28.9 C
Gresik
Monday, 29 May 2023

QA Blusukan di Perkampungan Kenalkan 10 Program Kartu Bangkit

GRESIK—Bila ingin benar-benar memahami suasana kebatinan rakyatnya, seorang pemimpin tak cukup duduk manis sambil menerima laporan. Untuk itu, pasangan calon bupati-wakil bupati M Qosim dan Asluchul Alif (QA) langsung blusukan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Gresik pada Selasa (17/11).

Dimulai dari Kelurahan Karangturi, baru beberapa meter berjalan, warga semburat menyambut kedatangan Qosim. Pemilik kedai, pedagang pentol dan jajanan, tokoh masyarakat pun menyampaikan unek-uneknya.

“Disini kami sedang berusaha meluaskan musholla, karena warga yang beribadah banyak sementara luas tempat ibadah terbatas, Semoga pemerintahan Pak Qosim dan Mas Alif kedepan bisa membantu meningkatkan sarana ibadah,” ujar Anton, tokoh masyarakat Kelurahan Karangturi kepada Qosim. Atas hal itu, Qosim menyampaikan bila selama ini saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati selalu memperhatikan fasilitas beribadah masyarakat, baik melalui dana hibah maupun yang lain. “Karena kami sadar, kebutuhan beribadah adalah kebutuhan dasar, kebutuhan spiritual setiap orang,” tutur Qosim.

Di Kelurahan Karangbolet, Qosim menemui realitas kehidupan masyarakat kota yang banyak berwirausaha kecil-kecilan. Terlihat di sekeliling gang yang dilewati, penjual jajanan dan mempersiapkan barang dagangan ke gerobaknya.

“Karena disini banyak pelaku UMKM, kami prioritaskan untuk dapat program kartu UMKM bangkit, agar masyarakat disini bisa mengakses permodalan dengan kredit lunak,” beber Qosim.

Saat memasuki kelurahan Tlogopojok, Pak Qosim bertamu kepada salah satu tokoh masyarakat, yakni Zakaria, yang seorang Mudin (Tokoh Agama) setempat. Dalam kesempatan itu Zakaria mendoakan Pak Qosim dan Mas Alif agar bila diberi kepercayaan dapat mengembaannya dengan amanah.

“Tadi Pak Haji Zakaria mendoakan Pak Qosim, saya sendiri juga turut mendoakan Pak Qosim agar jadi,” tutur Kartono yang mendampingi Zakaria saat menyambut kedatangan Pak Qosim.

Selanjutnya, di Kelurahan Terate, Qosim sempat berdialog dengan dua orang anak muda yang sedang mengerjakan sablon, yang akan digunakan untuk produk tas. Ari (26) salah satu anak muda tersebut menceritakan bila dalam proses produksi tas yang Ia kerjakan, kadang mengalami kendala permodalan.

“Kami sih kadang sulit dalam permodalan, karena biasanya uang dari tas yang terjual tidak langsung dibayar, jadi untuk buat barang lagi harus cari pinjaman,” keluhnya.

Mendengar curhatan itu, Qosim memujia kedua anak muda yang berani menjalankan usaha tersebut. “Anak muda seperti Mas Ari ini Insyaallah akan jadi orang yang sukses, usahanya akan berkembang. Untuk mewujudkannya, saya dan mas Alif akan memfasilitasinya dengan kartu pemuda bangkit dan kartu UMKM bangkit,” jelentrehnya.

Qosim pun melanjutkan blusukannya ke kelurahan Bedilan dan berujung di Kelurahan Pekauman. Disana bersama Mas Alif Pak Qosim menyampaikan visi-misi dan program yang akan dijalankannya. “Program kerja yang akan kami usung untuk mewujudkan visi-misi Qosim-Alif konkrit dan bisa di implementasikan. Ada sepuluh kartu yang kami siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat Gresik sesuai bidangnya. Pemegang kartu tersebut akan mendapatkan manfaat sesuai fungsi kartu tersebut,” tutur Mas Alif.

10 kartu itu diantaranya, Kartu Gresik Perisai (perempuan mandiri dan berdaya saing), Kartu Petani Bangkit, Kartu Nelayan Bangkit, Kartu Gresik Faham, Kartu Gresik Yes (Yatim Sekolah), Kartu Guru Swasta Bangkit, Kartu Petambak Bangkit, Kartu UMKM Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit, dan Kartu Peternak Bangkit.

