alexametrics
29 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Bupati Gresik Minta KPU Tertibkan APK Paslon

GRESIK – Maraknya pemasangan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (paslon) dikeluhkan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Orang nomor satu di Gresik ini meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera melakukan penertiban. Pasalnya, keberadaan APK tersebut menggangu estetika kota.

“Jangan sampai gambar-gambar ditempel di tembok, di pohon, dan tempat tempat lain yang mengganggu keindahan. Mari kita jaga bersama keindahan kota Gresik ini,” kata Bupati saat memberi sambutan pada rapat Koordinasi dan sosialisasi Peraturan KPU RI Nomer 5 tahun 2020 pada Kamis (6/8) di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Pada acara yang dihadiri oleh Seluruh Anggota Forkopimda Gresik, Bupati mengingatkan kepada KPU dan Perwakilan Parpol agar dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilukada nanti tetap harus melaksanakan protocol Kesehatan. Menurut Bupati, anggaran Pemkab Gresik yang dikucurkan untuk pelaksanaan Pemilukada tahun 2020 mencapai Rp. 84,8 miliar, yang teralokasi ke KPU, Banwaslu dan lain-lain.

“Kami berharap Pemilukada tahun ini bisa lebih sukses, kondusif serta stabilitas keamanan terjaga seperti tahun-tahun yang lalu. Pemilukada kali ini memilih Bupati periode yang ke 9,” tandas Sambari.

Sementara itu, Ketua KPU Gresik Ahmad Roni mengatakan siap melaksanakan apa yang disarankan bupati. Pihaknya juga berterima kasih kepada bupati atas dukungan terutama dalam hal pendanaan. Atas dukungan tersebut, KPU Gresik menyatakan siap melaksanakan Pemilukada tahun 2020.

“Kami berharap Pemilukada di Gresik bisa lebih sukses dari Pemilukada sebelumnya. kalau pada Pemilukada sebelumnya jumlah pemilih di Gresik mencapai 70,1 persen. Semoga pelaksanaan kali ini bisa melebihi. Mengingat negara Korea Selatan juga sukses melaksanakan Pemilu di masa Pandemi Covid,” papar Roni. (fir/rof)

GRESIK – Maraknya pemasangan alat peraga kampanye (APK) pasangan calon (paslon) dikeluhkan Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Orang nomor satu di Gresik ini meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera melakukan penertiban. Pasalnya, keberadaan APK tersebut menggangu estetika kota.

“Jangan sampai gambar-gambar ditempel di tembok, di pohon, dan tempat tempat lain yang mengganggu keindahan. Mari kita jaga bersama keindahan kota Gresik ini,” kata Bupati saat memberi sambutan pada rapat Koordinasi dan sosialisasi Peraturan KPU RI Nomer 5 tahun 2020 pada Kamis (6/8) di Ruang Mandala Bakti Praja Kantor Bupati Gresik.

Pada acara yang dihadiri oleh Seluruh Anggota Forkopimda Gresik, Bupati mengingatkan kepada KPU dan Perwakilan Parpol agar dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilukada nanti tetap harus melaksanakan protocol Kesehatan. Menurut Bupati, anggaran Pemkab Gresik yang dikucurkan untuk pelaksanaan Pemilukada tahun 2020 mencapai Rp. 84,8 miliar, yang teralokasi ke KPU, Banwaslu dan lain-lain.

-

“Kami berharap Pemilukada tahun ini bisa lebih sukses, kondusif serta stabilitas keamanan terjaga seperti tahun-tahun yang lalu. Pemilukada kali ini memilih Bupati periode yang ke 9,” tandas Sambari.

Sementara itu, Ketua KPU Gresik Ahmad Roni mengatakan siap melaksanakan apa yang disarankan bupati. Pihaknya juga berterima kasih kepada bupati atas dukungan terutama dalam hal pendanaan. Atas dukungan tersebut, KPU Gresik menyatakan siap melaksanakan Pemilukada tahun 2020.

“Kami berharap Pemilukada di Gresik bisa lebih sukses dari Pemilukada sebelumnya. kalau pada Pemilukada sebelumnya jumlah pemilih di Gresik mencapai 70,1 persen. Semoga pelaksanaan kali ini bisa melebihi. Mengingat negara Korea Selatan juga sukses melaksanakan Pemilu di masa Pandemi Covid,” papar Roni. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/