alexametrics
30.4 C
Gresik
Wednesday, 25 May 2022

Habiskan Ratusan Juta Uang Desa, Pembangunan Jembatan Wadak Disorot

GRESIK – Pembangunan Jembatan di Desa Wadak Kidul, Kecamatan Duduksampeyan jadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, jembatan yang panjangnya hanya empat meter biaya pembangunannya menghabiskan anggaran hingga Rp 200 juta.

Pantauan di lapangan, jembatan yang terlihat baru itu menghubungkan jalan menuju ke pertambakan atau sawah. Jembatan tersebut juga tidak memiliki pembatas di kanan maupun di kiri seperti jembatan pada umumnya.

Adapun sesuai papan informasi yang terpasang, pembangunan jembatan itu memakai dana bantuan keuangan tahun anggaran 2020. Dengan rincian bangunan panjang 4 meter dan lebar 4 meter.

Menanggapi viralnya jembatan 4 meter itu, Kepala Desa Wadak Kidul, Moh Hamam membenarkan jika pembangunan jembatan menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta. Dia juga menerangkan, jika dana itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2020.

“Dana itu diambilkan dari Bantuan Khusus atau BK. Memang nilainya segitu,” kata Kades saat ditemui di Balai Desa Wadak Kidul, kemarin.

Dia menuturkan, proses pembangunan jembatan juga diketahui oleh pihak Kecamatan Duduksampeyan. Bahkan pihak desa kerap meminta usul agar bangunan sesuai standar. Bahkan untuk membuat jembatan itu, pihaknya mengaku memghabiskan waktu hingga tiga bulan.

“Pekerjaan memakan waktu hingga tiga bulan. Dikerjakan Oktober dan selesai Desember 2020,” katanya.

Lebih lanjut, Hamam juga menyebutkan, besaran anggaran itu disebabkan karena salah satunya kondisi tanah di sekitar jembatan sangat labil. Untuk itu sebelum membangun jembatan, kontraktor pelaksana memasang paku bumi sedalam 1,5 meter.

“Kondisi tanahnya memang bergerak. Jika kontruksinya tidak kuat maka jembatan akan cepat ambles,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mempersilahkan pihak-pihak yang akan melakukan pengecekan atau verifikasi pada jembatan. Jika dianggap jembatan tersebut dinilai janggal.

“Proyek ini RAB-nya juga ada. Perihal pembatas, nanti jika sudah selesai dari verifikasi baru kami beri pembatas,” katanya. (fir/rof)

GRESIK – Pembangunan Jembatan di Desa Wadak Kidul, Kecamatan Duduksampeyan jadi sorotan masyarakat. Bagaimana tidak, jembatan yang panjangnya hanya empat meter biaya pembangunannya menghabiskan anggaran hingga Rp 200 juta.

Pantauan di lapangan, jembatan yang terlihat baru itu menghubungkan jalan menuju ke pertambakan atau sawah. Jembatan tersebut juga tidak memiliki pembatas di kanan maupun di kiri seperti jembatan pada umumnya.

Adapun sesuai papan informasi yang terpasang, pembangunan jembatan itu memakai dana bantuan keuangan tahun anggaran 2020. Dengan rincian bangunan panjang 4 meter dan lebar 4 meter.

-

Menanggapi viralnya jembatan 4 meter itu, Kepala Desa Wadak Kidul, Moh Hamam membenarkan jika pembangunan jembatan menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta. Dia juga menerangkan, jika dana itu sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2020.

“Dana itu diambilkan dari Bantuan Khusus atau BK. Memang nilainya segitu,” kata Kades saat ditemui di Balai Desa Wadak Kidul, kemarin.

Dia menuturkan, proses pembangunan jembatan juga diketahui oleh pihak Kecamatan Duduksampeyan. Bahkan pihak desa kerap meminta usul agar bangunan sesuai standar. Bahkan untuk membuat jembatan itu, pihaknya mengaku memghabiskan waktu hingga tiga bulan.

“Pekerjaan memakan waktu hingga tiga bulan. Dikerjakan Oktober dan selesai Desember 2020,” katanya.

Lebih lanjut, Hamam juga menyebutkan, besaran anggaran itu disebabkan karena salah satunya kondisi tanah di sekitar jembatan sangat labil. Untuk itu sebelum membangun jembatan, kontraktor pelaksana memasang paku bumi sedalam 1,5 meter.

“Kondisi tanahnya memang bergerak. Jika kontruksinya tidak kuat maka jembatan akan cepat ambles,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mempersilahkan pihak-pihak yang akan melakukan pengecekan atau verifikasi pada jembatan. Jika dianggap jembatan tersebut dinilai janggal.

“Proyek ini RAB-nya juga ada. Perihal pembatas, nanti jika sudah selesai dari verifikasi baru kami beri pembatas,” katanya. (fir/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/