alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Sidak Gudang Farmasi, Menko PMKB Pastikan Stok Obat di Gresik Aman

GRESIK – Ketersediaan obat-obatan khususnya untuk merawat pasien Covid 19 dipastikan tercukupi hingga 30 hari ke depan. Ini disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Gresik.

Dalam sidak tersebut, Muhadjir mengakui jika ada beberapa obat yang tidak ada di Gudang Farmasi Dinkes Gresik. Salah satu obatnya Actemra.

“Obat impor ini memang sangat sulit dan langka. Bahkan Gudang Farmasi Dinkes Provinsi saja hanya punya 4 stip,” kata Muhadjir.

Melihat kondisi ini, mantan Mendikbud itu hanya bisa menunggu sambil memaksimalkan obat-obatan yang tersedia. Tidak hanya itu, Dinkes juga diminta untuk secara aktif berkomunikasi dengan jajaran di atasnya perihal ketersediaan obat-obatan. Agar apabila stok mulai menipis pihak segeda diantisipasi.

“Pemerintah daerah harus proaktif dalam mengawasi ketersediaan obat-obatan ini. Termasuk memastikan jika seluruh pasien Covid-19 disini sudah mendapatkan pelayanan kesehatan beserta obatnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK juga mengajak masyarakat untuk sedekah tabung oksigen. Tujuannya, untuk membantu masyarakat yang saat ini sedang terpapar Covid-19.

“Saya himbau untuk masyarakat Jatim yang sudah belanja tabung oksigen rela sedekah kalau belum memakai untuk dihibahkan dulu. Untuk tetangga, kerabat yang membutuhkan bantuan oksigen,” imbuhnya.

Muhadjir berharap kebesaran hati masyarakat yang sudah terlebih dahulu mempunyai tabung tapi belum terpakai untuk sedekah tabung. Terutama kepada tetangga atau kerabat yang terpapar Covid-19. Dia juga menegaskan agar masyarakat yang sudah meminjam tabung untuk segera dikembalikan kepada distributor atau agen. Membantu mengatasi kelangkaan tabung oksigen yang terjadi saat ini.

“Jangan disimpan, karena menyimpan tabung kosong membuat kita kekurangan tabung oksigen,” terangnya.

Muhadjir mencontohkan seperti rumah sakit lapangan tidak mungkin supply oksigen liquid menggunakan tabung oksigen besar. Tapi menggunakan botol atau tabung kecil. (fir/rof)

GRESIK – Ketersediaan obat-obatan khususnya untuk merawat pasien Covid 19 dipastikan tercukupi hingga 30 hari ke depan. Ini disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Gresik.

Dalam sidak tersebut, Muhadjir mengakui jika ada beberapa obat yang tidak ada di Gudang Farmasi Dinkes Gresik. Salah satu obatnya Actemra.

“Obat impor ini memang sangat sulit dan langka. Bahkan Gudang Farmasi Dinkes Provinsi saja hanya punya 4 stip,” kata Muhadjir.

-

Melihat kondisi ini, mantan Mendikbud itu hanya bisa menunggu sambil memaksimalkan obat-obatan yang tersedia. Tidak hanya itu, Dinkes juga diminta untuk secara aktif berkomunikasi dengan jajaran di atasnya perihal ketersediaan obat-obatan. Agar apabila stok mulai menipis pihak segeda diantisipasi.

“Pemerintah daerah harus proaktif dalam mengawasi ketersediaan obat-obatan ini. Termasuk memastikan jika seluruh pasien Covid-19 disini sudah mendapatkan pelayanan kesehatan beserta obatnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko PMK juga mengajak masyarakat untuk sedekah tabung oksigen. Tujuannya, untuk membantu masyarakat yang saat ini sedang terpapar Covid-19.

“Saya himbau untuk masyarakat Jatim yang sudah belanja tabung oksigen rela sedekah kalau belum memakai untuk dihibahkan dulu. Untuk tetangga, kerabat yang membutuhkan bantuan oksigen,” imbuhnya.

Muhadjir berharap kebesaran hati masyarakat yang sudah terlebih dahulu mempunyai tabung tapi belum terpakai untuk sedekah tabung. Terutama kepada tetangga atau kerabat yang terpapar Covid-19. Dia juga menegaskan agar masyarakat yang sudah meminjam tabung untuk segera dikembalikan kepada distributor atau agen. Membantu mengatasi kelangkaan tabung oksigen yang terjadi saat ini.

“Jangan disimpan, karena menyimpan tabung kosong membuat kita kekurangan tabung oksigen,” terangnya.

Muhadjir mencontohkan seperti rumah sakit lapangan tidak mungkin supply oksigen liquid menggunakan tabung oksigen besar. Tapi menggunakan botol atau tabung kecil. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru