alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 28 May 2022

Anak Kiai Pemilik Ponpes di Gresik Dihajar Paman hingga Babak Belur

GRESIK – Kasus penganiayaan di lingkungan Yayasan Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi, Kecamatan Manyar akhirnya mencuat ke publik.  Anak kiai pemilik ponpes Al Ibrohimi tersebut yang juga Wakil Ketua Yayasan Muhammad Tubashofiyur Rohman mengaku dianiaya Khorul Atho’ tak lain, pamannya sendiri.

Berdasarkan pengakuan korban, penganiayaan itu terjadi pada Kamis (5/8) sekitar pukul 08.45 WIB saat dirinya bersama anaknya WR,2, mengantarkan surat pemberhentian Mohamad Said sebagai kepala sekolah (Kasek) MA Al-Ibrohimi.

Gus Sofi sapaan akrab Tubashofiyur Rohman, akhirnya bertemu Said dan wakil kepala sekolah lain berjumlah sekitar enam orang. Pertemuan dilakukan di Kantor MA.

“Pak Said diberhentikan karena tidak bisa menjalankan amanah yayasan. Keputusan tersebut sudah diterima pak Said dengan lapang dada,” kata Gus Sofi saat dikonfirmasi, Kamis (12/8).

Pada saat di tengah perbincangan yang santai, tiba-tiba Khoirul Atho’ masuk. Tanpa basa-basi, Atho langsung melayangkan pukulan berkali-kali ke bagian wajah Sofi. “Saya langsung kaget dan reflek meringkuk di kursi menghindari pukulan. Anak saya nangis terus duduk di samping saya,” katanya.

Usai menyerang Sofi, pelaku keluar mencari Ketua Yayasan, Muwafaq yang rapat di aula yayasan. Di tengah perjalanan ke aula, pelaku juga merusak mobil Sofi yang sedang parkir. “Dari rekaman cctv pelaku juga merusak mobil saya yang parkir di depan aula,” imbuh pemuda berusia 28 tahun tersebut.

Usai kejadian itu, Gus Sofi memutuskan pulang bersama anaknya. Sampai dirumah buah hatinya terus menangis sesenggukan. Setelah diperiksa, ternyata WR mengalami lebam di mata kanannya. Tindakan arogan itu membuat pengurus yayasan sepakat membawa ke jalur hukum. “Kalau laporan saya di Polsek Manyar. Sementara laporan anak saya di Polres Gresik karena di sana (Polres, Red) ada PPA,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya berharap tidak ada lagi tindakan intimidasi dan arogan di lingkunyan yayasan yang notabennya tempat para pengajar dan santri. “Harapannya diproses secara hukum yang berlaku,” tandasnya. Di sisi lain, Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana membenarkan sudah menerima laporan tersebut pada Kamis (5/8) pasca kejadian.

Korban langsung dilakukan visum dengan hasil ada luka diatas pelipis mata sebelah kiri. Sampai saat ini masih dalam proses penyidikan. “Sampai saat ini ada enam saksi yang sudah kami periksa. Untuk pemeriksaan terlapor kami panggil besok Jumat (13/8),” ujarnya, Kamis (12/8). Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, bukti hasil visum dan rekaman cctv terkait pengerusakan mobil telah diamankan.

“Kami masih fokus pada laporan penganiayaan. Motif penganiayaan belum bisa kami simpulkan,” ungkapnya.

Foto kuasa hukum terlapor Abdullah Syafii menunjukan surat kuasa dari terlapor (yudhi/radar gresik)

Kuasa hukum terlapor Abdullah Syafii mengatakan Khorul Atho’ dilaporkan di Polsek manyar oleh salah satu keluarganya dan ini merupakan kesalahpahaman dan permasalahan seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.  Terkait laporan di Polres di unit PPA bahwa tidak ada pemukulan. “Tak ada sentuhan dari klien saya cubit pun tak pernah, “pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Kasus penganiayaan di lingkungan Yayasan Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi, Kecamatan Manyar akhirnya mencuat ke publik.  Anak kiai pemilik ponpes Al Ibrohimi tersebut yang juga Wakil Ketua Yayasan Muhammad Tubashofiyur Rohman mengaku dianiaya Khorul Atho’ tak lain, pamannya sendiri.

Berdasarkan pengakuan korban, penganiayaan itu terjadi pada Kamis (5/8) sekitar pukul 08.45 WIB saat dirinya bersama anaknya WR,2, mengantarkan surat pemberhentian Mohamad Said sebagai kepala sekolah (Kasek) MA Al-Ibrohimi.

Gus Sofi sapaan akrab Tubashofiyur Rohman, akhirnya bertemu Said dan wakil kepala sekolah lain berjumlah sekitar enam orang. Pertemuan dilakukan di Kantor MA.

-

“Pak Said diberhentikan karena tidak bisa menjalankan amanah yayasan. Keputusan tersebut sudah diterima pak Said dengan lapang dada,” kata Gus Sofi saat dikonfirmasi, Kamis (12/8).

Pada saat di tengah perbincangan yang santai, tiba-tiba Khoirul Atho’ masuk. Tanpa basa-basi, Atho langsung melayangkan pukulan berkali-kali ke bagian wajah Sofi. “Saya langsung kaget dan reflek meringkuk di kursi menghindari pukulan. Anak saya nangis terus duduk di samping saya,” katanya.

Usai menyerang Sofi, pelaku keluar mencari Ketua Yayasan, Muwafaq yang rapat di aula yayasan. Di tengah perjalanan ke aula, pelaku juga merusak mobil Sofi yang sedang parkir. “Dari rekaman cctv pelaku juga merusak mobil saya yang parkir di depan aula,” imbuh pemuda berusia 28 tahun tersebut.

Usai kejadian itu, Gus Sofi memutuskan pulang bersama anaknya. Sampai dirumah buah hatinya terus menangis sesenggukan. Setelah diperiksa, ternyata WR mengalami lebam di mata kanannya. Tindakan arogan itu membuat pengurus yayasan sepakat membawa ke jalur hukum. “Kalau laporan saya di Polsek Manyar. Sementara laporan anak saya di Polres Gresik karena di sana (Polres, Red) ada PPA,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, pihaknya berharap tidak ada lagi tindakan intimidasi dan arogan di lingkunyan yayasan yang notabennya tempat para pengajar dan santri. “Harapannya diproses secara hukum yang berlaku,” tandasnya. Di sisi lain, Kapolsek Manyar AKP Bima Sakti Pria Laksana membenarkan sudah menerima laporan tersebut pada Kamis (5/8) pasca kejadian.

Korban langsung dilakukan visum dengan hasil ada luka diatas pelipis mata sebelah kiri. Sampai saat ini masih dalam proses penyidikan. “Sampai saat ini ada enam saksi yang sudah kami periksa. Untuk pemeriksaan terlapor kami panggil besok Jumat (13/8),” ujarnya, Kamis (12/8). Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, bukti hasil visum dan rekaman cctv terkait pengerusakan mobil telah diamankan.

“Kami masih fokus pada laporan penganiayaan. Motif penganiayaan belum bisa kami simpulkan,” ungkapnya.

Foto kuasa hukum terlapor Abdullah Syafii menunjukan surat kuasa dari terlapor (yudhi/radar gresik)

Kuasa hukum terlapor Abdullah Syafii mengatakan Khorul Atho’ dilaporkan di Polsek manyar oleh salah satu keluarganya dan ini merupakan kesalahpahaman dan permasalahan seperti ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.  Terkait laporan di Polres di unit PPA bahwa tidak ada pemukulan. “Tak ada sentuhan dari klien saya cubit pun tak pernah, “pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/