alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Kasus Pembacokan Warga Bawean Ditangani Polres Gresik

GRESIK – Kasus pembacokan terhadap Ahmad Rizal, 32, Dusun Barat Sungai Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean belum juga ada titik terang. Kasus tersebut kini ditangani Polres Gresik.

Kapolsek Sangkapura AKP Sujai terkait perkembangan kasus tersebut mengatakan kasus sudah dilimpahkan ke Polres. “Karena aturan penyidikan kami harus limpahkan, ” ujarnya, Minggu (28/11).

Sementara Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputra saat di konfirmasi membenarkan kasusnya sekarang lagi ditangani Polres. Namun, pihaknya memastikan belum mengamankan pelaku. “Belum diamankan,” ungkapnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya korban sempat di rawat RSUD Ibnu Sina Gresik, akibat luka dari bacokan itu. Rizal juga sempat tak sadarkan diri karena darah yang dikeluarkan terlalu banyak. Terlihat tangan dan punggungnya sudah dirawat, dibalut perban. Ia bersyukur sekali bisa selamat dari peristiwa tragis itu.

Dari penuturan korban Rizal kejadian pengeroyokan itu terjadi pada Selasa malam, (26/10) sekitar pukul 22. 00 WIB. Saat itu dirinya mengendarai sepeda motor seorang diri hendak menuju ke Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, ia dihadang dua orang tak dikenal.

Semula ia tak begitu curiga. Karena dua orang misterius itu seperti mencari ikan. Keduanya tak terlihat membawa senjata tajam (sajam). Begitu ia mendekat, dua orang itu tanpa ragu mengeluarkan sajam lalu membacok punggung dan tangan kiri Rizal. Seketika itu korban lari menyelamatkan diri ke perkampungan warga.

“Motor saya tinggalkan, langsung lari mencari pertolongan. Darah mengucur deras. Saya ketuk rumah warga satu per satu mencari pertolongan,” ujar Rizal saat ditemui di Rumah Sakit.

Belakangan diketahui, motor yang ditinggalkan korban tidak disentuh sama sekali oleh dua pelaku. Besar kemungkinan pelaku bukanlah begal maupun pencuri motor. Melainkan diduga kawanan yang dendam dengan korban. Rizal sendiri masih binggung, kenapa dirinya menjadi korban bacokan. Padahal ia tak merasa punya masalah dengan orang.

“Setelah mendapatkan pertolongan, saya langsung dibawa ke klinik Harapan Bunda Sangkapura Pulau Bawean. Tangan siku kiri, tak bisa tekuk, dan luka juga lengan punggung, tulang urat dalam juga ada putus,” terangnya.

Karena luka yang serius, Rizal akhirnya dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Disana ia mendapatkan perawatan intensif. Dalam kasus ini, Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi kawanan ini secara sengaja dan sadar ingin menghilangkan nyawanya. (yud/rof)

GRESIK – Kasus pembacokan terhadap Ahmad Rizal, 32, Dusun Barat Sungai Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean belum juga ada titik terang. Kasus tersebut kini ditangani Polres Gresik.

Kapolsek Sangkapura AKP Sujai terkait perkembangan kasus tersebut mengatakan kasus sudah dilimpahkan ke Polres. “Karena aturan penyidikan kami harus limpahkan, ” ujarnya, Minggu (28/11).

Sementara Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputra saat di konfirmasi membenarkan kasusnya sekarang lagi ditangani Polres. Namun, pihaknya memastikan belum mengamankan pelaku. “Belum diamankan,” ungkapnya singkat.

-

Seperti diberitakan sebelumnya korban sempat di rawat RSUD Ibnu Sina Gresik, akibat luka dari bacokan itu. Rizal juga sempat tak sadarkan diri karena darah yang dikeluarkan terlalu banyak. Terlihat tangan dan punggungnya sudah dirawat, dibalut perban. Ia bersyukur sekali bisa selamat dari peristiwa tragis itu.

Dari penuturan korban Rizal kejadian pengeroyokan itu terjadi pada Selasa malam, (26/10) sekitar pukul 22. 00 WIB. Saat itu dirinya mengendarai sepeda motor seorang diri hendak menuju ke Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, ia dihadang dua orang tak dikenal.

Semula ia tak begitu curiga. Karena dua orang misterius itu seperti mencari ikan. Keduanya tak terlihat membawa senjata tajam (sajam). Begitu ia mendekat, dua orang itu tanpa ragu mengeluarkan sajam lalu membacok punggung dan tangan kiri Rizal. Seketika itu korban lari menyelamatkan diri ke perkampungan warga.

“Motor saya tinggalkan, langsung lari mencari pertolongan. Darah mengucur deras. Saya ketuk rumah warga satu per satu mencari pertolongan,” ujar Rizal saat ditemui di Rumah Sakit.

Belakangan diketahui, motor yang ditinggalkan korban tidak disentuh sama sekali oleh dua pelaku. Besar kemungkinan pelaku bukanlah begal maupun pencuri motor. Melainkan diduga kawanan yang dendam dengan korban. Rizal sendiri masih binggung, kenapa dirinya menjadi korban bacokan. Padahal ia tak merasa punya masalah dengan orang.

“Setelah mendapatkan pertolongan, saya langsung dibawa ke klinik Harapan Bunda Sangkapura Pulau Bawean. Tangan siku kiri, tak bisa tekuk, dan luka juga lengan punggung, tulang urat dalam juga ada putus,” terangnya.

Karena luka yang serius, Rizal akhirnya dirujuk ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Disana ia mendapatkan perawatan intensif. Dalam kasus ini, Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi kawanan ini secara sengaja dan sadar ingin menghilangkan nyawanya. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru