alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

QA Dapat Nomor Satu, Niat Nomor Dua

GRESIK –Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Gresik menggelar rapat pleno terbuka pengambilan nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan kepala daerah tahun 2020.

Kegiatan pengambilan nomor urut kali ini dilakukan dengan penerapan protokol ketat. Sesuai Peraturan KPU (PKPU) baru 13/2020 sebagai pengganti PKPU 6/2020, pihak yang boleh menghadiri kegiatan pengambilan nomor hanya pasangan calon, dua orang anggota Bawaslu, satu penghubung pasangan calon dan lima orang komisioner KPUD Gresik.

Sebelum mengambil nomor urut, para paslon terlebih dahulu harus mengambil nomor pengambilan nomor urut dengan cara memutar papan roda. Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) mendapat kesempatan memutar pertama karena datang lebih dahulu. Kemudian dilanjutkan Moh Qosim-dr Asluchul Alif (QA).

Pada kesempatan pertama memutar papan roda, kedua pasangan sama-sama mendapatkan nomor satu. Sehingga, dilakukan pemutaran papan roda putar kesempatan kedua. Pada kesempatan ini, pasangan Niat mendapat nomor 10 sedangkan pasangan QA mendapat nomor 6.

Dengan hasil ini, maka pasangan QA mendapatkan kesempatan mengambil nomor urut pertama karena angkanya lebih kecil. Dan dilanjutkan pasangan Niat. Hasilnya, Pasangan QA mendapatkan nomor urut satu dan pasangan QA mendapatkan nomor urut dua.

Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni mengatakan proses pengambilan nomor urut sesuai dengan Keputusan KPU nomor 394. Dan hasilnya, QA mendapatkan nomor urut satu dan Niat nomor dua. “Alhamdulillah proses pengambilan nomor urut berjalan lancar,” ujarnya.

Dikatakan, nomor urut ini penting bagi KPU dan bagi calon. Untuk KPU nomor ini digunakan untuk mencetak surat suara dan pemenuhan logistic pemilu. Sedangkan bagi paslon digunakan untuk media untuk kampanye.

Sementara itu, Cabup QA Moh Qosim mengatakan pihaknya mensyukuri nomor yang didapat. Sebab, berapapun nomornya semua sudah ketentuan dari Allah SWT. “Semoga nomor satu membawa keberuntunga.  Terkait jargon kami belum ada, nomor satu menurut saya nomor yang baik,”  ungkapnya.

Terpisah, Cabup Niat Fandi Akhmad Yani mengatakan tentunya nomor dua sangat baik. Berapapun nomornya menurut dia baik. Yang penting, pelaksanaan pilkada harus berjalan dengan baik. “Nomor dua merupakan pertanda baik. Salam dua jari jangan lupa pilih Gus Yani. Itu jargon kami,” imbuhnya. (yud/rof)

GRESIK –Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Gresik menggelar rapat pleno terbuka pengambilan nomor urut pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati pada pemilihan kepala daerah tahun 2020.

Kegiatan pengambilan nomor urut kali ini dilakukan dengan penerapan protokol ketat. Sesuai Peraturan KPU (PKPU) baru 13/2020 sebagai pengganti PKPU 6/2020, pihak yang boleh menghadiri kegiatan pengambilan nomor hanya pasangan calon, dua orang anggota Bawaslu, satu penghubung pasangan calon dan lima orang komisioner KPUD Gresik.

Sebelum mengambil nomor urut, para paslon terlebih dahulu harus mengambil nomor pengambilan nomor urut dengan cara memutar papan roda. Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah (Niat) mendapat kesempatan memutar pertama karena datang lebih dahulu. Kemudian dilanjutkan Moh Qosim-dr Asluchul Alif (QA).

-

Pada kesempatan pertama memutar papan roda, kedua pasangan sama-sama mendapatkan nomor satu. Sehingga, dilakukan pemutaran papan roda putar kesempatan kedua. Pada kesempatan ini, pasangan Niat mendapat nomor 10 sedangkan pasangan QA mendapat nomor 6.

Dengan hasil ini, maka pasangan QA mendapatkan kesempatan mengambil nomor urut pertama karena angkanya lebih kecil. Dan dilanjutkan pasangan Niat. Hasilnya, Pasangan QA mendapatkan nomor urut satu dan pasangan QA mendapatkan nomor urut dua.

Ketua KPUD Gresik Akhmad Roni mengatakan proses pengambilan nomor urut sesuai dengan Keputusan KPU nomor 394. Dan hasilnya, QA mendapatkan nomor urut satu dan Niat nomor dua. “Alhamdulillah proses pengambilan nomor urut berjalan lancar,” ujarnya.

Dikatakan, nomor urut ini penting bagi KPU dan bagi calon. Untuk KPU nomor ini digunakan untuk mencetak surat suara dan pemenuhan logistic pemilu. Sedangkan bagi paslon digunakan untuk media untuk kampanye.

Sementara itu, Cabup QA Moh Qosim mengatakan pihaknya mensyukuri nomor yang didapat. Sebab, berapapun nomornya semua sudah ketentuan dari Allah SWT. “Semoga nomor satu membawa keberuntunga.  Terkait jargon kami belum ada, nomor satu menurut saya nomor yang baik,”  ungkapnya.

Terpisah, Cabup Niat Fandi Akhmad Yani mengatakan tentunya nomor dua sangat baik. Berapapun nomornya menurut dia baik. Yang penting, pelaksanaan pilkada harus berjalan dengan baik. “Nomor dua merupakan pertanda baik. Salam dua jari jangan lupa pilih Gus Yani. Itu jargon kami,” imbuhnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/