alexametrics
24 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Kades Dukunanyar Kalah Gugatan PTUN

GRESIK– Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya mengabulkan permohonan gugatan Yasluh, warga Desa Dukunanyar Kecamatan Dukun terhadap Muslih Kepala Desa setempat. Sesuai hasil gugatan, perubahan letter C yang terjadi pada lahan seluas 0,971 ha  dibatalkan.

Kuasa Hukum penggugat, Agoeng Budiantara SH mengatakan ada sejumlah poin yang harus dipenuhi tergugat sesuai keputusan PTUN. Pertama, membatalkan pelaksanaan pencatatan peralihan Letter C Nomor 46 atas nama Redjo Bin Basiran seluas 0,971 ha  menjadi Letter C Nomor 491 atas nama Mahsun yang daftar peralihan Jual Beli tertanggal 23 Januari 1994 dari Nomor 46.

Kemudian, mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara yang berupa Pencatatan Peralihan Letter C Nomor 46 atas nama Redjo Bin Basiran luas 0,971 ha menjadi tercatat Letter C Nomor 491 atas nama Machsun seluas 0,971 ha daftar peralihan jual beli  tertanggal 23 Januari 1994 dari Nomor 46.

“Kami masih menunggu hasil kasasi yang dilayangkan tergugat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mohamad Agus Prihartono, salah satu keluarga penggugat. Dia menjelaskan, sengketa tanah itu  terjadi ketika  ada perubahan status kepemilikan tanah letter C tersebut  dari  Redjo Bin Basiran menjadi milik Mahsun yang tidak lain anak tirinya.

Padahal menurutnya, seharusnya yang punya hak waris itu adalah anak kandungnya yaitu Yasluh. “Keluarga kami baru tahu kalau tanah itu beralih status kepemilikan karena tanah tersebut dikapling-kapilngkan oleh anaknya Pak Mahsun yang bernama Pradito Hasibuan” kata Agus.

Mengetahui tanah tersebut beralih kepemilikan, Yasluh, kemudian mempertanyakan perubahan status kepemilikan tanah tersebut ke pihak Kepala Desa (Kades) selaku pejabat negara yang melaksanakan perubahan pencatatan di buku C Desa.

Saat ditanya oleh Yasluh, Kepala Desa beralasan perubahan status tanah tersebut berdasarkan pengajuan dari pihak Mahsun berupa surat pernyataan tertulis dari Alm Yatimah istri Redjo yang juga ibu Yasluh.

Anehnya dalam surat pernyataan tersebut ditanda tangani Yasluh (penggugat) sebagai saksi. Namun setelah di cek tanda tangan tersebut berbeda dengan tanda tangan Yasluh. “Surat pernyataan itu tidak pernah saya tanda tangani. Dan berbeda dengan tanda tangan saya,” ungkap dia.

Dari pantauan, tanah sengketa tersebut sekarang dipasang plang banner oleh keluarga Yasluh  dengan tulisan “ Tanah ini dalam sengketa”.

“Tujuan pemasangan Benner yang dilakukan oleh Yasluh  selaku Penggugat dalam hal ini berharap Agar tidak terjadi Keruwetan Hukum yang merugikan Masyarakat,” ujar Umi  Kulsum pendamping keluarga Yasluh.

Umi juga menghimbau, agar siapapun tidak melakukan transaksi jual beli tanah tersebut. karena masih dalam proses hukum.

“ Pak Yasluh berharap semoga dalam Kasasi pun Majelis Hakim mempunyai  Keputusan yang sama sehingga apa yang menjadi haknya bisa kembali padanya,”himbaunya.

Sementara itu Kepala desa saat dihubungi wartawan mengaku sedang tidak ada di kantor balai desa. “Saya masih berada di rumah,” pungkasnya. (yud/rof)

 

GRESIK– Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya mengabulkan permohonan gugatan Yasluh, warga Desa Dukunanyar Kecamatan Dukun terhadap Muslih Kepala Desa setempat. Sesuai hasil gugatan, perubahan letter C yang terjadi pada lahan seluas 0,971 ha  dibatalkan.

Kuasa Hukum penggugat, Agoeng Budiantara SH mengatakan ada sejumlah poin yang harus dipenuhi tergugat sesuai keputusan PTUN. Pertama, membatalkan pelaksanaan pencatatan peralihan Letter C Nomor 46 atas nama Redjo Bin Basiran seluas 0,971 ha  menjadi Letter C Nomor 491 atas nama Mahsun yang daftar peralihan Jual Beli tertanggal 23 Januari 1994 dari Nomor 46.

Kemudian, mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Tata Usaha Negara yang berupa Pencatatan Peralihan Letter C Nomor 46 atas nama Redjo Bin Basiran luas 0,971 ha menjadi tercatat Letter C Nomor 491 atas nama Machsun seluas 0,971 ha daftar peralihan jual beli  tertanggal 23 Januari 1994 dari Nomor 46.

-

“Kami masih menunggu hasil kasasi yang dilayangkan tergugat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mohamad Agus Prihartono, salah satu keluarga penggugat. Dia menjelaskan, sengketa tanah itu  terjadi ketika  ada perubahan status kepemilikan tanah letter C tersebut  dari  Redjo Bin Basiran menjadi milik Mahsun yang tidak lain anak tirinya.

Padahal menurutnya, seharusnya yang punya hak waris itu adalah anak kandungnya yaitu Yasluh. “Keluarga kami baru tahu kalau tanah itu beralih status kepemilikan karena tanah tersebut dikapling-kapilngkan oleh anaknya Pak Mahsun yang bernama Pradito Hasibuan” kata Agus.

Mengetahui tanah tersebut beralih kepemilikan, Yasluh, kemudian mempertanyakan perubahan status kepemilikan tanah tersebut ke pihak Kepala Desa (Kades) selaku pejabat negara yang melaksanakan perubahan pencatatan di buku C Desa.

Saat ditanya oleh Yasluh, Kepala Desa beralasan perubahan status tanah tersebut berdasarkan pengajuan dari pihak Mahsun berupa surat pernyataan tertulis dari Alm Yatimah istri Redjo yang juga ibu Yasluh.

Anehnya dalam surat pernyataan tersebut ditanda tangani Yasluh (penggugat) sebagai saksi. Namun setelah di cek tanda tangan tersebut berbeda dengan tanda tangan Yasluh. “Surat pernyataan itu tidak pernah saya tanda tangani. Dan berbeda dengan tanda tangan saya,” ungkap dia.

Dari pantauan, tanah sengketa tersebut sekarang dipasang plang banner oleh keluarga Yasluh  dengan tulisan “ Tanah ini dalam sengketa”.

“Tujuan pemasangan Benner yang dilakukan oleh Yasluh  selaku Penggugat dalam hal ini berharap Agar tidak terjadi Keruwetan Hukum yang merugikan Masyarakat,” ujar Umi  Kulsum pendamping keluarga Yasluh.

Umi juga menghimbau, agar siapapun tidak melakukan transaksi jual beli tanah tersebut. karena masih dalam proses hukum.

“ Pak Yasluh berharap semoga dalam Kasasi pun Majelis Hakim mempunyai  Keputusan yang sama sehingga apa yang menjadi haknya bisa kembali padanya,”himbaunya.

Sementara itu Kepala desa saat dihubungi wartawan mengaku sedang tidak ada di kantor balai desa. “Saya masih berada di rumah,” pungkasnya. (yud/rof)

 

Most Read

Berita Terbaru

/