alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Tarikan Cakades, Hari Ini Komisi I Panggil DPMD Gresik

GRESIK – Polemik tarikan atribut yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kepada calon kepala desa (cakades) kembali berlanjut. Hari ini, Komisi I dijadwalkan kembali memanggil DPMD. Pemanggilan ulanh dilakukan untuk mendapatkan jawaban lebih rinci terkait persoalan tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Gresik Muchamad Zaifudin mengatakan pemanggilan hari ini merupakan lanjutan dari minggu lalu. Sebab, minggu lalu perwakilan DPMD yang hadir tidak bisa menjelaskan secara rinci.

“Iya sudah kami agendakan hearing lagi dengan DPMD,” ujarnya.

Dikatakan, pada hearing ini pihaknya berharap bisa mendapatkan rincian tarikam atribut tersebut. Sebab, dari pembahasan awal informasinya ada berita acara terkait hal tersebut. “Kami ingin tahu seperti apa dulu bentuk berita acaranya. Apakah diikuti semua cakades atau seperti apa,” tegasnya.

Selain itu, pihaknua juga ingin memperjelas penggunaan uang Rp 900 ribu hasil tarikan tersebut. Apakah terpakai semua atau ada sisanya. “Jika memanh ada sisanya kami meminta agar segera dikembalikan kepada cakades,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya berharap masalah ini bisa selesai secepat mungkin. Jangan sampai persoalan seperti ini berlarut-larut dan terulang kembali. “Ini menjadi evaluasi bersama. Kalau memang tidak ada anggarannya PMD mestinya bisa meminta masing-masing kades beli sendiri tidak lagi dikoordinir,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi I menyoroti tarikan Rp 900 ribu yang dilakukan kepada 47 cakades terpilih. Uang tersebut digunakan untuk pembelian atribut yang tidak dianggarkan dalam APBD. (rof/han)

GRESIK – Polemik tarikan atribut yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kepada calon kepala desa (cakades) kembali berlanjut. Hari ini, Komisi I dijadwalkan kembali memanggil DPMD. Pemanggilan ulanh dilakukan untuk mendapatkan jawaban lebih rinci terkait persoalan tersebut.

Ketua Komisi I DPRD Gresik Muchamad Zaifudin mengatakan pemanggilan hari ini merupakan lanjutan dari minggu lalu. Sebab, minggu lalu perwakilan DPMD yang hadir tidak bisa menjelaskan secara rinci.

“Iya sudah kami agendakan hearing lagi dengan DPMD,” ujarnya.

-

Dikatakan, pada hearing ini pihaknya berharap bisa mendapatkan rincian tarikam atribut tersebut. Sebab, dari pembahasan awal informasinya ada berita acara terkait hal tersebut. “Kami ingin tahu seperti apa dulu bentuk berita acaranya. Apakah diikuti semua cakades atau seperti apa,” tegasnya.

Selain itu, pihaknua juga ingin memperjelas penggunaan uang Rp 900 ribu hasil tarikan tersebut. Apakah terpakai semua atau ada sisanya. “Jika memanh ada sisanya kami meminta agar segera dikembalikan kepada cakades,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihaknya berharap masalah ini bisa selesai secepat mungkin. Jangan sampai persoalan seperti ini berlarut-larut dan terulang kembali. “Ini menjadi evaluasi bersama. Kalau memang tidak ada anggarannya PMD mestinya bisa meminta masing-masing kades beli sendiri tidak lagi dikoordinir,” imbuhnya.

Sebelumnya, Komisi I menyoroti tarikan Rp 900 ribu yang dilakukan kepada 47 cakades terpilih. Uang tersebut digunakan untuk pembelian atribut yang tidak dianggarkan dalam APBD. (rof/han)

Most Read

Berita Terbaru

/