alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Optimis RPJMD Terpenuhi, DPRD Desak Pemkab Maksimalkan Pendapatan

GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik optimis target pendapatan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 sebesar Rp 4 triliun bisa terpenuhi. Syaratnya, pemerintah harus lebih serius dalam memaksimalkan potensi daerah yang ada.

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muh Abdul Qodir mengatakan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 pihaknya terus mendesak pemerintah memenuhi target tersebut. “RPJMD 2016-2021 harus dipenuhi, karena sudah ditetapkan,” ujarnya dihadapan awak media.

Menurut dia, masih banyak potensi pendapatan yang bisa digali untuk mendongkrak APBD. Hanya saja, selama ini masih belum tergarap dengan maksimal. “Ini yang kami dorong, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa terus bekerja dengan maksimal. Terutama OPD penghasil,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim dan Mujid Riduan.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Menurut dia, sebenarnya banyak pendapatan yang berasal dari pemerintah pusat. Hanya saja, memang belum tercatat dengan baik. “Kalau pendapatan-pendapatan dari pusat tercatat dengan baik, sebanarnya tidak sulit mencapai target RPJMD,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya masih optimis target RPJMD bisa terpenuhi pada APBD 2021. Sebab, berdasarkan analisis bedah angka potensi pendapatan 2021 hal tersebut sangat memungkinkan. “Indikator ekonomi Gresik posisinya di atas Jatim. Makanya pada RKPD masing-masing OPD nanti akan dipelajari lebih mendalam agar target bisa terpenuhi,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan target RPJMD sebesar Rp 4 triliun mau tidak mau harus dipenuhi. Karena target ini sudah mengalami penurunan dari target awal Rp 6,7 trilun saat bupati pertama kali dilantik.

“Semua pihak harus berusaha keras. Apalagi besaran target ini sudah diturunkan dari besaran awal. Jangan sampai tidak bisa memenuhi lagi,” terangnya.

Terutama kepada OPD Penghasil. Harus benar-benar bisa menghitung dengan cermat, potensi mana yang belum tergali dengan maksimal. “Kami yakin masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan agar APBD 2021 sesuai dengan target pada RPJMD,” imbuhnya. (adv/rof)

GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik optimis target pendapatan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 sebesar Rp 4 triliun bisa terpenuhi. Syaratnya, pemerintah harus lebih serius dalam memaksimalkan potensi daerah yang ada.

Ketua DPRD Kabupaten Gresik Muh Abdul Qodir mengatakan pada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 pihaknya terus mendesak pemerintah memenuhi target tersebut. “RPJMD 2016-2021 harus dipenuhi, karena sudah ditetapkan,” ujarnya dihadapan awak media.

Menurut dia, masih banyak potensi pendapatan yang bisa digali untuk mendongkrak APBD. Hanya saja, selama ini masih belum tergarap dengan maksimal. “Ini yang kami dorong, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa terus bekerja dengan maksimal. Terutama OPD penghasil,” ungkapnya didampingi Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim dan Mujid Riduan.

-

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Gresik Ahmad Nurhamim. Menurut dia, sebenarnya banyak pendapatan yang berasal dari pemerintah pusat. Hanya saja, memang belum tercatat dengan baik. “Kalau pendapatan-pendapatan dari pusat tercatat dengan baik, sebanarnya tidak sulit mencapai target RPJMD,” kata dia.

Meski demikian, pihaknya masih optimis target RPJMD bisa terpenuhi pada APBD 2021. Sebab, berdasarkan analisis bedah angka potensi pendapatan 2021 hal tersebut sangat memungkinkan. “Indikator ekonomi Gresik posisinya di atas Jatim. Makanya pada RKPD masing-masing OPD nanti akan dipelajari lebih mendalam agar target bisa terpenuhi,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan mengatakan target RPJMD sebesar Rp 4 triliun mau tidak mau harus dipenuhi. Karena target ini sudah mengalami penurunan dari target awal Rp 6,7 trilun saat bupati pertama kali dilantik.

“Semua pihak harus berusaha keras. Apalagi besaran target ini sudah diturunkan dari besaran awal. Jangan sampai tidak bisa memenuhi lagi,” terangnya.

Terutama kepada OPD Penghasil. Harus benar-benar bisa menghitung dengan cermat, potensi mana yang belum tergali dengan maksimal. “Kami yakin masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan agar APBD 2021 sesuai dengan target pada RPJMD,” imbuhnya. (adv/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/