alexametrics
23 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

DPRD Tuding Finishing Proyek Underpass Ngawur

GRESIK –  Proyek pembangunan underpass atau terowongan  yang memotong jalan  Dr Wahidin Sudirohusodo tahap I telah selesai. Kendati demikian, sorotan tajam datang dari Komisi III DPRD Gresik. Sebab, paket pekerjaanya yakni pengerjaan trotoar dituding asal-asalan. Selain pasangan paving untuk trotoar tak diisi nat, juga menggunakan paving stone bekas.

“Ini paving stone bekas yang dipasang ulang dengan posisi terbalik. Apalagi tak diisi nat untuk penguat pasangan paving.  Makanya, pasangan paving jadi renggang dan gampang lepas,”ujar Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi dalam sidak, Senin (18/01) kemarin.

Seharusnya, sambung politisi PKB ini, paving stone untuk trotoar dalam kondisi baru. Pemasangannya harus rapi dengan dipasang nat di sela-selanya. Selain itu, bentuk paving stone disesuaikan dengan trotoar yang ada disebelahnya. “Coba bandingkan dengan paving yang terpasang di totoar lama. Masih bagus trotoar lama. Keterlaluan. Ini paving bekas diambilkan dari mana?,”tanyanya.

Kendati tahap I sudah selesai, tetapi underpass belum bisa dimanfaatkan. Pembangunan tembok penahan tebing atau sayang dari underpass belum dibangun. Sehingga, masih rawan terjadi longsor. Dalam pantauan, tebing ditutupi terpal untuk menghindari terpaan hujan agar tak longsor. “Makanya, pada 2021 ini, ada pengajuan anggaran lagi  senilaiRp 5 miliar. Kegunaannya untuk ornamen dan pendukungnya,”imbuh dia.

Menurut Hamdi, sebenarnya jalan  Dr Wahidin Sudirohusodo yang sudah dikembalikan ke bentuk semula setelah pekerjaaan underpass tahap I selesai, sudah bisa difungsikan seperti sediakala.

“Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo merupakan jalan nasional, maka harus mendapatkan persetujuan setelah uji kelayakan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Kalau konstusinya  sudah bagus,”tandas dia.

Sorotan proyek underpass juga datang dari Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa. Menurutnya,  ada sesuatu yang janggal dalam proyek tersebut. “Seharusnya per tanggal 15 Desember 2020 lalu, proyek ini sudah selesai dan sudah dibuka kembali. Kenyatataannya, sampai saat ini jalan masih belum dibuka,”ujar dia. Bahkan, dia memantau progress pembangunan proyek tersebut yang diindikasikan ada kongkalikong antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik dengan kontraktor.

“Besar kemungkinan pengerjaan proyek ini telat atau terlambat dari jadwal sesuai kontrak. Hasil recheck kita per tanggal 28-29 Desember 2020 lalu, masih digarap dengan melakukan pengecoran oleh kontraktor,”tegas dia. Pekerjaan proyek underpass tahap I sudah selesai, sambung Musa, maka DPU TR diminta  segera membuka kembali jalan akses tersebut meskipun untuk pengfusngsian underpass belum bisa dilaksanakan karena menunggu selesainya proyek tahap II.   “Kami minta PU segera buka kembali jalan akses Nasional ini secepatnya,” tegasnya.

 

Proyek underpass dengan ketinggian  terowongan 4,7 meter dan lebar 7,2 meter. Selain itu, lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter. (fir/han)

GRESIK –  Proyek pembangunan underpass atau terowongan  yang memotong jalan  Dr Wahidin Sudirohusodo tahap I telah selesai. Kendati demikian, sorotan tajam datang dari Komisi III DPRD Gresik. Sebab, paket pekerjaanya yakni pengerjaan trotoar dituding asal-asalan. Selain pasangan paving untuk trotoar tak diisi nat, juga menggunakan paving stone bekas.

“Ini paving stone bekas yang dipasang ulang dengan posisi terbalik. Apalagi tak diisi nat untuk penguat pasangan paving.  Makanya, pasangan paving jadi renggang dan gampang lepas,”ujar Sekretaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi dalam sidak, Senin (18/01) kemarin.

Seharusnya, sambung politisi PKB ini, paving stone untuk trotoar dalam kondisi baru. Pemasangannya harus rapi dengan dipasang nat di sela-selanya. Selain itu, bentuk paving stone disesuaikan dengan trotoar yang ada disebelahnya. “Coba bandingkan dengan paving yang terpasang di totoar lama. Masih bagus trotoar lama. Keterlaluan. Ini paving bekas diambilkan dari mana?,”tanyanya.

-

Kendati tahap I sudah selesai, tetapi underpass belum bisa dimanfaatkan. Pembangunan tembok penahan tebing atau sayang dari underpass belum dibangun. Sehingga, masih rawan terjadi longsor. Dalam pantauan, tebing ditutupi terpal untuk menghindari terpaan hujan agar tak longsor. “Makanya, pada 2021 ini, ada pengajuan anggaran lagi  senilaiRp 5 miliar. Kegunaannya untuk ornamen dan pendukungnya,”imbuh dia.

Menurut Hamdi, sebenarnya jalan  Dr Wahidin Sudirohusodo yang sudah dikembalikan ke bentuk semula setelah pekerjaaan underpass tahap I selesai, sudah bisa difungsikan seperti sediakala.

“Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo merupakan jalan nasional, maka harus mendapatkan persetujuan setelah uji kelayakan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Kalau konstusinya  sudah bagus,”tandas dia.

Sorotan proyek underpass juga datang dari Ketua Fraksi Nasdem DPRD Gresik, Musa. Menurutnya,  ada sesuatu yang janggal dalam proyek tersebut. “Seharusnya per tanggal 15 Desember 2020 lalu, proyek ini sudah selesai dan sudah dibuka kembali. Kenyatataannya, sampai saat ini jalan masih belum dibuka,”ujar dia. Bahkan, dia memantau progress pembangunan proyek tersebut yang diindikasikan ada kongkalikong antara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik dengan kontraktor.

“Besar kemungkinan pengerjaan proyek ini telat atau terlambat dari jadwal sesuai kontrak. Hasil recheck kita per tanggal 28-29 Desember 2020 lalu, masih digarap dengan melakukan pengecoran oleh kontraktor,”tegas dia. Pekerjaan proyek underpass tahap I sudah selesai, sambung Musa, maka DPU TR diminta  segera membuka kembali jalan akses tersebut meskipun untuk pengfusngsian underpass belum bisa dilaksanakan karena menunggu selesainya proyek tahap II.   “Kami minta PU segera buka kembali jalan akses Nasional ini secepatnya,” tegasnya.

 

Proyek underpass dengan ketinggian  terowongan 4,7 meter dan lebar 7,2 meter. Selain itu, lebar jalan 5,9 meter ditambah trotoar 1,5 meter. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/