alexametrics
31 C
Gresik
Saturday, 23 October 2021

Datangi DPRD, Nelayan Tradisional Mengeluh Sulit Dapat BBM Subsidi

GRESIK – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Gresik mendatangi kantor DPRD Gresik, kemarin. Kedatangan mereka untuk mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua KNTI Gresik, Sulton mengatakan pihaknya bersama para nelayan meminta agar dewan bisa memberikan solusi terkait sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. “Kami berharap agar DPRD bisa mendorong pemerintah membangun Stasiun Pengisian BBM Nelayan (SPBN) dekat dengan perkampungan nelayan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta KNTI dilibatkan dalam perumusan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan nasib nelayan di Gresik. “Sehingga keluhan-keluhan kami bisa terakomodir dan mendapatkan solusi. Karena kami yang tahu betul kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Gresik Markasim Halim Widianto mengatakan pihaknya berjanji bakal menindaklanjuti keluhan para nelayan. Salah satunya, dengan menyampaikan kepada dinas terkait.

“Kami akan fasilitasi teman-teman nelayan audensi dengan dinas perikanan,” kata Markasim.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi II Hamzah Takim. Menurut dia, sebetulnya dinas perikanan cukup mudah dalam menyelesaikan persoalan BBM bersubsidi. Oleh karena itu, semua pihak harus duduk bersama.

“Kami juga berharap ada Perbup yang memberikan kemudahan kepada nelayan maupun petambak mendapatkan BBM bersubsidi,” imbuhnya. (rof)

 


GRESIK – Sejumlah nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Gresik mendatangi kantor DPRD Gresik, kemarin. Kedatangan mereka untuk mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ketua KNTI Gresik, Sulton mengatakan pihaknya bersama para nelayan meminta agar dewan bisa memberikan solusi terkait sulitnya mendapatkan BBM bersubsidi. “Kami berharap agar DPRD bisa mendorong pemerintah membangun Stasiun Pengisian BBM Nelayan (SPBN) dekat dengan perkampungan nelayan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta KNTI dilibatkan dalam perumusan kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan nasib nelayan di Gresik. “Sehingga keluhan-keluhan kami bisa terakomodir dan mendapatkan solusi. Karena kami yang tahu betul kondisi di lapangan,” ungkapnya.

-

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Gresik Markasim Halim Widianto mengatakan pihaknya berjanji bakal menindaklanjuti keluhan para nelayan. Salah satunya, dengan menyampaikan kepada dinas terkait.

“Kami akan fasilitasi teman-teman nelayan audensi dengan dinas perikanan,” kata Markasim.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi II Hamzah Takim. Menurut dia, sebetulnya dinas perikanan cukup mudah dalam menyelesaikan persoalan BBM bersubsidi. Oleh karena itu, semua pihak harus duduk bersama.

“Kami juga berharap ada Perbup yang memberikan kemudahan kepada nelayan maupun petambak mendapatkan BBM bersubsidi,” imbuhnya. (rof)

 


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru