alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Romantis Dorong Motor Curian, Dua Sejoli Dikeler ke Mapolsek

GRESIK – Jajaran Satreskrim Polsek Kebomas menangkap dua sejoli asal Kota Surabaya yaitu Mohammad Rosidi ,43. Keduanya merupakan warga Jalan Bulak Banteng Gang Kemuning II Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Kota dan Ratih Anggoro Wati ,40, Jalan Wonorejo, Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya. Keduanya warga Kota Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun pasangan suami istri tersebut nekat melakukan aksi pencurian di masjid Mambaul Ulum Jalan Sunan Prapen Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas. Aksi pencurian saat salat subuh itu berakhir di gorong-gorong.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, melalui Kapolsek Kebomas Kompol Made Jatinegara mengatakan kedua sejoli itu beraksi pada Minggu (21/11) lalu, sekitar pukul 04.00 WIB. Sambil mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, Nopol L 2593 PC dari Surabaya menuju Gresik. “Mereka membawa kunci L yang telah dimodifikasi. Kemudian sampai di lokasi masjid, pelaku mengincar sepeda motor, hingga akhirnya memberanikan mencuri sepeda motor di masjid,” ujarnya, Senin (29/11).

Ditambahkan, korban bernama Tri Prasetyo Widodo ,39, sedang salat Subuh di Masjid Mambaul Ulum, Desa Sekarkurung dan memarkir sepeda motor Honda Vario W 4241 DJ miliknya di depan masjid. Setelah salat, korban kaget sepeda motornya sudah tidak ada. Korban menanyakan kepada jamaah lainnya. “Kemudian dibantu temannya menyisir ke selatan arah Surabaya. Akhirnya, motor warna hitam itu terlihat dikendarai perempuan ke arah Surabaya. Pelaku bernama Ratih menaiki sepeda korban, sedangkan Rosidi naik sepeda motor Yamaha Mio, ” jelasnya.

Saat pelaku sampai di pertigaan Desa Prambangan, kedua pelaku dihentikan dan diinterogasi warga setempat. Warga menanyakan kenapa sepeda motornya didorong, Rosidi menjawab kehabisan bensin. Warga tidak percaya, karena sebelumnya kedua pelaku sudah melewati SPBU tetapi tidak berhenti untuk membeli BBM.

“Karena mencurigakan, kedua pelaku di ajak warga kembali ke TKP semula di Masjid Mambaul Ulum. Kedua pelaku naik sepeda motor Mio, sedangkan motor korban ditinggal dan dijaga dua orang, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Made menuturkan saat di tengah perjalanan kedua pelaku tancap gas kabur melarikan diri. Terjadi aksi kejar-kejaran dengan warga, ketika sampai di jalan KH Kholil Kelurahan Kebungson Kecamatan Kota Gresik kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya.

Mohammad Rosidi langsung melarikan diri meninggalkan Ratih Anggorowati yang kemudian dapat diamankan oleh warga beserta sepeda motornya.

Setelah dilakukan pencarian oleh personel dari Polsek Kebomas dan Polsek kota Gresik dengan dibantu warga, akhirnya pelaku Mohamad Rosidi dapat ditemukan sedang bersembunyi di gorong-gorong,” pungkasnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kedua pelaku langsung dikeler menuju Mapolsek Kebomas. Mereka diperiksa atas perbuatan nekat melakukan aksi pencurian. Korban mengalami kerugian Rp 11 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua sejoli itu kerap beraksi di Gresik. Berdasarkan hasil pengembangan di kantor Polisi, mereka beraksi dua kali di Kebomas, yakni Manyar dan wilayah kota.  (yud/han)

 

GRESIK – Jajaran Satreskrim Polsek Kebomas menangkap dua sejoli asal Kota Surabaya yaitu Mohammad Rosidi ,43. Keduanya merupakan warga Jalan Bulak Banteng Gang Kemuning II Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran Kota dan Ratih Anggoro Wati ,40, Jalan Wonorejo, Kelurahan Manukan, Kecamatan Tandes, Surabaya. Keduanya warga Kota Surabaya.

Dari informasi yang dihimpun pasangan suami istri tersebut nekat melakukan aksi pencurian di masjid Mambaul Ulum Jalan Sunan Prapen Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas. Aksi pencurian saat salat subuh itu berakhir di gorong-gorong.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis, melalui Kapolsek Kebomas Kompol Made Jatinegara mengatakan kedua sejoli itu beraksi pada Minggu (21/11) lalu, sekitar pukul 04.00 WIB. Sambil mengendarai sepeda motor Yamaha Mio, Nopol L 2593 PC dari Surabaya menuju Gresik. “Mereka membawa kunci L yang telah dimodifikasi. Kemudian sampai di lokasi masjid, pelaku mengincar sepeda motor, hingga akhirnya memberanikan mencuri sepeda motor di masjid,” ujarnya, Senin (29/11).

-

Ditambahkan, korban bernama Tri Prasetyo Widodo ,39, sedang salat Subuh di Masjid Mambaul Ulum, Desa Sekarkurung dan memarkir sepeda motor Honda Vario W 4241 DJ miliknya di depan masjid. Setelah salat, korban kaget sepeda motornya sudah tidak ada. Korban menanyakan kepada jamaah lainnya. “Kemudian dibantu temannya menyisir ke selatan arah Surabaya. Akhirnya, motor warna hitam itu terlihat dikendarai perempuan ke arah Surabaya. Pelaku bernama Ratih menaiki sepeda korban, sedangkan Rosidi naik sepeda motor Yamaha Mio, ” jelasnya.

Saat pelaku sampai di pertigaan Desa Prambangan, kedua pelaku dihentikan dan diinterogasi warga setempat. Warga menanyakan kenapa sepeda motornya didorong, Rosidi menjawab kehabisan bensin. Warga tidak percaya, karena sebelumnya kedua pelaku sudah melewati SPBU tetapi tidak berhenti untuk membeli BBM.

“Karena mencurigakan, kedua pelaku di ajak warga kembali ke TKP semula di Masjid Mambaul Ulum. Kedua pelaku naik sepeda motor Mio, sedangkan motor korban ditinggal dan dijaga dua orang, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Made menuturkan saat di tengah perjalanan kedua pelaku tancap gas kabur melarikan diri. Terjadi aksi kejar-kejaran dengan warga, ketika sampai di jalan KH Kholil Kelurahan Kebungson Kecamatan Kota Gresik kedua pelaku terjatuh dari sepeda motornya.

Mohammad Rosidi langsung melarikan diri meninggalkan Ratih Anggorowati yang kemudian dapat diamankan oleh warga beserta sepeda motornya.

Setelah dilakukan pencarian oleh personel dari Polsek Kebomas dan Polsek kota Gresik dengan dibantu warga, akhirnya pelaku Mohamad Rosidi dapat ditemukan sedang bersembunyi di gorong-gorong,” pungkasnya.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut kedua pelaku langsung dikeler menuju Mapolsek Kebomas. Mereka diperiksa atas perbuatan nekat melakukan aksi pencurian. Korban mengalami kerugian Rp 11 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua sejoli itu kerap beraksi di Gresik. Berdasarkan hasil pengembangan di kantor Polisi, mereka beraksi dua kali di Kebomas, yakni Manyar dan wilayah kota.  (yud/han)

 

Most Read

Berita Terbaru