alexametrics
29 C
Gresik
Wednesday, 18 May 2022

Niat Kunjungi Nenek Samini di Tenaru

GRESIK – Calon Bupati (Cabup) Niat Fandi Akhmad Yani menemui Samini, seorang nenek yang hidup sebatang kara di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo. Kondisi nenek itu sedang sakit.

Pria yang akrab disapa Gus Yani ini mengaku prihati melihat kondisi perempuan berusia 80 tahun itu. Betapa tidak, nenek yang menderita penyakit diabetes itu jarang tersentuh bantuan dari pemerintah.

Menurut Gus Yani, harusnya pemerintah hadir ditengah kondisi masyarakatnya membutuhkan perhatian. Memberikan jaminan kesehatan dan seluruh kebutuhan sehari-harinya.

“Tentu kami sangat prihatin masih melihat warga di Gresik terlantar tanpa uluran tangan pemerintah”, ujar Gus Yani, Rabu (14/10).

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengaku sangat prihatin. Mengingat APBD Kabupaten Gresik sangat besar. Namun, masih ada warga kurang mampu, tapi tidak diperhatikan.

“Jaminan kesehatan keluarga miskin dan lansia, kebutuhan hidupnya merupakan tanggung jawab negara. Tapi faktanya di lapangan tidak seperti itu,” ujarnya.

Gus Yani menganggap pemerintah selama ini tidak serius dalam memberikan perhatian kepada masyarakat. Khususnya, warga miskin dan lansia. Padahal, Gresik selama ini dikenal sebagai kabupaten inklusi. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan di lapangan. “Banyak warga kurang mampu, lansia belum tersentuh bantuan apapun,” imbuhnya.

Ke depan, jika paslon Niat terpilih, dirinya akan merealisasikan program PKH inklusif. Program yang berpihak kepada warga kurang mampu, lansia dan disabilitas. “Baik bantuan langsung tunai maupun dalam bentuk yang lain,” pungkasnya. (yud/rof)

GRESIK – Calon Bupati (Cabup) Niat Fandi Akhmad Yani menemui Samini, seorang nenek yang hidup sebatang kara di Desa Tenaru, Kecamatan Driyorejo. Kondisi nenek itu sedang sakit.

Pria yang akrab disapa Gus Yani ini mengaku prihati melihat kondisi perempuan berusia 80 tahun itu. Betapa tidak, nenek yang menderita penyakit diabetes itu jarang tersentuh bantuan dari pemerintah.

Menurut Gus Yani, harusnya pemerintah hadir ditengah kondisi masyarakatnya membutuhkan perhatian. Memberikan jaminan kesehatan dan seluruh kebutuhan sehari-harinya.

-

“Tentu kami sangat prihatin masih melihat warga di Gresik terlantar tanpa uluran tangan pemerintah”, ujar Gus Yani, Rabu (14/10).

Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengaku sangat prihatin. Mengingat APBD Kabupaten Gresik sangat besar. Namun, masih ada warga kurang mampu, tapi tidak diperhatikan.

“Jaminan kesehatan keluarga miskin dan lansia, kebutuhan hidupnya merupakan tanggung jawab negara. Tapi faktanya di lapangan tidak seperti itu,” ujarnya.

Gus Yani menganggap pemerintah selama ini tidak serius dalam memberikan perhatian kepada masyarakat. Khususnya, warga miskin dan lansia. Padahal, Gresik selama ini dikenal sebagai kabupaten inklusi. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan di lapangan. “Banyak warga kurang mampu, lansia belum tersentuh bantuan apapun,” imbuhnya.

Ke depan, jika paslon Niat terpilih, dirinya akan merealisasikan program PKH inklusif. Program yang berpihak kepada warga kurang mampu, lansia dan disabilitas. “Baik bantuan langsung tunai maupun dalam bentuk yang lain,” pungkasnya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/