alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 12 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Komisi III Soroti Leletnya Lelang Proyek PU

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan kalangan dewan. Kali ini, Komisi III DPRD Gresik menyoroti leletnya lelang proyek infrastruktur. Hingga kini baru 68 paket yang sudah selesai.

“Padahal, ada 140 paket lebih di Dinas PU yang harus dikerjakan tahun ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana.

Menurut dia, dari 68 paket yang berhasil dilelang baru 10 yang sudah memulai pekerjaan di lapangan.  Padahal, seharusnya diakhir semester pertama 2021 ini lebih dari separo proyek harus sudah berjalan. “Ini kan lambat sekali progresnya. Kami minta PU harus segera menyelesaikan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi. Pihaknya lebih menyoroti kinerja Unit Reaksi Cepat Bina Marga (URC-BM). Dari anggaran 10 miliar yang diberikan, sekarang sudah 67 persen terserap.

“Kami khawatir anggarannya tidak cukup hingga akhir tahun. Padahal, jalan rusak sering terjadi pada musim penghujan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta URC agar bisa memilah perbaikan jalan. Harus benar-benar jalan yang rusak parah menjadi prioritas utama. Bukan seperti jalan Arif Rahman Hakim.

“Kalau jalan di kota seperti Arief Rahman Hakim kerusakannya tidak parah. Masih banyak yang lebih parah. Ini yang harus jadi perhatian URC,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala DPU Gresik Gunawan Setiaji mengatakan memang pelaksanaan proyek ada keterlambatan. Darri target 15 persen baru terlaksana 6 persen. “Memang ada keterlambatan sekitar 9 persen,” ujar Gunawan.

Ditambahkan, pihaknya akan melakukan perbaikan schedule proyek, agar nanti akhir tahun selesai. “Tetep dimonitor dan dijadwal agar nanti akhir tahun selesai,” imbuhnya. (rof)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gresik kembali menjadi sorotan kalangan dewan. Kali ini, Komisi III DPRD Gresik menyoroti leletnya lelang proyek infrastruktur. Hingga kini baru 68 paket yang sudah selesai.

“Padahal, ada 140 paket lebih di Dinas PU yang harus dikerjakan tahun ini,” ujar Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana.

Menurut dia, dari 68 paket yang berhasil dilelang baru 10 yang sudah memulai pekerjaan di lapangan.  Padahal, seharusnya diakhir semester pertama 2021 ini lebih dari separo proyek harus sudah berjalan. “Ini kan lambat sekali progresnya. Kami minta PU harus segera menyelesaikan,” tegasnya.

Mobile_AP_Half Page

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi. Pihaknya lebih menyoroti kinerja Unit Reaksi Cepat Bina Marga (URC-BM). Dari anggaran 10 miliar yang diberikan, sekarang sudah 67 persen terserap.

“Kami khawatir anggarannya tidak cukup hingga akhir tahun. Padahal, jalan rusak sering terjadi pada musim penghujan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta URC agar bisa memilah perbaikan jalan. Harus benar-benar jalan yang rusak parah menjadi prioritas utama. Bukan seperti jalan Arif Rahman Hakim.

“Kalau jalan di kota seperti Arief Rahman Hakim kerusakannya tidak parah. Masih banyak yang lebih parah. Ini yang harus jadi perhatian URC,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Kepala DPU Gresik Gunawan Setiaji mengatakan memang pelaksanaan proyek ada keterlambatan. Darri target 15 persen baru terlaksana 6 persen. “Memang ada keterlambatan sekitar 9 persen,” ujar Gunawan.

Ditambahkan, pihaknya akan melakukan perbaikan schedule proyek, agar nanti akhir tahun selesai. “Tetep dimonitor dan dijadwal agar nanti akhir tahun selesai,” imbuhnya. (rof)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru