alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

DPRD Minta Pemkab Segera Cairkan Insentif Nakes

GRESIK – DPRD Kabupaten Gresik mendesak agar Pemerintah Kabupaten Gresik segera mencairkan insentif para tenaga kesehatan (Nakes). Pasalnya ditengah kasus positif yang sedang mengalami peningkatan cukup signifikan, cairnya insentif bisa menjadi penyemangat para nakes dalam bekerja.

Dalam rapat bersama badan anggaran (banggar), para tenaga kesehatan itu sejauh ini baru menerima insentif hingga bulan Januari. Begitu mengajukan Lpj untuk pencairan bulan Februari ditolak dan dikembalikan. Sumber di lingkungan nakes meyebutkan, anggaran insentif saat ini sudah tidak ada alias habis. Jika terakhir cair Januari, artinya sudah enam bulan insentif nakes belum diterimakan.

Anggota Banggar DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan, dana untuk penanganan covid di Dinas Kesehatan ada Rp 40 miliar. Dari jumlah itu Rp 19 miliar diantaranya untuk insentif nakes. Terkait belum cairnya insentif ini, politisi PKB itu berharap agar Pemkab Gresik bergerak cepat. Sebab, insentif itu bisa menjadi semangat baru bagi para nakes yang saat ini tengah berjuang. “Dari total Rp 40 miliar itu baru cair Rp 14 miliar. Untuk insentifnya sudah cair berapa belum punya data lengkapnya,” kata Syahrul. Wakil Ketua Komisi II itu menyebut, belum cairnya insentif ini karena persoalan regulasi. Pemkab masih berpegang pada regulasi penanganan pekerja migran indonesia (PMI) padahal sekarang nakes sudah kembali mengangani covid. “Lha ini Perbupnya sampai mana belum tahu. Kabarnya sudah di bagian hukum. Tapi kami minta segera diselesaikan agar insentif bisa segera cair,” jelasnya.

Perlu diketahui, insentif ini diberikan khusus untuk tenaga kesehatan. Baik pns maupun non pns. Untuk nakes di rumah sakit pembagiannya yakni dokter spesialis mendapat Rp 12 juta per bulan. Kemudian dokter umum Rp 5 juta, perawat/bidan Rp 4 juta, dan kesehatan lain Rp 3 juta.  Sedangkan nakes di puskesmas dan dinkes nilainya lebih rendah. Yakni, dokter umum dan dokter gigi Rp 2,5 juta, perawat/bidan Rp 2 juta, dan nakes lain Rp 1,5 juta. (fir/han)


GRESIK – DPRD Kabupaten Gresik mendesak agar Pemerintah Kabupaten Gresik segera mencairkan insentif para tenaga kesehatan (Nakes). Pasalnya ditengah kasus positif yang sedang mengalami peningkatan cukup signifikan, cairnya insentif bisa menjadi penyemangat para nakes dalam bekerja.

Dalam rapat bersama badan anggaran (banggar), para tenaga kesehatan itu sejauh ini baru menerima insentif hingga bulan Januari. Begitu mengajukan Lpj untuk pencairan bulan Februari ditolak dan dikembalikan. Sumber di lingkungan nakes meyebutkan, anggaran insentif saat ini sudah tidak ada alias habis. Jika terakhir cair Januari, artinya sudah enam bulan insentif nakes belum diterimakan.

Anggota Banggar DPRD Gresik Syahrul Munir mengatakan, dana untuk penanganan covid di Dinas Kesehatan ada Rp 40 miliar. Dari jumlah itu Rp 19 miliar diantaranya untuk insentif nakes. Terkait belum cairnya insentif ini, politisi PKB itu berharap agar Pemkab Gresik bergerak cepat. Sebab, insentif itu bisa menjadi semangat baru bagi para nakes yang saat ini tengah berjuang. “Dari total Rp 40 miliar itu baru cair Rp 14 miliar. Untuk insentifnya sudah cair berapa belum punya data lengkapnya,” kata Syahrul. Wakil Ketua Komisi II itu menyebut, belum cairnya insentif ini karena persoalan regulasi. Pemkab masih berpegang pada regulasi penanganan pekerja migran indonesia (PMI) padahal sekarang nakes sudah kembali mengangani covid. “Lha ini Perbupnya sampai mana belum tahu. Kabarnya sudah di bagian hukum. Tapi kami minta segera diselesaikan agar insentif bisa segera cair,” jelasnya.

Perlu diketahui, insentif ini diberikan khusus untuk tenaga kesehatan. Baik pns maupun non pns. Untuk nakes di rumah sakit pembagiannya yakni dokter spesialis mendapat Rp 12 juta per bulan. Kemudian dokter umum Rp 5 juta, perawat/bidan Rp 4 juta, dan kesehatan lain Rp 3 juta.  Sedangkan nakes di puskesmas dan dinkes nilainya lebih rendah. Yakni, dokter umum dan dokter gigi Rp 2,5 juta, perawat/bidan Rp 2 juta, dan nakes lain Rp 1,5 juta. (fir/han)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru