alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Minim Inovasi, Bu Min Minta Disperpusip Gresik Beri Akses Digital

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyindir tata kelola dinas perpustakaan dan kearsipan (disperpussip) yang selama ini dinilai kurang inovatif. Oleh sebab itu, Aminatun meminta agar Disperpussip melakukan inovasi dalam memajukan perpustakaan. “Perlu inovasi-inovasi yang baru di perpustakaan untuk diberikan kepada masyarakat,” tegas Wabup Aminatun, kemarin.

Dia mencontohkan Perpustakaan Nasional RI yang telah membuat sebuah aplikasi bernama IPusnas. Pada aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengakses buku-buku yang dimiliki Perpustakaan Nasional secara digital.

“Seperti itu yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa ketika mereka tidak bisa pergi ke perpustakaan, maka masyarakat bisa mengakses secara online,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, wabup menyampaikan pentingnya budaya literasi dalam membentuk masa depan anak. Menurutnya, membaca buku dapat membentuk, bahkan mewujudkan cita-cita. “Jadi betapa pentingnya literasi ini, maka harus kita gembor-gemborkan pada masyarakat. Apalagi saat ini anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain medsos dan game pada gawai masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, Aminatun menyebut jika Disperpusip juga memiliki tugas untuk memotivasi masyarakat agar mau dan suka membaca. Untuk mendukung itu, Pemkab Greik telah menyiapkan dua program sebagai upaya memperkaya literasi masyarakat Kabupaten Gresik. Pertama, pengenalan sejarah lokal Gresik pada seluruh siswa. Kedua program kurasi buku-buku lama karangan penulis lokal Kabupaten Gresik.

“Semakin banyak yang gemar membaca tentu akan mengangkat kualitas SDM masyarakat,” pungkasnya. (fir/han)

GRESIK – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menyindir tata kelola dinas perpustakaan dan kearsipan (disperpussip) yang selama ini dinilai kurang inovatif. Oleh sebab itu, Aminatun meminta agar Disperpussip melakukan inovasi dalam memajukan perpustakaan. “Perlu inovasi-inovasi yang baru di perpustakaan untuk diberikan kepada masyarakat,” tegas Wabup Aminatun, kemarin.

Dia mencontohkan Perpustakaan Nasional RI yang telah membuat sebuah aplikasi bernama IPusnas. Pada aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengakses buku-buku yang dimiliki Perpustakaan Nasional secara digital.

“Seperti itu yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, bahwa ketika mereka tidak bisa pergi ke perpustakaan, maka masyarakat bisa mengakses secara online,” jelasnya.

-

Dalam kesempatan ini, wabup menyampaikan pentingnya budaya literasi dalam membentuk masa depan anak. Menurutnya, membaca buku dapat membentuk, bahkan mewujudkan cita-cita. “Jadi betapa pentingnya literasi ini, maka harus kita gembor-gemborkan pada masyarakat. Apalagi saat ini anak-anak kita lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain medsos dan game pada gawai masing-masing,” ungkapnya.

Selain itu, Aminatun menyebut jika Disperpusip juga memiliki tugas untuk memotivasi masyarakat agar mau dan suka membaca. Untuk mendukung itu, Pemkab Greik telah menyiapkan dua program sebagai upaya memperkaya literasi masyarakat Kabupaten Gresik. Pertama, pengenalan sejarah lokal Gresik pada seluruh siswa. Kedua program kurasi buku-buku lama karangan penulis lokal Kabupaten Gresik.

“Semakin banyak yang gemar membaca tentu akan mengangkat kualitas SDM masyarakat,” pungkasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/