“Itu semua guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Gresik, dan upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup, serta kualitas SDM Warga Gresik,” beber dokter Alif yabg juga Direktur Rumah Sakit Fatma Medika tersebut. (jar/han)

GRESIK—Bila ingin benar-benar memahami suasana kebatinan rakyatnya, seorang pemimpin tak cukup duduk manis sambil menerima laporan. Untuk itu, pasangan calon bupati-wakil bupati M Qosim dan Asluchul Alif (QA) langsung blusukan ke beberapa kelurahan di Kecamatan Gresik pada Selasa (17/11).

Dimulai dari Kelurahan Karangturi, baru beberapa meter berjalan, warga semburat menyambut kedatangan Qosim. Pemilik kedai, pedagang pentol dan jajanan, tokoh masyarakat pun menyampaikan unek-uneknya.

“Disini kami sedang berusaha meluaskan musholla, karena warga yang beribadah banyak sementara luas tempat ibadah terbatas, Semoga pemerintahan Pak Qosim dan Mas Alif kedepan bisa membantu meningkatkan sarana ibadah,” ujar Anton, tokoh masyarakat Kelurahan Karangturi kepada Qosim. Atas hal itu, Qosim menyampaikan bila selama ini saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati selalu memperhatikan fasilitas beribadah masyarakat, baik melalui dana hibah maupun yang lain. “Karena kami sadar, kebutuhan beribadah adalah kebutuhan dasar, kebutuhan spiritual setiap orang,” tutur Qosim.

-

Di Kelurahan Karangbolet, Qosim menemui realitas kehidupan masyarakat kota yang banyak berwirausaha kecil-kecilan. Terlihat di sekeliling gang yang dilewati, penjual jajanan dan mempersiapkan barang dagangan ke gerobaknya.

“Karena disini banyak pelaku UMKM, kami prioritaskan untuk dapat program kartu UMKM bangkit, agar masyarakat disini bisa mengakses permodalan dengan kredit lunak,” beber Qosim.

Saat memasuki kelurahan Tlogopojok, Pak Qosim bertamu kepada salah satu tokoh masyarakat, yakni Zakaria, yang seorang Mudin (Tokoh Agama) setempat. Dalam kesempatan itu Zakaria mendoakan Pak Qosim dan Mas Alif agar bila diberi kepercayaan dapat mengembaannya dengan amanah.

“Tadi Pak Haji Zakaria mendoakan Pak Qosim, saya sendiri juga turut mendoakan Pak Qosim agar jadi,” tutur Kartono yang mendampingi Zakaria saat menyambut kedatangan Pak Qosim.

Selanjutnya, di Kelurahan Terate, Qosim sempat berdialog dengan dua orang anak muda yang sedang mengerjakan sablon, yang akan digunakan untuk produk tas. Ari (26) salah satu anak muda tersebut menceritakan bila dalam proses produksi tas yang Ia kerjakan, kadang mengalami kendala permodalan.

“Kami sih kadang sulit dalam permodalan, karena biasanya uang dari tas yang terjual tidak langsung dibayar, jadi untuk buat barang lagi harus cari pinjaman,” keluhnya.

Mendengar curhatan itu, Qosim memujia kedua anak muda yang berani menjalankan usaha tersebut. “Anak muda seperti Mas Ari ini Insyaallah akan jadi orang yang sukses, usahanya akan berkembang. Untuk mewujudkannya, saya dan mas Alif akan memfasilitasinya dengan kartu pemuda bangkit dan kartu UMKM bangkit,” jelentrehnya.

Qosim pun melanjutkan blusukannya ke kelurahan Bedilan dan berujung di Kelurahan Pekauman. Disana bersama Mas Alif Pak Qosim menyampaikan visi-misi dan program yang akan dijalankannya. “Program kerja yang akan kami usung untuk mewujudkan visi-misi Qosim-Alif konkrit dan bisa di implementasikan. Ada sepuluh kartu yang kami siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat Gresik sesuai bidangnya. Pemegang kartu tersebut akan mendapatkan manfaat sesuai fungsi kartu tersebut,” tutur Mas Alif.

10 kartu itu diantaranya, Kartu Gresik Perisai (perempuan mandiri dan berdaya saing), Kartu Petani Bangkit, Kartu Nelayan Bangkit, Kartu Gresik Faham, Kartu Gresik Yes (Yatim Sekolah), Kartu Guru Swasta Bangkit, Kartu Petambak Bangkit, Kartu UMKM Bangkit, Kartu Pemuda Bangkit, dan Kartu Peternak Bangkit.

“Itu semua guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Gresik, dan upaya kita bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup, serta kualitas SDM Warga Gresik,” beber dokter Alif yabg juga Direktur Rumah Sakit Fatma Medika tersebut. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru