alexametrics
26 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Pilkada 2020, KPU Gresik Bakal Tambah 64 TPS

Gresik – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik berencana menambah jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu sebagai upaya meminimalisir penumpukan pemilih sesuai protokoler kesehatan.

Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan, rencanannya ada 64 TPS tambahan dari yang sebelumnya 2.200 tempat. Dengan begitu, akan ada 2.264 TPS yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik. “Untuk kuota pemilih setiap TPS juga dikurangi. Jika sebelumnya setiap TPS 800 pemilih, kini maksimal 500 pemilih setiap TPS,” jelasnya.

Dikatakan, upaya itu untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.  KPU tak ingin ada klaster baru selama pelaksanaan Pilkada. Maka, pihaknya mengikuti arahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 6 Tahun 2020.

“Harus ketat, kuncinya disiplin. Kami juga nantinya menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas di lapangan,”kata Makmun. Disamping itu, untuk menghindari kontak fisik, setiap pemilih akan diberikan sarung tangan sekali pakai. Ini supaya pemilih aman ketika harus memegang atribut pencoblosan, seperti kartu suara dan lain – lain.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Maslukin Musda juga tetap mengawasi pelaksanaan pemilihan yang digelar akhir tahun ini. “Termasuk juga terkait pencegahan penyebaran Covid-19, itu tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (jar/han)

Gresik – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gresik berencana menambah jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal itu sebagai upaya meminimalisir penumpukan pemilih sesuai protokoler kesehatan.

Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan, rencanannya ada 64 TPS tambahan dari yang sebelumnya 2.200 tempat. Dengan begitu, akan ada 2.264 TPS yang tersebar di seluruh Kabupaten Gresik. “Untuk kuota pemilih setiap TPS juga dikurangi. Jika sebelumnya setiap TPS 800 pemilih, kini maksimal 500 pemilih setiap TPS,” jelasnya.

Dikatakan, upaya itu untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.  KPU tak ingin ada klaster baru selama pelaksanaan Pilkada. Maka, pihaknya mengikuti arahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 6 Tahun 2020.

-

“Harus ketat, kuncinya disiplin. Kami juga nantinya menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi petugas di lapangan,”kata Makmun. Disamping itu, untuk menghindari kontak fisik, setiap pemilih akan diberikan sarung tangan sekali pakai. Ini supaya pemilih aman ketika harus memegang atribut pencoblosan, seperti kartu suara dan lain – lain.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Maslukin Musda juga tetap mengawasi pelaksanaan pemilihan yang digelar akhir tahun ini. “Termasuk juga terkait pencegahan penyebaran Covid-19, itu tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/