25 C
Gresik
Sunday, 4 June 2023

Ajukan Kredit Fiktif, Warga Sunan Prapen Dibekuk

GRESIK – Jajaran anggota Reskrim unit Tipiter menangkap mantan pegawai salah satu finance di Gresik usai menggelapkan uang korbannya sebesar Rp 2 miliar.

Tersangka adalah Hadi Nurcahyo , 34, Warga asal Jalan Sunan Prapen, Desa sekarkurung, Kecamatan Kebomas. Hadi tertunduk lesu saat press release di Aula Sarja Arya Racana, Polres Gresik, Kamis (28/4).

Baca Juga : Curi Motor, Remaja Cerme Kidul Dibekuk Polisi

Dari informasi yang dihimpun, pada bulan Agustus dan November 2021 sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan Hadi Nurdan, sales marketing di finance tersebut. Hadi meminta RF karyawan yang menjabat sebagai BPKB Custodian untuk mengeluarkan barang jaminan berupa fisik asli BPKB mobil, atas nama debitur berinisial SA, AV dan AS dari dalam brankas,  tempat penyimpanan BPKB dengan dalih para debitur akan melakukan pelunasan.

Atas permintaan tersangka Hadi Nurcahyo saudari RF mengeluarkan fisik asli BPKB dari dalam brankas, kemudian menyerahkan masing-masing BPKB kepada tersangka. November dan Desember 2021, tersangka Hadi Nurcahyo mengajukan kredit atau pembiayaan fiktif atas nama debitur HDS dan FF dengan cara memalsu tanda tangan para debitur pada surat kontrak perjanjian pembiayaan dan sebagai jaminan adalah BPKB mobil yang diduga palsu. Dengan pengajuan kredit tersebut, pihak kantor menyetujui dan mencairkan uang sesuai dengan pengajuan yang dimohon.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan modus operandi tersangka mengajukan kredit atau pembiayaan fiktif dengan cara menandatangani surat kontrak perjanjian para debitur dan sebagai jaminan adalah beberapa BPKB Mobil uang diduga palsu. Tersangka berhasil diamankan saat berada di Bali. “Korban berinisial FN mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar lebih,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan adalah, sembilan surat perjanjian pembiayaan. Tiga BPKB diduga palsu, satu buku tabungan, rekening tahapan periode tahun 2020 dan satu unit HP. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 dan pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penipuan,” tegasnya lagi.

Sementara itu Kanit Tipiter Iptu Aji mengatakan, kasus tersebut akan dikembangkan lagi.  “Kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini, ” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Jajaran anggota Reskrim unit Tipiter menangkap mantan pegawai salah satu finance di Gresik usai menggelapkan uang korbannya sebesar Rp 2 miliar.

Tersangka adalah Hadi Nurcahyo , 34, Warga asal Jalan Sunan Prapen, Desa sekarkurung, Kecamatan Kebomas. Hadi tertunduk lesu saat press release di Aula Sarja Arya Racana, Polres Gresik, Kamis (28/4).

Baca Juga : Curi Motor, Remaja Cerme Kidul Dibekuk Polisi

-

Dari informasi yang dihimpun, pada bulan Agustus dan November 2021 sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan Hadi Nurdan, sales marketing di finance tersebut. Hadi meminta RF karyawan yang menjabat sebagai BPKB Custodian untuk mengeluarkan barang jaminan berupa fisik asli BPKB mobil, atas nama debitur berinisial SA, AV dan AS dari dalam brankas,  tempat penyimpanan BPKB dengan dalih para debitur akan melakukan pelunasan.

Atas permintaan tersangka Hadi Nurcahyo saudari RF mengeluarkan fisik asli BPKB dari dalam brankas, kemudian menyerahkan masing-masing BPKB kepada tersangka. November dan Desember 2021, tersangka Hadi Nurcahyo mengajukan kredit atau pembiayaan fiktif atas nama debitur HDS dan FF dengan cara memalsu tanda tangan para debitur pada surat kontrak perjanjian pembiayaan dan sebagai jaminan adalah BPKB mobil yang diduga palsu. Dengan pengajuan kredit tersebut, pihak kantor menyetujui dan mencairkan uang sesuai dengan pengajuan yang dimohon.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis mengatakan modus operandi tersangka mengajukan kredit atau pembiayaan fiktif dengan cara menandatangani surat kontrak perjanjian para debitur dan sebagai jaminan adalah beberapa BPKB Mobil uang diduga palsu. Tersangka berhasil diamankan saat berada di Bali. “Korban berinisial FN mengalami kerugian sebesar Rp 2 miliar lebih,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan adalah, sembilan surat perjanjian pembiayaan. Tiga BPKB diduga palsu, satu buku tabungan, rekening tahapan periode tahun 2020 dan satu unit HP. “Tersangka dijerat dengan pasal 378 dan pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penipuan,” tegasnya lagi.

Sementara itu Kanit Tipiter Iptu Aji mengatakan, kasus tersebut akan dikembangkan lagi.  “Kami masih melakukan pengembangan terkait kasus ini, ” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru