alexametrics
25 C
Gresik
Friday, 20 May 2022

Dua Kali Dipanggil DPRD, Kades Munggugebang Mangkir

GRESIK – Kepala Desa Munggugebang, Wariyanto kembali mangkir pada pemanggilan kedua dewan. Kali ini, dengan alasan sakit. Komisi I DPRD Gresik akan menghubungi dokter yang merawat Wariyanto.

Selain Wariyanto, pada rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Komisi I DPRD Gresik itu, panitia penjaringan perangkat desa (P3D) juga tidak hadir. Pihak panitia tidak memenuhi undangan legislatif tanpa alasan.

Rapat tersebut hanya dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, inspektorat, kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Kemudian Camat Benjeng, Suryo Wibowo dan lembaga swadaya masyarakat.

Seleksi perangkat Desa Munggugebang, diikuti tiga peserta itu yakni Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis, Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 68. Akibatnya proses seleksi itu viral di media sosial.

Ketua Komisi I DPRD Gresik, Jumanto mengatakan hearing kali ini kembali lagi hanya sebatas menerima masukan saja.

Dalam tes tersebut, ada 100 soal. Terdiri dari matematika, tes wawasan kebangsaan, bahasa indonesia, undang-undang desa dan pemerintahan desa. Dengan waktu 120 menit, peserta atas nama Sri Danarti selesai lebih dahulu tidak sampai satu jam.

Kemudian disusul Wildan. Terakhir, Suami Sri, Suparno selesai mengerjakan. Komisi I belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait seleksi hingga pelantikan perangkat desa di Munggugebang yang masih dalam pemeriksaan inspektorat.  Dalam dua kali pemanggilan, Wariyanto tidak kunjung datang memenuhi undangan.

 

“Kami akan cek dengan menghubungi dokter, menanyakan kesehatannya (Wariyanto) seperti apa, kondisinya bagaimana ?” ucapnya, Selasa (25/5).

Pihak komisi I akan mengecek kesehatan kepala desa, setelah itu baru akan menjadwalkan pemanggilan ketiga.  “Setelah kami tahu kondisi kesehatannya, baru dijadwalkan pemanggilan ketiga,” tuturnya.

Sementara Kepala Inspektorat Gresik, Eddy Hadi Siswoyo dalam rapat itu, menegaskan proses pemeriksaan masih terus berjalan. Sejumlah pihak dipanggil sebatas untuk menggali keterangan seleksi perangkat desa Munggugebang.

Pihaknya meminta agar bersabar menunggu hasil proses pemeriksaan selesai.  “Nanti tunggu tanggal mainnya,” kata dia.

Seperti diberitakan Kepala Desa Munggugebang Wariyanto melantik Kasi Pemerintahan di kawasan gudang di Romokalisari, Surabaya pada Kamis, 20 Mei 2021 sore. Pelantikan dikabarkan dihadiri 16 orang. Mereka menumpang empat mobil bertuliskan ‘Rombongan Manten’.  Pelantikan dilakukan sehari pasca ratusan warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng ngeluruk balai desa setempat pada Rabu malam, (19/5). Mereka mendesak Kepala Desa Munggugebang Wariyanto menunda pelantikan Suparno sebagai kepala seksi pemerintahan desa setempat.  Penolakan warga itu muncul karena  hasil penjaringan kepala seksi pemerintahan Desa Mungungebang, Kecamatan Benjeng, Gresik yang dilakukan oleh Panitia penjaringan Perangkat Desa (P3D) terdapat kejanggalan sehingga menuai kontroversi.  Seleksi itu diikuti tiga peserta itu yakni Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 68.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah menerima laporan adanya dugaan kejanggalan itu meminta inspektorat untuk melakukan investigasi.

Sejumlah pihak terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa itu telah dimintai keterangan. Investigasi belum kelar, kepala desa kebelet melantik Suparno bahkan secara diam-diam di kawasan area pergudangan menggunakan tenda terop.

 

Dalam SK pelantikan Kasi Pemerintahan Munggugebang itu tertulis tertanggal 19 dicoret menjadi 20 mei 2021 atas nama Suparno, Jabatan  Kasi Pemerintahan, dengan  masa jabatan  sesuai batas usia maksimal.(yud/han)

GRESIK – Kepala Desa Munggugebang, Wariyanto kembali mangkir pada pemanggilan kedua dewan. Kali ini, dengan alasan sakit. Komisi I DPRD Gresik akan menghubungi dokter yang merawat Wariyanto.

Selain Wariyanto, pada rapat dengar pendapat (hearing) di ruang Komisi I DPRD Gresik itu, panitia penjaringan perangkat desa (P3D) juga tidak hadir. Pihak panitia tidak memenuhi undangan legislatif tanpa alasan.

Rapat tersebut hanya dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, inspektorat, kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD). Kemudian Camat Benjeng, Suryo Wibowo dan lembaga swadaya masyarakat.

-

Seleksi perangkat Desa Munggugebang, diikuti tiga peserta itu yakni Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis, Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 68. Akibatnya proses seleksi itu viral di media sosial.

Ketua Komisi I DPRD Gresik, Jumanto mengatakan hearing kali ini kembali lagi hanya sebatas menerima masukan saja.

Dalam tes tersebut, ada 100 soal. Terdiri dari matematika, tes wawasan kebangsaan, bahasa indonesia, undang-undang desa dan pemerintahan desa. Dengan waktu 120 menit, peserta atas nama Sri Danarti selesai lebih dahulu tidak sampai satu jam.

Kemudian disusul Wildan. Terakhir, Suami Sri, Suparno selesai mengerjakan. Komisi I belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait seleksi hingga pelantikan perangkat desa di Munggugebang yang masih dalam pemeriksaan inspektorat.  Dalam dua kali pemanggilan, Wariyanto tidak kunjung datang memenuhi undangan.

 

“Kami akan cek dengan menghubungi dokter, menanyakan kesehatannya (Wariyanto) seperti apa, kondisinya bagaimana ?” ucapnya, Selasa (25/5).

Pihak komisi I akan mengecek kesehatan kepala desa, setelah itu baru akan menjadwalkan pemanggilan ketiga.  “Setelah kami tahu kondisi kesehatannya, baru dijadwalkan pemanggilan ketiga,” tuturnya.

Sementara Kepala Inspektorat Gresik, Eddy Hadi Siswoyo dalam rapat itu, menegaskan proses pemeriksaan masih terus berjalan. Sejumlah pihak dipanggil sebatas untuk menggali keterangan seleksi perangkat desa Munggugebang.

Pihaknya meminta agar bersabar menunggu hasil proses pemeriksaan selesai.  “Nanti tunggu tanggal mainnya,” kata dia.

Seperti diberitakan Kepala Desa Munggugebang Wariyanto melantik Kasi Pemerintahan di kawasan gudang di Romokalisari, Surabaya pada Kamis, 20 Mei 2021 sore. Pelantikan dikabarkan dihadiri 16 orang. Mereka menumpang empat mobil bertuliskan ‘Rombongan Manten’.  Pelantikan dilakukan sehari pasca ratusan warga Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng ngeluruk balai desa setempat pada Rabu malam, (19/5). Mereka mendesak Kepala Desa Munggugebang Wariyanto menunda pelantikan Suparno sebagai kepala seksi pemerintahan desa setempat.  Penolakan warga itu muncul karena  hasil penjaringan kepala seksi pemerintahan Desa Mungungebang, Kecamatan Benjeng, Gresik yang dilakukan oleh Panitia penjaringan Perangkat Desa (P3D) terdapat kejanggalan sehingga menuai kontroversi.  Seleksi itu diikuti tiga peserta itu yakni Suparno dan istrinya, Sri Danarti. Keduanya lulusan kejar Paket C (setara SMA) serta Wildan Erhu Nugraha, alumnus Unair Surabaya.

Hasil seleksi tes tulis Suparno yang mantan Ketua BPD itu mendapatkan nilai sempurna yakni 100. Istrinya, Sri Danarti mendapatkan nilai nyaris sempurna yakni 99. Sedangkan, Wildan yang menjadi guru swasta itu mendapatkan nilai 68.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani setelah menerima laporan adanya dugaan kejanggalan itu meminta inspektorat untuk melakukan investigasi.

Sejumlah pihak terkait pelaksanaan seleksi perangkat desa itu telah dimintai keterangan. Investigasi belum kelar, kepala desa kebelet melantik Suparno bahkan secara diam-diam di kawasan area pergudangan menggunakan tenda terop.

 

Dalam SK pelantikan Kasi Pemerintahan Munggugebang itu tertulis tertanggal 19 dicoret menjadi 20 mei 2021 atas nama Suparno, Jabatan  Kasi Pemerintahan, dengan  masa jabatan  sesuai batas usia maksimal.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/