alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Sapa Pendukung, Niat Gowes Keliling Desa

GRESIK – Pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminantun Habibah (Niat) terus melanjutkan kegiatan kampanye. Kemarin, calon bupati (cabup) Niat Fandi Akhmad Yani menggelar kampanye di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu. Mantan Ketua DPRD Gresik ini menggelar kampanye dengan gowes keliling desa untuk menyapa pendukungnya.

“Dengan berkeliling kampung seperti ini kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya di Kabupaten Gresik. Selain menyapa warga, kami juga bertamu ke tokoh masyarakat untuk mengharap doa restu dan dukungan,” ujar Gus Yani.

Selain melakukan gowes keliling kampung, Gus Yani sapaan akrabnya juga menyempatkan diri mendatangi sentra krupuk di Desa Sedagaran, Kecamatan Sidayu, Gresik. Ketika bertemu pelaku UMKM kerupuk, Gus Yani mendapat keluhan tentang sulitnya pengurusan ijin usaha.

Bahkan, pengusaha bernama Ali Aminin mengaku terpaksa membatalkan pengiriman kerupuk ke Belanda lantaran terhambat urusan perijinan. Ditambah lagi, tidak adanya pendampingan dari pemerintah terharap pelaku kerupuk desa setempat.

“Pengusaha kerupuk di sini mayoritas memakai modal sendiri. Belum lagi pengurusan ijin usahanya ribet dan tidak dikasih pendampingan. Tentunya hal ini berpengaruh pada pemasaran produk,” ucap Ali.

Menanggapi hal itu, Gus Yani mengatakan bila Paslon Niat sudah mempunyai program yang menjadi solusi. Termasuk seluruh pelayanan akan dipermudah, begitu pula mengenai perijinan pelaku usaha UMKM.

“Semuanya urusan pelayanan dan ijin selesai di tingkat kecamatan. Sehingha pelaku UMKM yang ingin mengurus ijin tidak perlu jauh-jauh ke Gresik kota,” ungkap Gus Yani.

Dia lalu membeberkan tentang programnya yang diberi nama Gresik Makarya (Gresik Mandiri Berkarya). Pada program ini ada tambahan modal bagi pelaku usaha UMKM. Sekaligus pendampingan untuk pengembangan usaha sehingga produk lokal dikenal diseluruh wilayah Indonesia.

“Kami tahu produk krupuk ini banyak diambil oleh pelanggan wilayah lain di Indonesia. Disana mereka tinggal menempelkan brand. Sedangkan produknya asli buatan warga Gresik,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani-Aminantun Habibah (Niat) terus melanjutkan kegiatan kampanye. Kemarin, calon bupati (cabup) Niat Fandi Akhmad Yani menggelar kampanye di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu. Mantan Ketua DPRD Gresik ini menggelar kampanye dengan gowes keliling desa untuk menyapa pendukungnya.

“Dengan berkeliling kampung seperti ini kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya di Kabupaten Gresik. Selain menyapa warga, kami juga bertamu ke tokoh masyarakat untuk mengharap doa restu dan dukungan,” ujar Gus Yani.

Selain melakukan gowes keliling kampung, Gus Yani sapaan akrabnya juga menyempatkan diri mendatangi sentra krupuk di Desa Sedagaran, Kecamatan Sidayu, Gresik. Ketika bertemu pelaku UMKM kerupuk, Gus Yani mendapat keluhan tentang sulitnya pengurusan ijin usaha.

-

Bahkan, pengusaha bernama Ali Aminin mengaku terpaksa membatalkan pengiriman kerupuk ke Belanda lantaran terhambat urusan perijinan. Ditambah lagi, tidak adanya pendampingan dari pemerintah terharap pelaku kerupuk desa setempat.

“Pengusaha kerupuk di sini mayoritas memakai modal sendiri. Belum lagi pengurusan ijin usahanya ribet dan tidak dikasih pendampingan. Tentunya hal ini berpengaruh pada pemasaran produk,” ucap Ali.

Menanggapi hal itu, Gus Yani mengatakan bila Paslon Niat sudah mempunyai program yang menjadi solusi. Termasuk seluruh pelayanan akan dipermudah, begitu pula mengenai perijinan pelaku usaha UMKM.

“Semuanya urusan pelayanan dan ijin selesai di tingkat kecamatan. Sehingha pelaku UMKM yang ingin mengurus ijin tidak perlu jauh-jauh ke Gresik kota,” ungkap Gus Yani.

Dia lalu membeberkan tentang programnya yang diberi nama Gresik Makarya (Gresik Mandiri Berkarya). Pada program ini ada tambahan modal bagi pelaku usaha UMKM. Sekaligus pendampingan untuk pengembangan usaha sehingga produk lokal dikenal diseluruh wilayah Indonesia.

“Kami tahu produk krupuk ini banyak diambil oleh pelanggan wilayah lain di Indonesia. Disana mereka tinggal menempelkan brand. Sedangkan produknya asli buatan warga Gresik,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/