alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Bangun Jembatan, DPUTR Minta Ijin ke Warga

GRESIK – Selain meminta izin warga Desa Pulopancikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPURT) Gresik juga meminta izin masyarakat Kelurahan Sidorukun untuk  pembangunan jembatan di Jalan RE Martadinata. Pasalnya, jembatan itu akan mempercepat jalur angkutan baik akan maupun keluar dari pelabuhan.

Kasi Pembangunan Jembatan dan Jalan DPUTR Gresik, Eddy Pancoro mengatakan, Sidorukun merupakan salah satu akses jalur angkutan mempercepat distribusi barang. “Nantinya kami juga akan melakukan sosialisasi ke setiap – setiap perusahaan sekitar terkait usulan warga,” kata Eddy.

Wakil Ketua BPD, Kelurahan Sidorukun, Heriyandi mengatakan, warga menyetujui pembangunan jembatan dengan berbagak syarat. Salah satunya pembukaan jalur di Sidorukun  sampai Jalan RE Martadinata diperbolehkan, asal menambah rambu – rambu lalu lintas di jalan tersebut. “Akses jalan boleh asal rambu-rambunya jelas. Truk besar kalau bisa jangan lewat,” ungkap Heriyadi.

Sementara itu, Lurah Sidorukun Gresik, Markan mengatakan, untuk hasilnya diserahkan ke warga dan DPUTR. “Kesimpulannya, warga berharap truk jangan melintas, rambu – rambu lalu lintas juga harus jelas,” harap Markan. (jar/han)


GRESIK – Selain meminta izin warga Desa Pulopancikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPURT) Gresik juga meminta izin masyarakat Kelurahan Sidorukun untuk  pembangunan jembatan di Jalan RE Martadinata. Pasalnya, jembatan itu akan mempercepat jalur angkutan baik akan maupun keluar dari pelabuhan.

Kasi Pembangunan Jembatan dan Jalan DPUTR Gresik, Eddy Pancoro mengatakan, Sidorukun merupakan salah satu akses jalur angkutan mempercepat distribusi barang. “Nantinya kami juga akan melakukan sosialisasi ke setiap – setiap perusahaan sekitar terkait usulan warga,” kata Eddy.

Wakil Ketua BPD, Kelurahan Sidorukun, Heriyandi mengatakan, warga menyetujui pembangunan jembatan dengan berbagak syarat. Salah satunya pembukaan jalur di Sidorukun  sampai Jalan RE Martadinata diperbolehkan, asal menambah rambu – rambu lalu lintas di jalan tersebut. “Akses jalan boleh asal rambu-rambunya jelas. Truk besar kalau bisa jangan lewat,” ungkap Heriyadi.

Sementara itu, Lurah Sidorukun Gresik, Markan mengatakan, untuk hasilnya diserahkan ke warga dan DPUTR. “Kesimpulannya, warga berharap truk jangan melintas, rambu – rambu lalu lintas juga harus jelas,” harap Markan. (jar/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru