26 C
Gresik
Monday, 28 November 2022

Mahasiswi Asal Gresik Tewas Jadi Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

GRESIK-Nasib malang menimpa Hidayatus Tsaniyah, 24, Dusun Bondot RT 003 RW 009, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Pemudi tersebut menjadi salah satu korban meninggal dari ratusan korban meninggal lainnya saat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang membawa duka mendalam.

Saat itu, korban hadir menonton di stadion laga Arema FC dan Persebaya bersama saudaranya yang berada di Malang pada Sabtu (1/10) malam. Ketika kerusuhan itu, nyawa Hidayatus tak tertolong. Dia merupakan satu dari 174 orang korban yang dikabarkan meninggal dunia.

Selama ini, Hidayatus berdomisili di Malang. Dia telah menyelesaikan studi di program studi pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Malang (Unisma). Dia merupakan alumni Ponpes Mambaul Ihsan. Korban juga diketahui sebagai pengajar les privat anak – anak Sekolah Dasar.

Dari pantauan di rumah korban, terdengar lantunan ayat suci Alquran dari rumah warna hijau tersebut. Sanak keluarga serta tetangga takziah ke rumah duka.

Salah satu perangkat Desa Banyuurip,  Kecamatan Ujung pangkah Mohammad Khizam membenarkan ada salah satu warganya meninggal dunia karena tragedi kerusuhan di Kanjuruhan. “Nggeh, jenazah sampai Gresik di rumah duka pukul 07.30 WIB, Minggu (2/10). Almarhumah akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Pangkahkulon, setelah Dzuhur diantar menggunakan mobil ambulans desa,” jelas Khizam.

Khizam menerangkan, pemerintah desa mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Hidayatus. Dia merupakan anak dari tokoh masyarakat desa setempat.

“Kami mengucapkan berbelasungkawa, semoga Allah SWT, mengampuni khilaf dan dosa saudara kita, Almarhumah yang telah berpulang,” imbuhnya.

Dilansir dari laman PSSI, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10)dini hari.

 

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan investigasi terkait tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Peristiwa itu menelan korban jiwa hingga 127 orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam.

“Kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Minggu (2/10).

Jokowi juga meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeleluruh terkait pelaksanaan pertandingan sepak bola.

 

“Saya juga telah perintahkan kepada menteri pemuda dan olahraga, Kapolri dan ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya,” tegas Jokowi. (yud/han)

 

GRESIK-Nasib malang menimpa Hidayatus Tsaniyah, 24, Dusun Bondot RT 003 RW 009, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. Pemudi tersebut menjadi salah satu korban meninggal dari ratusan korban meninggal lainnya saat tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang membawa duka mendalam.

Saat itu, korban hadir menonton di stadion laga Arema FC dan Persebaya bersama saudaranya yang berada di Malang pada Sabtu (1/10) malam. Ketika kerusuhan itu, nyawa Hidayatus tak tertolong. Dia merupakan satu dari 174 orang korban yang dikabarkan meninggal dunia.

Selama ini, Hidayatus berdomisili di Malang. Dia telah menyelesaikan studi di program studi pendidikan guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Malang (Unisma). Dia merupakan alumni Ponpes Mambaul Ihsan. Korban juga diketahui sebagai pengajar les privat anak – anak Sekolah Dasar.

-

Dari pantauan di rumah korban, terdengar lantunan ayat suci Alquran dari rumah warna hijau tersebut. Sanak keluarga serta tetangga takziah ke rumah duka.

Salah satu perangkat Desa Banyuurip,  Kecamatan Ujung pangkah Mohammad Khizam membenarkan ada salah satu warganya meninggal dunia karena tragedi kerusuhan di Kanjuruhan. “Nggeh, jenazah sampai Gresik di rumah duka pukul 07.30 WIB, Minggu (2/10). Almarhumah akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Desa Pangkahkulon, setelah Dzuhur diantar menggunakan mobil ambulans desa,” jelas Khizam.

Khizam menerangkan, pemerintah desa mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Hidayatus. Dia merupakan anak dari tokoh masyarakat desa setempat.

“Kami mengucapkan berbelasungkawa, semoga Allah SWT, mengampuni khilaf dan dosa saudara kita, Almarhumah yang telah berpulang,” imbuhnya.

Dilansir dari laman PSSI, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyampaikan duka cita mendalam atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10)dini hari.

 

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan investigasi terkait tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Peristiwa itu menelan korban jiwa hingga 127 orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi usai pertandingan sepak bola Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) malam.

“Kepada Kapolri saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini,” kata Jokowi dalam konferensi pers, Minggu (2/10).

Jokowi juga meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeleluruh terkait pelaksanaan pertandingan sepak bola.

 

“Saya juga telah perintahkan kepada menteri pemuda dan olahraga, Kapolri dan ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya,” tegas Jokowi. (yud/han)

 

Most Read

Berita Terbaru

/