alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

DPRD Gresik Perjuangkan Petambak Dapat Alokasi Pupuk Bersubsidi

GRESIK – Dihapusnya alokasi pupuk subsidi untuk petambak mendapat perhatian dari kalangan dewan. Sebab, petambak membutuhkan pupuk sama halnya seperti petani. Untuk itu, Komisi II DPRD Gresik akan memperjuangkan agar petambak bisa kembali mendapatkan jatah pupuk subsidi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan sesuai Surat Keputusan Bupati Gresik nomor 520/8/H.K/437.12/2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Kabupaten Gresik, tidak mengalokasikan pupuk subsidi bagi petambak.

“Padahal perikanan juga membutuhkan pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas perikanan,” tuturnya.

Menurut dia, industrialisasi yang terus meningkat harus dibarengi dengan kebijakan untuk melindungi petani dan petambak. Sehingga, mereka tetap bisa bertahan.

“Kami khawatir lama kelamaan masyarakat lelah menjadi petani dan lebih senang menjual tambaknya untuk dijadikan pabrik atau gudang jika tambak tidak lagi menguntungkan,” ujarnya.

Dikatakan, jika petambak memakai pupuk non subsidi maka hasilnya tidak begitu memuaskan karena selisih harganya yang terlampau tinggi. Menurutnya, produksi perikanan Gresik mampu mencapai jumlah 140 ribu ton per tahun.

“Tapi, hal tersebut murni dari kreativitas para petambak kita. Sebab pemerintah belum punya support system yang baik bagi keberlangsungan para petambak,” tegasnya.

Mananggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anandito Putro mengatakan sesuai Permentan 41/2021 memang tidak ada alokasi pupuk untuk petambak. Meski begitu, pihaknya terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait persoalan ini.

“Sesuai aturan dari pusat memang tidak ada untuk perikanan. Kami terus mengupayakan. Karena ini memberatkan petambak,” ujarnya.

Dikatakan, selain masalah pupuk untuk sektor perikanan, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian. Sebab, tahun ini Gresik hanya mendapatkan 41.205 ton. Dengan rincian, Urea sebanyak 21.624 ton, SP-36 ada 125 ton, ZA ada 580 ton, NPK ada 10.516 ton dan organik ada 8.360 ton. “Alokasi masih di bawah kebutuhan (e-RDKK) terutama NPK. Kita selalu komunikasi dan koordinator dengan pihak – pihak terkait untuk menambah alokasi,”ungkapnya.  (jar/rof)

GRESIK – Dihapusnya alokasi pupuk subsidi untuk petambak mendapat perhatian dari kalangan dewan. Sebab, petambak membutuhkan pupuk sama halnya seperti petani. Untuk itu, Komisi II DPRD Gresik akan memperjuangkan agar petambak bisa kembali mendapatkan jatah pupuk subsidi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan sesuai Surat Keputusan Bupati Gresik nomor 520/8/H.K/437.12/2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Kabupaten Gresik, tidak mengalokasikan pupuk subsidi bagi petambak.

“Padahal perikanan juga membutuhkan pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas perikanan,” tuturnya.

-

Menurut dia, industrialisasi yang terus meningkat harus dibarengi dengan kebijakan untuk melindungi petani dan petambak. Sehingga, mereka tetap bisa bertahan.

“Kami khawatir lama kelamaan masyarakat lelah menjadi petani dan lebih senang menjual tambaknya untuk dijadikan pabrik atau gudang jika tambak tidak lagi menguntungkan,” ujarnya.

Dikatakan, jika petambak memakai pupuk non subsidi maka hasilnya tidak begitu memuaskan karena selisih harganya yang terlampau tinggi. Menurutnya, produksi perikanan Gresik mampu mencapai jumlah 140 ribu ton per tahun.

“Tapi, hal tersebut murni dari kreativitas para petambak kita. Sebab pemerintah belum punya support system yang baik bagi keberlangsungan para petambak,” tegasnya.

Mananggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian Gresik Eko Anandito Putro mengatakan sesuai Permentan 41/2021 memang tidak ada alokasi pupuk untuk petambak. Meski begitu, pihaknya terus berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait persoalan ini.

“Sesuai aturan dari pusat memang tidak ada untuk perikanan. Kami terus mengupayakan. Karena ini memberatkan petambak,” ujarnya.

Dikatakan, selain masalah pupuk untuk sektor perikanan, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian. Sebab, tahun ini Gresik hanya mendapatkan 41.205 ton. Dengan rincian, Urea sebanyak 21.624 ton, SP-36 ada 125 ton, ZA ada 580 ton, NPK ada 10.516 ton dan organik ada 8.360 ton. “Alokasi masih di bawah kebutuhan (e-RDKK) terutama NPK. Kita selalu komunikasi dan koordinator dengan pihak – pihak terkait untuk menambah alokasi,”ungkapnya.  (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/