alexametrics
32 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Puan Minta Wilmar Genjot Produksi Migor, Petro Tambah Pasokan Pupuk

GRESIKKetua DPR-RI Puan Maharani melakukan dua kunjungan kerja ke dua perusahaan besar di Gresik, yakni PT Petrokimia Gresik dan PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA). Dalam kunjungan itu, Puan  meminta kepada Petrokimia Gresik agar bisa menjaga pasokannya ke masyarakat dengan harga terjangkau. “Saya minta kepada jajaran direksi untuk menjaga pasokan pupuk secara nasional, serta harganya juga terjangkau oleh masyarakat,” kata Putri Megawati Soekarno Putri ini.

Puan melihat langsung situasi dan kondisi pabrik pupuk Petrokimia Gresik, sebagai salah satu pabrik yang menyuplai pupuk secara nasional. Ia juga berharap, modernitas yang dilakukan Petrokimia Gresik bisa ditiru oleh pabrik-pabrik lain di Indonesia. “Tentunya, saya berharap modernitas atau cara pelaksanaan secara modern yakni dua pabrik dipantau melalui control room bisa ditiru pabrik-pabrik yang lain,” katanya.

Dalam kunker ke Gresik, Ketua DPR RI didampingi oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani serta Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah. Turut serta menyambut Kapolres Gresik, Dandim Gresik serta beberapa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

Cucu Proklamator sekaligus Putri Presiden Ke-5 RI itu ke PT Wilmar Nabati Indonesia. Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes mengatakan, selama berkeliling ke lingkungan perusahaan Ketua DPR RI Gresik meninjau fasilitas Consumer Pack (CPC). Di sela-sela kesempatan kunjungannya Wilmar mendapatkan pesan agar terus menggenjot produksi.
“Kami sampaikan kepada beliau jika saat ini produksi berjalan normal. Ibu ketua DPR RI berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Ridwan.

Dalam kesempatan yang sama, Puan Maharani juga menanyakan kepada Wilmar mengapa saat ini terjadi kelangkaan minyak goreng dipasaran. Mendapati pertanyaan tersebut Ridwan lantas menyampaikan jika saat ini banyak produsen minyak goreng skala mikro hingga menengah gulung tikar akibat tidak mampu membeli bahan baku yang mengalami kenaikan. Hal inilah yang membuat produksi minyak goreng secara nasional mengalami fluktuasi. (fir/han)

GRESIKKetua DPR-RI Puan Maharani melakukan dua kunjungan kerja ke dua perusahaan besar di Gresik, yakni PT Petrokimia Gresik dan PT Wilmar Nabati Indonesia (WINA). Dalam kunjungan itu, Puan  meminta kepada Petrokimia Gresik agar bisa menjaga pasokannya ke masyarakat dengan harga terjangkau. “Saya minta kepada jajaran direksi untuk menjaga pasokan pupuk secara nasional, serta harganya juga terjangkau oleh masyarakat,” kata Putri Megawati Soekarno Putri ini.

Puan melihat langsung situasi dan kondisi pabrik pupuk Petrokimia Gresik, sebagai salah satu pabrik yang menyuplai pupuk secara nasional. Ia juga berharap, modernitas yang dilakukan Petrokimia Gresik bisa ditiru oleh pabrik-pabrik lain di Indonesia. “Tentunya, saya berharap modernitas atau cara pelaksanaan secara modern yakni dua pabrik dipantau melalui control room bisa ditiru pabrik-pabrik yang lain,” katanya.

Dalam kunker ke Gresik, Ketua DPR RI didampingi oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani serta Wakil Bupati Gresik, Aminatun Habibah. Turut serta menyambut Kapolres Gresik, Dandim Gresik serta beberapa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

-

Cucu Proklamator sekaligus Putri Presiden Ke-5 RI itu ke PT Wilmar Nabati Indonesia. Unit Business Head PT Wilmar Nabati Indonesia, Ridwan Brandes mengatakan, selama berkeliling ke lingkungan perusahaan Ketua DPR RI Gresik meninjau fasilitas Consumer Pack (CPC). Di sela-sela kesempatan kunjungannya Wilmar mendapatkan pesan agar terus menggenjot produksi.
“Kami sampaikan kepada beliau jika saat ini produksi berjalan normal. Ibu ketua DPR RI berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada kami,” ujar Ridwan.

Dalam kesempatan yang sama, Puan Maharani juga menanyakan kepada Wilmar mengapa saat ini terjadi kelangkaan minyak goreng dipasaran. Mendapati pertanyaan tersebut Ridwan lantas menyampaikan jika saat ini banyak produsen minyak goreng skala mikro hingga menengah gulung tikar akibat tidak mampu membeli bahan baku yang mengalami kenaikan. Hal inilah yang membuat produksi minyak goreng secara nasional mengalami fluktuasi. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/