alexametrics
29 C
Gresik
Saturday, 4 December 2021

Pasca Banjir Kali Lamong, Gus Yani Perbaiki Jalan Desa Cermenlerek

GRESIK – Desa Cermenlerek di Kecamatan Kedamean menjadi salah satu desa yang paling terdampak oleh luapan Kali Lamong setiap musim hujan tiba. Sejumlah akses desa dilaporkan rusak, hingga mengganggu mobilitas warga. Bahkan, banjir akibat luapan Kali Lamong membuat 409 rumah yang terbagi lada 4 dusun tersebut tenggelam.

Rata-rata air merendam Dusun Cermen, Medeo, Gorean Lor, dan Gorean Kidul hingga ketinggian 1-3 meter. Mendengar kabar tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran dan pejabat Forkopimda Gresik lainnya datang ke Desa Cermenlerek untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang rusak akibat genangan banjir.

Seusai melihat kondisi jalan, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera mendatangkan alat berat guna melakukan perbaikan jalan. “Alhamdulillah hari ini jalan desa yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki. Semua ini berkat sinergitas antara pemkab dan perusahaan sekitar yang turut bersama-sama memperbaiki jalan,” kata Bupati Yani

Di tempat yang sama, Kades Cermenlerek, Suhadi bersyukur atas cepatnya respon perbaikan akses Desa Cemenlerek. Dengan begitu warganya bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari. “Saat belum diperbaiki, warga di Dusun Mendeo praktis tidak bisa beraktivitas. Mereka kesulitan saat membawa gabah atau membeli kayu untuk kandang. Karena itu, meski perbaikan jalan masih bersifat darurat namun kami sangat berterima kasih kepada Bupati yang sudah memperbaiki sehingga warga sudah memulai kembali aktivitasnya,” kata Suhadi.

Lebih lanjut, dia menuturkan luapan juga menenggelamkan area persawahan yang menjadi mata pencaharian utama warga desa setempat. Maklum, hampir 95 persen warga Desa Cermenlerek berprofesi sebagai petani. “Jalan lingkungan, tiga masjid di tiga dusun juga terendam,” imbuhnya.

Jalan poros desa yang menghubungkan Dusun Medeo dengan dusun lain mengalami kerusakan yang paling parah. Akibatnya mobilitas warga di dusun tersebut terganggu karena kondisi jalan yang becek dan penuh lumpur. “Kerusakannya lumayan parah, bahkan sebagian jalan hilang karena banjir. Warga jadi kesulitan saat melewatinya. Alhamdulillah sekarang sudah diuruk oleh Pemkab,” tandasnya. (fir/han)


GRESIK – Desa Cermenlerek di Kecamatan Kedamean menjadi salah satu desa yang paling terdampak oleh luapan Kali Lamong setiap musim hujan tiba. Sejumlah akses desa dilaporkan rusak, hingga mengganggu mobilitas warga. Bahkan, banjir akibat luapan Kali Lamong membuat 409 rumah yang terbagi lada 4 dusun tersebut tenggelam.

Rata-rata air merendam Dusun Cermen, Medeo, Gorean Lor, dan Gorean Kidul hingga ketinggian 1-3 meter. Mendengar kabar tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran dan pejabat Forkopimda Gresik lainnya datang ke Desa Cermenlerek untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang rusak akibat genangan banjir.

Seusai melihat kondisi jalan, Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera mendatangkan alat berat guna melakukan perbaikan jalan. “Alhamdulillah hari ini jalan desa yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki. Semua ini berkat sinergitas antara pemkab dan perusahaan sekitar yang turut bersama-sama memperbaiki jalan,” kata Bupati Yani

-

Di tempat yang sama, Kades Cermenlerek, Suhadi bersyukur atas cepatnya respon perbaikan akses Desa Cemenlerek. Dengan begitu warganya bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari. “Saat belum diperbaiki, warga di Dusun Mendeo praktis tidak bisa beraktivitas. Mereka kesulitan saat membawa gabah atau membeli kayu untuk kandang. Karena itu, meski perbaikan jalan masih bersifat darurat namun kami sangat berterima kasih kepada Bupati yang sudah memperbaiki sehingga warga sudah memulai kembali aktivitasnya,” kata Suhadi.

Lebih lanjut, dia menuturkan luapan juga menenggelamkan area persawahan yang menjadi mata pencaharian utama warga desa setempat. Maklum, hampir 95 persen warga Desa Cermenlerek berprofesi sebagai petani. “Jalan lingkungan, tiga masjid di tiga dusun juga terendam,” imbuhnya.

Jalan poros desa yang menghubungkan Dusun Medeo dengan dusun lain mengalami kerusakan yang paling parah. Akibatnya mobilitas warga di dusun tersebut terganggu karena kondisi jalan yang becek dan penuh lumpur. “Kerusakannya lumayan parah, bahkan sebagian jalan hilang karena banjir. Warga jadi kesulitan saat melewatinya. Alhamdulillah sekarang sudah diuruk oleh Pemkab,” tandasnya. (fir/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru