesai. Agar bisa dilintasi pemerintah masih harus menyelesaikan pembangunan jalan frontage timur underpass.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi membenarkan hal tersebut. Tahun ini untuk memasang pagar atas dan pembangunan plengsengan PU minta Rp 3,9 miliar. “Awalnya disiapkan anggaran Rp 5 miliar. Tapi tidak tahu kontraktornya berani menawar jadi Rp 3,9 miliar. Artinya ada anggaran lebih Rp 1,1 miliar,” katanya.

Menurut dia, setelah pembangunan sarana tersebut selesai dipastikan underpass tetap belum bisa dilintasi. Karena jalan sisi timur belum dilakukan pembangunan. “Ya pasti belum bisa. Hanya saja nanti Jalan Wahidin bisa dibuka. Karena longsor sudah teratasi,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait pembangunan jalan frontage sisi timur sendiri masih harus menunggu pembebasan lahan terlebih dahulu. Pihaknya tidak bisa memastikan apakah bisa tuntas. “Kami belum tahu, nanti akan kami lakukan koordinasi dengan Dinas PU,” katanya.

Dijelaskan, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan persoalan longsor. Sehingga pengendarq tidak harus memutar untuk melintasi Jalan Wahidin. “Ini sudah hampir satu tahun jalan ditutup. Kami minta segera dilakukan pembukaan jalan,” ujarnya.

Sebagai catatan, pembangunan Jalan Underpass sudah dilakukan DPU selama dua tahap dengan anggaran Rp 8,1 miliar. Pada tahap pertama 2020, pembangunan menghabiskan anggaran Rp 4,2 miliar. Kemudian pada tahap kedua 2021, DPU kembaki merogoh kocek sebesar Rp 3,9 miliar. Ini belum termasuk anggaran untuk pembebasan lahan. (rof/han)

GRESIK – Pembangunan Underpass Jalan Wahidin menelan anggaran cukup fantastis. Bagaimana tidak, hanya untuk sarana penunjang, Pada tahun 2021 pemerintah harus mengeluarkan anggaran hingga Rp 3,9 miliar. Namun, ini belum selesai. Agar bisa dilintasi pemerintah masih harus menyelesaikan pembangunan jalan frontage timur underpass.

Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi membenarkan hal tersebut. Tahun ini untuk memasang pagar atas dan pembangunan plengsengan PU minta Rp 3,9 miliar. “Awalnya disiapkan anggaran Rp 5 miliar. Tapi tidak tahu kontraktornya berani menawar jadi Rp 3,9 miliar. Artinya ada anggaran lebih Rp 1,1 miliar,” katanya.

Menurut dia, setelah pembangunan sarana tersebut selesai dipastikan underpass tetap belum bisa dilintasi. Karena jalan sisi timur belum dilakukan pembangunan. “Ya pasti belum bisa. Hanya saja nanti Jalan Wahidin bisa dibuka. Karena longsor sudah teratasi,” ungkapnya.

-

Sementara itu, terkait pembangunan jalan frontage sisi timur sendiri masih harus menunggu pembebasan lahan terlebih dahulu. Pihaknya tidak bisa memastikan apakah bisa tuntas. “Kami belum tahu, nanti akan kami lakukan koordinasi dengan Dinas PU,” katanya.

Dijelaskan, yang terpenting saat ini adalah menyelesaikan persoalan longsor. Sehingga pengendarq tidak harus memutar untuk melintasi Jalan Wahidin. “Ini sudah hampir satu tahun jalan ditutup. Kami minta segera dilakukan pembukaan jalan,” ujarnya.

Sebagai catatan, pembangunan Jalan Underpass sudah dilakukan DPU selama dua tahap dengan anggaran Rp 8,1 miliar. Pada tahap pertama 2020, pembangunan menghabiskan anggaran Rp 4,2 miliar. Kemudian pada tahap kedua 2021, DPU kembaki merogoh kocek sebesar Rp 3,9 miliar. Ini belum termasuk anggaran untuk pembebasan lahan. (rof/han)

Most Read

Berita Terbaru

/