Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siapkan Titik Pompa Hadapi Musim Hujan, DPRD Gresik Minta Efektivitas Drainase Dioptimalkan

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
PEMBERSIHAN : Petugas dari dinas terkait saat melakukan pembersihan dan pengerukan sedimen pada saluran drainase di kawasan pusat kota Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
PEMBERSIHAN : Petugas dari dinas terkait saat melakukan pembersihan dan pengerukan sedimen pada saluran drainase di kawasan pusat kota Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Langkah antisipasi menghadapi potensi genangan air dan banjir saat musim hujan tiba mulai dimatangkan di wilayah perkotaan Kabupaten Gresik.

Selain menggalakkan pengerukan dan pembersihan saluran drainase, pemerintah daerah telah menyiagakan unit pompa air di enam titik strategis guna mempercepat aliran buangan air.

Enam titik rumah pompa yang disiagakan tersebut tersebar di kawasan rawan, yakni Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Towo, Rumah Pompa Lumpur, Pulopancikan, serta Banjaragung.

Keberadaan infrastruktur ini diproyeksikan mampu menyedot debit air secara merata saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah pesisir perkotaan dan sekitar Waduk Bunder.

Meski begitu, efektivitas operasional infrastruktur penanggulangan banjir tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran DPRD Kabupaten Gresik.

Advertisement

Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyoroti kinerja rumah pompa di Banjaragung yang dinilai belum optimal mereduksi genangan air di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Menurut Hamdi, saat hujan deras turun, ruas jalan protokol tersebut kerap tergenang air meskipun sudah ditunjang oleh konstruksi saluran drainase berukuran besar. Ia menduga sumbatan teknis pada mulut saluran air menjadi pemicu utama lambatnya proses penyerapannya.

“Mungkin lubang inlet dari bahu jalan menuju saluran drainase perlu dibersihkan secara rutin dari sampah dan endapan tanah, agar limpasan air hujan bisa langsung mengalir lancar ke dalam drainase,” ujar Hamdi. 

Hamdi menegaskan, keberadaan mesin pompa berkapasitas besar akan sia-sia jika akses masuk air dari permukaan jalan menuju drainase utama tersumbat.

Selain kawasan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Komisi III DPRD Gresik turut menaruh perhatian pada titik genangan di Jalan KH Syafi’i, Kecamatan Manyar. Selama ini, buangan air dari kawasan tersebut dialirkan menuju anak sungai di Desa Dahanrejo yang sebelumnya telah dinormalisasi untuk memperlancar arus menuju waduk penampungan.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Kawal Perda Nomor 1 Tahun 2024, Fraksi PKB DPRD Gresik Gelar Dialog Publik Fasilitasi Pesantren

Kawal Perda Nomor 1 Tahun 2024, Fraksi PKB DPRD Gresik Gelar Dialog Publik Fasilitasi Pesantren

RADAR GRESIK – Implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Fasilitasi Pesantren di Kabupaten Gresik terus dikawal secara insentif.

Tekan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, DPRD Gresik Minta Pembentukan Forum BSAN

Tekan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, DPRD Gresik Minta Pembentukan Forum BSAN

RADAR GRESIK – Jajaran DPRD Kabupaten Gresik mendorong pembentukan forum Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) hingga menjangkau tingkat kecamatan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat sistem pencegahan serta

Kawal Transparansi Dana Desa, DPRD Gresik Bersama Kecamatan Balongpanggang Gelar Monev Strategis

Kawal Transparansi Dana Desa, DPRD Gresik Bersama Kecamatan Balongpanggang Gelar Monev Strategis

RADAR GRESIK – Pemerintah Kecamatan Balongpanggang bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Gresik menggelar agenda strategis Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penguatan Tata Kelola Pemerintah Desa (Pemdes). Berlangsung di Aula

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer