Tekan Pengangguran, BLK Disnaker Gresik Buka Pelatihan Gratis

RADAR GRESIK – Ketatnya persaingan di dunia industri menuntut para pencari kerja untuk menguasai keterampilan teknis yang terstandar dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Guna menjawab tantangan tersebut, Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Gelombang VI untuk dua subsektor keahlian, yakni pengelasan SMAW 3G serta pembuatan roti dan kue (baker), Rabu (28/10/2026).
Sekretaris Disnaker Kabupaten Gresik, Bahtiar Gunawan Hutabarat, menuturkan bahwa pelatihan vokasi merupakan instrumen strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, perluasan kesempatan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Dorong Penataan UMKM dan Hapus Diskriminasi, Anggota DPR RI Nila Yani Minta Disnaker Tegas
“Harapan besar kami, pencari kerja asal Gresik memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni sehingga sanggup bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. Pasalnya, ekosistem industri di Gresik saat ini merekrut tenaga kerja secara terbuka dari berbagai wilayah,” ujar Bahtiar saat membuka acara.
Menurut Bahtiar, penguasaan hard skill menjadi kunci penting agar tenaga kerja lokal memperoleh porsi prioritas di tengah masifnya investasi industri. Oleh sebab itu, materi pelatihan dirancang tidak sekadar memberikan teori dasar, melainkan fokus pada praktik lapangan yang siap diterapkan.
Sementara itu, Kepala UPT BLK Disnaker Gresik, Issusilaningtyas, menjelaskan bahwa perhelatan PVN Gelombang VI ini merupakan program stimulan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo.
Dari total lebih dari 200 pendaftar yang masuk, sebanyak 32 peserta dinyatakan lolos seleksi ketat. Masing-masing kelas keahlian diisi oleh 16 peserta yang berhak mendapatkan seluruh fasilitas pelatihan secara cuma-cuma.
“Kuota yang diterima untuk keahlian pengelasan SMAW 3G sebanyak 16 orang dan pembuatan roti serta kue juga 16 orang. Persaingannya cukup ketat karena pendaftar menembus 200 orang lebih,” tutur Susi, sapaan akrabnya.
Susi menambahkan, muara dari pelatihan ini tidak hanya menyiapkan lulusan yang siap diserap sebagai karyawan industri, melainkan juga mencetak wirausahawan mandiri yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Baca Juga: Respons Dugaan Pungli Rekrutmen di KEK Manyar, Disnaker Gresik Panggil Perusahaan Penyalur Pekan Ini
Selama masa pelatihan, seluruh biaya ditanggung oleh BPVP Sidoarjo Kemnaker RI. Peserta memperoleh seragam, konsumsi harian, bahan praktik, hingga kesempatan mengikuti uji kompetensi resmi yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kendati terbuka secara nasional, masyarakat ber-KTP Gresik tetap mendapat porsi prioritas.



