alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Jelang Gerbong Mutasi, Pejabat Gresik Tegang, BKD Belum Panggil AHW

GRESIK-Rencana kocok ulang pejabat membuat jajaran pejabat di bawah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tegang. Bahkan, ada ketidakharmonisan antar pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Gresik menjelang bergeraknya gerbong mutasi.

Beberapa pejabat yang merupakan rekan sejawat bahkan ada yang tidak menginginkan Andhy Hendro Wijaya (AHW) kembali menduduki posisi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Tidak diketahui secara persis apa penyebabnya, namun kuat dugaan lantaran AHW merupakan pejabat baru yang memiliki perjalanan karir cukup pesat.

Sampai kini, status Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik AHW pun belum jelas. Padahal, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana akan mengembalikan status ASN AHW dalam waktu secepatnya.

Kepada Radar Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengaku belum mengetahui rencana Pemkab Gresik mengembalikan posisinya sekaligus melakukan kocok ulang jabatan sekda. “Belum, saya tidak tahu,” ujar Andhy singkat. Ironisnya, pihak dari Pemkab Gresik juga belum ada yang menghubungi. Meski demikian AHW mengaku sedikit lega jika komunikasinya dengan Pemkab Gresik berangsur mencair. Dia juga hanya berharap apa yang sejak awal menjadi haknya bisa dikembalikan. “Saya serahkan semuanya pada Allah dan pimpinan pemerintahan saat ini.”tegas Andhy.

Andhy Hendro Wijaya (AHW)

Salah satu pejabat Eselon II Pemkab Gresik mengatakan, sejak awal kasus AHW mencuat ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen tersebut agar AHW tidak kembali jadi sekda. “Peluang untuk pemilihan orang ketiga di Pemkab Gresik terbuka kembali,” katanya.

Baca sebelumnya terkait mutasi pejabat di https://radargresik.jawapos.com/politika/05/08/2021/siap-siap-puluhan-pejabat-di-gresik-bakal-dirombak-total/

Sementara itu, Kepala BKD Gresik, Nadlif memilih diam saat  dikonfirmasi. Sebelumnya diberitakan, Bupati Gresik periode 2015-2020, Sambari Halim Radianto menonaktifkan Andhy Hendro Wijaya (AHW) dari jabatannya sebagai Sekda Gresik sesuai SK Nomor 887/ 04/437.73/Kep/2020 tanggal 25 Februari 2020 karena tersandung dugaan korupsi. Namun Mahkamah Agung (MA) memutus bebas AHW dari segala jenis tuntutan. (fir/han)

GRESIK-Rencana kocok ulang pejabat membuat jajaran pejabat di bawah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tegang. Bahkan, ada ketidakharmonisan antar pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Gresik menjelang bergeraknya gerbong mutasi.

Beberapa pejabat yang merupakan rekan sejawat bahkan ada yang tidak menginginkan Andhy Hendro Wijaya (AHW) kembali menduduki posisi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik. Tidak diketahui secara persis apa penyebabnya, namun kuat dugaan lantaran AHW merupakan pejabat baru yang memiliki perjalanan karir cukup pesat.

Sampai kini, status Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik AHW pun belum jelas. Padahal, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berencana akan mengembalikan status ASN AHW dalam waktu secepatnya.

-

Kepada Radar Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengaku belum mengetahui rencana Pemkab Gresik mengembalikan posisinya sekaligus melakukan kocok ulang jabatan sekda. “Belum, saya tidak tahu,” ujar Andhy singkat. Ironisnya, pihak dari Pemkab Gresik juga belum ada yang menghubungi. Meski demikian AHW mengaku sedikit lega jika komunikasinya dengan Pemkab Gresik berangsur mencair. Dia juga hanya berharap apa yang sejak awal menjadi haknya bisa dikembalikan. “Saya serahkan semuanya pada Allah dan pimpinan pemerintahan saat ini.”tegas Andhy.

Andhy Hendro Wijaya (AHW)

Salah satu pejabat Eselon II Pemkab Gresik mengatakan, sejak awal kasus AHW mencuat ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen tersebut agar AHW tidak kembali jadi sekda. “Peluang untuk pemilihan orang ketiga di Pemkab Gresik terbuka kembali,” katanya.

Baca sebelumnya terkait mutasi pejabat di https://radargresik.jawapos.com/politika/05/08/2021/siap-siap-puluhan-pejabat-di-gresik-bakal-dirombak-total/

Sementara itu, Kepala BKD Gresik, Nadlif memilih diam saat  dikonfirmasi. Sebelumnya diberitakan, Bupati Gresik periode 2015-2020, Sambari Halim Radianto menonaktifkan Andhy Hendro Wijaya (AHW) dari jabatannya sebagai Sekda Gresik sesuai SK Nomor 887/ 04/437.73/Kep/2020 tanggal 25 Februari 2020 karena tersandung dugaan korupsi. Namun Mahkamah Agung (MA) memutus bebas AHW dari segala jenis tuntutan. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/