32 C
Gresik
Saturday, 10 June 2023

Perang Sarung dan Petasan, Belasan Pelajar SMP Diamankan

GRESIK – Belasan remaja pelaku perang sarung diamankan anggota Polsek Kebomas, Rabu (29/3). Mereka beraksi perang sarung di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol I Made Jatinegara mengatakan para pelaku perang sarung yang rata – rata masih remaja dan duduk di bangku SMP.

Mereka beraksi di Jalan Wahidin Sudirohusodo tepat di depan Kantor Pengadilan Agama Gresik pada Rabu (29/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Para pelaku saling serang menggunakan sarung yang diikat kemudian dipukulkan ke kelompok remaja lainnya.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Kapolres Gresik Pastikan Pelayanan Polsek Prima

“Apabila ada satu diantara kelompok remaja kalah sehingga belasan kelompok tersebut lari ke gang kampung masuk wilayah RT 5 RW 3 Desa Randuagung, Kebomas, ” ujarnya, Rabu (29/3).

Dari keterangan pelaku, sebelumnya mereka ngopi dengan empat rekan lainnya. Selanjutnya diajak perang sarung oleh teman-temannya yang tidak dikenal menuju ke arah KIG. “Karena tidak ada musuh di daerah KIG, puluhan pemuda tersebut dengan menggunakan sepeda motor menuju ke arah Jalan Wahidin tepatnya di depan Pengadilan Agama Gresik. Hingga terjadi perang mercon dan sarung,” jelasnya.

Selain mengamankan para remaja, Polisi mengamankan barang bukti lima buah sarung yang diikat dengan cara dililit. Polisi juga mengamankan tujuh sepeda motor buah Honda Beat, Supra X, Honda Beat, Yamaha Vega R, Honda Vario, Yamaha Mio dan Honda Grand. “Seluruh kendaraan tanpa surat-surat. Kendaraan tidak lengkap akan dilakukan penindakan berupa tilang oleh unit Lantas,” ungkapnya.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Kapolres Gresik Pastikan Pelayanan Polsek Prima

Ironisnya, sebagian pelaku kebanyakan di bawah umur dan masih usia sekolah di tingkat SLTP. Orang tua dan guru akan dihadirkan dalam rangka pembinaan supaya tidak mengulangi perbuatannya.

“Tidak ada yang mengalami luka – luka. Para pelaku membuat pernyataan dengan materai disaksikan orang tua dan guru,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Belasan remaja pelaku perang sarung diamankan anggota Polsek Kebomas, Rabu (29/3). Mereka beraksi perang sarung di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom melalui Kapolsek Kebomas Kompol I Made Jatinegara mengatakan para pelaku perang sarung yang rata – rata masih remaja dan duduk di bangku SMP.

Mereka beraksi di Jalan Wahidin Sudirohusodo tepat di depan Kantor Pengadilan Agama Gresik pada Rabu (29/3) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Para pelaku saling serang menggunakan sarung yang diikat kemudian dipukulkan ke kelompok remaja lainnya.

-

Baca Juga : Bulan Ramadan, Kapolres Gresik Pastikan Pelayanan Polsek Prima

“Apabila ada satu diantara kelompok remaja kalah sehingga belasan kelompok tersebut lari ke gang kampung masuk wilayah RT 5 RW 3 Desa Randuagung, Kebomas, ” ujarnya, Rabu (29/3).

Dari keterangan pelaku, sebelumnya mereka ngopi dengan empat rekan lainnya. Selanjutnya diajak perang sarung oleh teman-temannya yang tidak dikenal menuju ke arah KIG. “Karena tidak ada musuh di daerah KIG, puluhan pemuda tersebut dengan menggunakan sepeda motor menuju ke arah Jalan Wahidin tepatnya di depan Pengadilan Agama Gresik. Hingga terjadi perang mercon dan sarung,” jelasnya.

Selain mengamankan para remaja, Polisi mengamankan barang bukti lima buah sarung yang diikat dengan cara dililit. Polisi juga mengamankan tujuh sepeda motor buah Honda Beat, Supra X, Honda Beat, Yamaha Vega R, Honda Vario, Yamaha Mio dan Honda Grand. “Seluruh kendaraan tanpa surat-surat. Kendaraan tidak lengkap akan dilakukan penindakan berupa tilang oleh unit Lantas,” ungkapnya.

Baca Juga : Bulan Ramadan, Kapolres Gresik Pastikan Pelayanan Polsek Prima

Ironisnya, sebagian pelaku kebanyakan di bawah umur dan masih usia sekolah di tingkat SLTP. Orang tua dan guru akan dihadirkan dalam rangka pembinaan supaya tidak mengulangi perbuatannya.

“Tidak ada yang mengalami luka – luka. Para pelaku membuat pernyataan dengan materai disaksikan orang tua dan guru,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru