alexametrics
25 C
Gresik
Saturday, 28 May 2022

Gelar Deklarasi, Minta Masyarakat Tidak Anarkis

KEBOMAS – Puluhan tokoh dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Gresik menggelar deklarasi anti anarkis, Jumat (16/10). Deklarasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Terlihat hadir sejumlah tokoh, diantaranya Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, PJ Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi. Dari kalangan organisasi perangkat daerah (OPD) ada Kepala Kesbangpol Gresik Darman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Gresik Puji Hastuti serta perwakilan Dispendik Gresik Kasdari.

Sementara dari elemen organisasi kemasyarakatan nampak hadir perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUP) KH Ni’am, Pemuda LDII Heriawan, Pemuda Pancasila I Made Agus, Ketua Senkom Gresik Putut Edi, Formateur PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim dan Banser NU Gresik Erik.

Mereka secara bersama-sama membacakan dua poin deklarasi anti anarkis dengan dipimpin KH Ni’am. Dua poin tersebut terkait kesediaan menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik yang aman dan damai. Serta mengutuk keras segala bentuk anarkisme dan vandalisme karena tidak sesuai dengan budaya dan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, semangat pembangunan yang telah berhasil dilakukan dan telah dirasakan masyarakat harus terus dijaga. Jangan sampai ada tindakan anarkisme dari oknum tertentu yang bisa mengganggu kondusifitas Kamtibmas.

“Maka dirasa perlu, secara bersama-sama saling menjaga serta antisipasi atas tindakan maupun kegiatan oknum yang mengganggu kondusifitas kamtibmas,” ujar mantan Kapolres Ponorogo.

Selain itu, Alumnus Akpol 2001 itu juga mengajak semua pihak untuk memerangi pemberitaan hoax. Seiring dengan maraknya berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebar kepada masyarakat. “Jangan terprovokasi, mari kita antisipasi pemberitaan hoax bersama-sama. Jaga kondusifitas kabupaten Gresik,” tegas perwira dengan dua melati.

Sementara itu PJ Sekda Gresik yang mewakili Bupati Sambari Halim Radianto secara tegas sangat mendukung deklarasi anti anarkis. Dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kalangan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi kerusuhan di mana-mana, khususnya di Kabupaten Gresik,” tutur Mantan Kepala Bakorwil Bojonegoro itu. (yud/rof)

KEBOMAS – Puluhan tokoh dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Gresik menggelar deklarasi anti anarkis, Jumat (16/10). Deklarasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Terlihat hadir sejumlah tokoh, diantaranya Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, PJ Sekda Gresik Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno dan Kasdim 0817 Gresik Mayor Inf Sugeng Riyadi. Dari kalangan organisasi perangkat daerah (OPD) ada Kepala Kesbangpol Gresik Darman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Gresik Puji Hastuti serta perwakilan Dispendik Gresik Kasdari.

Sementara dari elemen organisasi kemasyarakatan nampak hadir perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUP) KH Ni’am, Pemuda LDII Heriawan, Pemuda Pancasila I Made Agus, Ketua Senkom Gresik Putut Edi, Formateur PC GP Ansor Gresik Abdul Rokhim dan Banser NU Gresik Erik.

-

Mereka secara bersama-sama membacakan dua poin deklarasi anti anarkis dengan dipimpin KH Ni’am. Dua poin tersebut terkait kesediaan menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Gresik yang aman dan damai. Serta mengutuk keras segala bentuk anarkisme dan vandalisme karena tidak sesuai dengan budaya dan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, semangat pembangunan yang telah berhasil dilakukan dan telah dirasakan masyarakat harus terus dijaga. Jangan sampai ada tindakan anarkisme dari oknum tertentu yang bisa mengganggu kondusifitas Kamtibmas.

“Maka dirasa perlu, secara bersama-sama saling menjaga serta antisipasi atas tindakan maupun kegiatan oknum yang mengganggu kondusifitas kamtibmas,” ujar mantan Kapolres Ponorogo.

Selain itu, Alumnus Akpol 2001 itu juga mengajak semua pihak untuk memerangi pemberitaan hoax. Seiring dengan maraknya berita-berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebar kepada masyarakat. “Jangan terprovokasi, mari kita antisipasi pemberitaan hoax bersama-sama. Jaga kondusifitas kabupaten Gresik,” tegas perwira dengan dua melati.

Sementara itu PJ Sekda Gresik yang mewakili Bupati Sambari Halim Radianto secara tegas sangat mendukung deklarasi anti anarkis. Dengan harapan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kalangan masyarakat.

“Jangan sampai terjadi kerusuhan di mana-mana, khususnya di Kabupaten Gresik,” tutur Mantan Kepala Bakorwil Bojonegoro itu. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/