alexametrics
29 C
Gresik
Thursday, 27 January 2022

Tak Kunjung Dikerjakan, Proyek Drainase Disidak Dewan

GRESIK – Pembangunan saluran drainase Jalan Arif Rahman Hakim mendapat sorotan dari dewan. Pasalnya, hingga kini pembangunan tak kunjung dimulai. Padahal, kontrak kerja proyek senilai Rp 500 juta ini akan berakhir pada 30 Desember mendatang.

Dari pantauan di lapangan, u-ditch sudah didatangkan kontraktor sejak beberapa minggu yang lalu. Namun, pekerjaan belum terlihat dimulai.

“Tidak mungkin bisa selesai dengan sisa waktu yang ada,”ungkap Sekretaris Komisi III, Abdullah Hamdi saat mendatangi lokasi proyek.

Dikatakan, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengingatkan pelaksana proyek. Serta memperketat pengawasan pelaksaannya. “Bukan hanya Arif Rahman Hakim, banyak proyek lain yang juga terlambat pekerjaannya,” ungkap dia.

Terkait proyek saluran Arif Rahman Hakim pihaknya menemukan sejumlah persoalan. Misalnya, terkait bentuk u-ditch. Ada tambahan tulang besi yang menonjol keluar sepanjang 40 sentimeter. Padahal, u-ditch berasal dari produksi pabrikan.

“Sepertinya u-ditch dimodifikasi sendiri. Nanti ada penambahan cor sebelum dipasang tutupnya. Kalau produksi pabrikan, tidak ada model u-ditch dengan tambahan tulangan besi,”imbuh dia.

Abdullah Hamdi dengan penuh kecurigaan mencoba menggoyang-goyang tambahan tulangan besi yang menonjol tersebut. Ternyata, tambahan besi tulangan di u-ditch mudah goyang. Bahkan, ada besi tulangan yang terlepas. Selain itu, dia mengamati ada bekas sambungan antara u-ditch tersebut.

“Di Komisi III, kami belum mendapat laporan seluruh proyek peningkatan drainase. Sementara yang sudah dikirim oleh DPUTR hanya progress proyek jembatan dan jalan. Secepatnya kita minta,”tandas dia. (rof)

GRESIK – Pembangunan saluran drainase Jalan Arif Rahman Hakim mendapat sorotan dari dewan. Pasalnya, hingga kini pembangunan tak kunjung dimulai. Padahal, kontrak kerja proyek senilai Rp 500 juta ini akan berakhir pada 30 Desember mendatang.

Dari pantauan di lapangan, u-ditch sudah didatangkan kontraktor sejak beberapa minggu yang lalu. Namun, pekerjaan belum terlihat dimulai.

“Tidak mungkin bisa selesai dengan sisa waktu yang ada,”ungkap Sekretaris Komisi III, Abdullah Hamdi saat mendatangi lokasi proyek.

-

Dikatakan, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk mengingatkan pelaksana proyek. Serta memperketat pengawasan pelaksaannya. “Bukan hanya Arif Rahman Hakim, banyak proyek lain yang juga terlambat pekerjaannya,” ungkap dia.

Terkait proyek saluran Arif Rahman Hakim pihaknya menemukan sejumlah persoalan. Misalnya, terkait bentuk u-ditch. Ada tambahan tulang besi yang menonjol keluar sepanjang 40 sentimeter. Padahal, u-ditch berasal dari produksi pabrikan.

“Sepertinya u-ditch dimodifikasi sendiri. Nanti ada penambahan cor sebelum dipasang tutupnya. Kalau produksi pabrikan, tidak ada model u-ditch dengan tambahan tulangan besi,”imbuh dia.

Abdullah Hamdi dengan penuh kecurigaan mencoba menggoyang-goyang tambahan tulangan besi yang menonjol tersebut. Ternyata, tambahan besi tulangan di u-ditch mudah goyang. Bahkan, ada besi tulangan yang terlepas. Selain itu, dia mengamati ada bekas sambungan antara u-ditch tersebut.

“Di Komisi III, kami belum mendapat laporan seluruh proyek peningkatan drainase. Sementara yang sudah dikirim oleh DPUTR hanya progress proyek jembatan dan jalan. Secepatnya kita minta,”tandas dia. (rof)

Most Read

Berita Terbaru