alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Pencoretan Warga Miskin dari KPM Menuai Protes

GRESIK – Pencoretan ribuan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menuai protes. Pasalnya, sejumlah warga yang dinilai belum mampu ikut tercoret. Salah satunya, Yasimah, warga Dusun Kalimati Barat Desa Kalirejo Kecamatan Dukun.

Pencoretan Yasimah membuat kaget Kepala Desa Kalirejo Saiful Arif. Pasalnya, dirinya tidak pernah diajak komunikasi oleh Dinsos terkait pencoretan tersebut. “Sejumlah warga saya memang dicoret. Saya juga kaget padahal masih tidak mampu kenapa dicoret,” ujarnya, kemarin.

Saiful mengungkapkan proses pencoretan KPM harus melibatkan desa. Karena ada sejumlah warga yang belum mampu tapi ikut tercoret. “Kalau seperti ini, kami yang disalahkan warga. Padahal kami tidak tahu menahu,” ungkapnya.

Sementara itu, Yasimah, 75, salah satu KPM yang dicoret oleh Dinsos mengaku sangat kaget. Sebab, dirinya sangat bergantung pada bantuan tersebut. Kondisinya yang renta tak memungkinkan lagi untuk bekerja mendapatkan uang.

“Saya sejak bulan ini sudah tidak dapat bantuan. Tahunya saat cucu saya mau ambil bantuan sembako, tapi kata petugasnya saya sudah tidak dapat lagi. Tapi ya tidak apa-apa, mau gimana lagi sembarinya sambil menundukan kepala,” terangnya, Rabu (20/1).

Lebih lanjut Yasimah menuturkan biasanya setiap bulan dia menukar uang dalam kartu untuk mendapatkan bantuan. Ia mengaku sudah lama tercatat sebagai penerima manfaat. Namun sejak bulan ini, telah dicoret.

Biasanya dari paket bantuan sembako itu, ia mendapatkan beras 12 Kg, buah, daging ayam dan telur ayam enam biji serta kacang. Bantuan itu biasanya cukup untuk kebutuhan makan dalam satu bulan.

“Berasnya cukup sebulanan, tinggal cari lauknya saja. Selama ini saya memang menggantungkan bantuan itu untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Yasimahpun berharap dirinya bisa mendapatkan bantuan sembako kembali. Sebab selain sudah tua, dia hanya hidup bersama anaknya yang kebetulan sakit.

“Tentu harapan bisa dapat bantuan ini lagi, sudah tidak ada lagi yang mencarikan uang. Suami saya sudah lama meninggal, saya tinggal bersama anak yang terkahir kebetulan sedang sakit,” harapanya.

Sementara itu dari data yang diperoleh Dinsos Gresik, ada 21.845 keluarga penerima manfaat (KPM) program kartu sembako dicoret atau digraduasi. Termasuk, nenek Yasimah warga Desa Kalirejo Kecamatan Dukun. (yud/rof)

GRESIK – Pencoretan ribuan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menuai protes. Pasalnya, sejumlah warga yang dinilai belum mampu ikut tercoret. Salah satunya, Yasimah, warga Dusun Kalimati Barat Desa Kalirejo Kecamatan Dukun.

Pencoretan Yasimah membuat kaget Kepala Desa Kalirejo Saiful Arif. Pasalnya, dirinya tidak pernah diajak komunikasi oleh Dinsos terkait pencoretan tersebut. “Sejumlah warga saya memang dicoret. Saya juga kaget padahal masih tidak mampu kenapa dicoret,” ujarnya, kemarin.

Saiful mengungkapkan proses pencoretan KPM harus melibatkan desa. Karena ada sejumlah warga yang belum mampu tapi ikut tercoret. “Kalau seperti ini, kami yang disalahkan warga. Padahal kami tidak tahu menahu,” ungkapnya.

-

Sementara itu, Yasimah, 75, salah satu KPM yang dicoret oleh Dinsos mengaku sangat kaget. Sebab, dirinya sangat bergantung pada bantuan tersebut. Kondisinya yang renta tak memungkinkan lagi untuk bekerja mendapatkan uang.

“Saya sejak bulan ini sudah tidak dapat bantuan. Tahunya saat cucu saya mau ambil bantuan sembako, tapi kata petugasnya saya sudah tidak dapat lagi. Tapi ya tidak apa-apa, mau gimana lagi sembarinya sambil menundukan kepala,” terangnya, Rabu (20/1).

Lebih lanjut Yasimah menuturkan biasanya setiap bulan dia menukar uang dalam kartu untuk mendapatkan bantuan. Ia mengaku sudah lama tercatat sebagai penerima manfaat. Namun sejak bulan ini, telah dicoret.

Biasanya dari paket bantuan sembako itu, ia mendapatkan beras 12 Kg, buah, daging ayam dan telur ayam enam biji serta kacang. Bantuan itu biasanya cukup untuk kebutuhan makan dalam satu bulan.

“Berasnya cukup sebulanan, tinggal cari lauknya saja. Selama ini saya memang menggantungkan bantuan itu untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Yasimahpun berharap dirinya bisa mendapatkan bantuan sembako kembali. Sebab selain sudah tua, dia hanya hidup bersama anaknya yang kebetulan sakit.

“Tentu harapan bisa dapat bantuan ini lagi, sudah tidak ada lagi yang mencarikan uang. Suami saya sudah lama meninggal, saya tinggal bersama anak yang terkahir kebetulan sedang sakit,” harapanya.

Sementara itu dari data yang diperoleh Dinsos Gresik, ada 21.845 keluarga penerima manfaat (KPM) program kartu sembako dicoret atau digraduasi. Termasuk, nenek Yasimah warga Desa Kalirejo Kecamatan Dukun. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/