alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Diduga Dendam Pribadi, Pemuda Bawean Dibacok Hingga Tak Sadarkan Diri

GRESIK – Ahmad Rizal, 32, Dusun Barat Sungai Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean nyaris meregang nyawa usai dibacok orang yang tidak dikenal. Aksi pembacokan yang dilakukan dua orang tersebut diduga akibat persoalan pribadi.

Korban saat ini dirawat Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina Gresik. Kejadian pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 22. 00 pada Selasa malam, (26/10/2021). Saat itu dirinya mengendarai sepeda motor seorang diri hendak menuju ke Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, ia dihadang dua orang tak dikenal.

Semula ia tak begitu curiga. Karena dua orang misterius itu seperti mencari ikan. Keduanya tak terlihat membawa senjata tajam (sajam). Begitu ia mendekat, dua orang itu tanpa ragu mengeluarkan sajam lalu membacok punggung dan tangan kiri Rizal. Seketika itu korban lari menyelamatkan diri ke perkampungan warga.

“Motor saya tinggalkan, langsung lari mencari pertolongan. Darah mengucur deras. Saya ketuk rumah warga satu per satu mencari pertolongan,” katanya, saat ditemui di Rumah Sakit, Kamis (28/10/2021).

Belakangan diketahui, motor yang ditinggalkan korban tidak disentuh sama sekali oleh dua pelaku. Besar kemungkinan pelaku bukanlah begal maupun pencuri motor. Melainkan diduga kawanan yang dendam dengan korban. Rizal sendiri masih binggung, kenapa dirinya menjadi korban bacokan. Padahal ia tak merasa punya masalah dengan orang.

“Setelah mendapatkan pertolongan, saya langsung dibawa ke klinik Harapan Bunda Sangkapura Pulau Bawean. Tangan siku kiri, tak bisa tekuk, dan luka juga lengan punggung, tulang urat dalam juga ada putus,” terangnya.

Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi kawanan ini secara sengaja dan sadar ingin menghilangkan nyawanya.

Sementara itu, Kapolsek Sangkapura  Bawean Iptu Sujai saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendapatkan laporan terkait kasus penganiayaan itu. Bersama jajarannya, kasus ini sudah diselidiki. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum memgantongi identitas kedua pelaku.

“Masih kita lidik, korban juga tidak kenal dengan orang itu. Sedangkan saksi tidak ada saat kejadian,” ungkapnya melalui sambungan telponnya.

Dari keterangan korban, lanjut Sujai, satu pelaku tinggi 170 cm, dan satu pelaku agak berbadan gendut. Bagaimana jika itu preman atau orang suruhan, Kapolsek secara tegas masih melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut. (yud/rof)

GRESIK – Ahmad Rizal, 32, Dusun Barat Sungai Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean nyaris meregang nyawa usai dibacok orang yang tidak dikenal. Aksi pembacokan yang dilakukan dua orang tersebut diduga akibat persoalan pribadi.

Korban saat ini dirawat Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ibnu Sina Gresik. Kejadian pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 22. 00 pada Selasa malam, (26/10/2021). Saat itu dirinya mengendarai sepeda motor seorang diri hendak menuju ke Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, ia dihadang dua orang tak dikenal.

Semula ia tak begitu curiga. Karena dua orang misterius itu seperti mencari ikan. Keduanya tak terlihat membawa senjata tajam (sajam). Begitu ia mendekat, dua orang itu tanpa ragu mengeluarkan sajam lalu membacok punggung dan tangan kiri Rizal. Seketika itu korban lari menyelamatkan diri ke perkampungan warga.

-

“Motor saya tinggalkan, langsung lari mencari pertolongan. Darah mengucur deras. Saya ketuk rumah warga satu per satu mencari pertolongan,” katanya, saat ditemui di Rumah Sakit, Kamis (28/10/2021).

Belakangan diketahui, motor yang ditinggalkan korban tidak disentuh sama sekali oleh dua pelaku. Besar kemungkinan pelaku bukanlah begal maupun pencuri motor. Melainkan diduga kawanan yang dendam dengan korban. Rizal sendiri masih binggung, kenapa dirinya menjadi korban bacokan. Padahal ia tak merasa punya masalah dengan orang.

“Setelah mendapatkan pertolongan, saya langsung dibawa ke klinik Harapan Bunda Sangkapura Pulau Bawean. Tangan siku kiri, tak bisa tekuk, dan luka juga lengan punggung, tulang urat dalam juga ada putus,” terangnya.

Ia berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi kawanan ini secara sengaja dan sadar ingin menghilangkan nyawanya.

Sementara itu, Kapolsek Sangkapura  Bawean Iptu Sujai saat dikonfirmasi mengatakan sudah mendapatkan laporan terkait kasus penganiayaan itu. Bersama jajarannya, kasus ini sudah diselidiki. Hanya saja, hingga kini pihaknya belum memgantongi identitas kedua pelaku.

“Masih kita lidik, korban juga tidak kenal dengan orang itu. Sedangkan saksi tidak ada saat kejadian,” ungkapnya melalui sambungan telponnya.

Dari keterangan korban, lanjut Sujai, satu pelaku tinggi 170 cm, dan satu pelaku agak berbadan gendut. Bagaimana jika itu preman atau orang suruhan, Kapolsek secara tegas masih melakukan penyelidikan tentang kasus tersebut. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/