Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Gresik Sidak Proyek Jalan Bringkang-Menganti, Soroti Hambatan Lalin dan Deviasi Waktu

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
SIDAK : Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdullah Hamdi langsung sidak di proyek peningkatan infrastruktur di ruas Jalan Bringkang-Menganti.
SIDAK : Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdullah Hamdi langsung sidak di proyek peningkatan infrastruktur di ruas Jalan Bringkang-Menganti.

RADAR GRESIK - Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pengerjaan proyek peningkatan infrastruktur di ruas Jalan Bringkang-Menganti.


Advertisement

Sidak ini dilakukan menyusul adanya sejumlah keluhan dari warga dan pengguna jalan terkait keselamatan lalu lintas hingga ketepatan waktu penyelesaian proyek, terutama mengingat pengerjaan dilakukan di tengah musim hujan.

Hamdi menekankan bahwa berbagai persoalan di lapangan harus segera menjadi perhatian serius pihak rekanan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik.

“Saya melihat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Saya melihat belum ada K3 yang memadai baik itu rambu-rambu yang melekat di jalan maupun petugas yang mengatur lalu lintas, karena pekerjaan dilakukan pagi siang sore. Sementara ruas ini sangat padat,” kata Hamdi, Minggu (23/11) 

Advertisement

Menurut Hamdi, bekas galian yang dibiarkan menumpuk juga menjadi persoalan tersendiri. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat arus lalu lintas, tetapi juga memperbesar potensi kecelakaan.

Kompleksitas di Lapangan: Terdapat saluran air dari perkampungan yang langsung menuju saluran yang sedang dikeruk.

Tantangan Utilitas: Di lokasi juga terdapat beberapa saluran utilitas, termasuk PDAM, PJU, tiang-tiang provider, dan tiang listrik.

Advertisement

Selain itu, pihaknya juga menerima laporan adanya beberapa pengendara yang terjatuh akibat kondisi jalan yang licin dan tidak tertata.

“Responnya teman-teman dari PU juga begitu luar biasa, saya beritahukan kemudian langsung dilakukan pembersihan. Kami berharap tidak ada hal seperti itu, tapi harus ada kontinuitas untuk pengawasan di lapangan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamdi menyoroti deviasi atau selisih capaian pekerjaan yang dinilai cukup jauh dari target, yakni sekitar 16 persen.

"Harus dikejar, karena kalau nggak dikejar akan memberikan tekanan untuk bisa menyesuaikan. Itu karena saya lihat ada beberapa pekerjaan yang belum contohnya crosingan yang ada di depan Pondok Pesantren Darul Ihsan atau Al-Azhar itu, dan juga U ditch di sebelah selatan belum dikerjakan,” ungkapnya. (jar/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Tembus 25 Juta Jam Kerja Aman, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Lewat Safety Forum Triwulan II

Tembus 25 Juta Jam Kerja Aman, PT Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya K3 Lewat Safety Forum Triwulan II

RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gelaran Safety Foru

Wujud Nyata Budaya K3 dan Keselamatan Pasien, PT Petro Graha Medika Raih Penghargaan Tertinggi 5-Stars dan Best OSHE di ICC-OSH 2026

Wujud Nyata Budaya K3 dan Keselamatan Pasien, PT Petro Graha Medika Raih Penghargaan Tertinggi 5-Stars dan Best OSHE di ICC-OSH 2026

Melalui tim Si Pintar, PT Petro Graha Medika raih Penghargaan 5-Star dan Best OSHE nasional. Bukti nyata komitmen digitalisasi K3 demi keselamatan pasien dan tenaga medis

Perkuat Keselamatan Kerja, PT Terminal Teluk Lamong Bekali Pegawai Sertifikasi P3K

Perkuat Keselamatan Kerja, PT Terminal Teluk Lamong Bekali Pegawai Sertifikasi P3K

PT Terminal Teluk Lamong mengadakan pelatihan dan sertifikasi P3K untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam penanganan keadaan darurat di lingkungan kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer