alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Niat Blusukan Kenalkan Program Gresik Sehati ke Masyarakat Menganti

GRESIK – Momen masa kampanye terus dilakukan semua pasangan calon (paslon) yang maju di Pilkada Gresik 2020. Salah satu paslon yang memanfaatkan itu adalah Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Paslon nomor urut 2 itu menyapa masyarakat juga mensosialisasikan program ‘Gresik Sehati’ di hadapan masyarakat Dusun Glintung Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti. Cabup Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dicurhati warga soal permasalahan kesehatan. Hal ini karena

warga yang terdaftar di BPJS ketika berobat ke rumah sakit kerap di perlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi.  Melalui program Gresik Sehati kata Gus Yani, menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas. Sebab, program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP gresik melalui APBD.

Tak hanya kelas tiga, pasien BPJS kelas dua dan satu nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas tiga. Peserta BPJS kelas dua dan satu tinggal mengangsur sisanya. “Semua peserta BPJS kelas tiga nanti digratiskan. Yang kelas dua dan satu disubsidi senilai kelas tiga. Kalau sekarang kelas tiga angsurannya Rp 42 ribu, kelas 2 Rp 100 ribu dan kelas 1 Rp. 150 ribu. Maka kelas dua tinggal ngangsur sisanya Rp 58 ribu, dan kelas satu tinggal bayar Rp 108 ribu,” ujarnya, Minggu (15/11).

Lebih jauh Gus Yani menjelaskan, pihaknya pasangannya Aminatun Habibah sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat. Sehingga, alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa  menyebabkan APBD defisit. Selain masalah BPJS, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu pihaknya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya.

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga  Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Kota Gresik,” ujarnya. (yud/han)

GRESIK – Momen masa kampanye terus dilakukan semua pasangan calon (paslon) yang maju di Pilkada Gresik 2020. Salah satu paslon yang memanfaatkan itu adalah Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT). Paslon nomor urut 2 itu menyapa masyarakat juga mensosialisasikan program ‘Gresik Sehati’ di hadapan masyarakat Dusun Glintung Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti. Cabup Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dicurhati warga soal permasalahan kesehatan. Hal ini karena

warga yang terdaftar di BPJS ketika berobat ke rumah sakit kerap di perlakukan berbeda dengan pasien umum maupun asuransi.  Melalui program Gresik Sehati kata Gus Yani, menjamin tidak akan ada lagi perlakuan berbeda dari rumah sakit terhadap pasien BPJS di semua kelas. Sebab, program Gresik Sehati bakal menggratiskan pasien BPJS kelas 3 ber-KTP gresik melalui APBD.

Tak hanya kelas tiga, pasien BPJS kelas dua dan satu nantinya juga disubsidi oleh Pemkab Gresik senilai iuran BPJS kelas tiga. Peserta BPJS kelas dua dan satu tinggal mengangsur sisanya. “Semua peserta BPJS kelas tiga nanti digratiskan. Yang kelas dua dan satu disubsidi senilai kelas tiga. Kalau sekarang kelas tiga angsurannya Rp 42 ribu, kelas 2 Rp 100 ribu dan kelas 1 Rp. 150 ribu. Maka kelas dua tinggal ngangsur sisanya Rp 58 ribu, dan kelas satu tinggal bayar Rp 108 ribu,” ujarnya, Minggu (15/11).

-

Lebih jauh Gus Yani menjelaskan, pihaknya pasangannya Aminatun Habibah sudah mengkaji dan memperhitungkan matang program ini. Kesehatan merupakan sektor yang fundamental di dalam masyarakat. Sehingga, alokasi APBD pada sektor kesehatan bisa ditambah tanpa  menyebabkan APBD defisit. Selain masalah BPJS, tidak sedikit warga yang mengharapkan adanya rumah sakit daerah baru di wilayah Gresik selatan. Gus Yani mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Karena itu pihaknya menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit itu sudah masuk dalam visi misinya.

“Saya tidak tega warga Menganti sakit harus ke rumah sakit Surabaya, termasuk warga  Driyorejo. Warga Wringinanom juga kalau sakit harus ke Mojokerto. Makanya saya jamin warga tidak perlu berobat ke luar Kota Gresik,” ujarnya. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/