alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Warung Soto Petiken Terbakar Saat Jam Sahur

GRESIK – Si jago merah kembali mengamuk di Kabupaten Gresik. Kali ini amukan jago merah terjadi di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Rabu (28/4) dini hari, menjelang sahur. Sebuah warung nasi soto milik Dori warga setempat jadi korban. Dugaan sementara, kebakaran karena konsleting listrik. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kronologi kejadian itu bermula, saat seorang saksi melihat api di warung Dori pukul 02.00 Wib dini hari. Tak membutuhkan waktu lama, amukan si jago merah semakin membesar. Bahkan api sudah merembet ke beberapa warung. Namun kebakaran paling parah hanya di titik warung milik Dori.

Warga yang melihat mencoba untuk memadampakan. Namun karena api semakin membesar mereka kewalahan. Sehingga, kejadian itu dilaporkan ke petugas Damkar Pemkab Gresik.

Kepala Damkar Gresik Eka Prapangasta mengatakan, setelah mendapatkan laporan warga, ia langsung menggerakkan mobil pemadam ke lokasi. Besaran api sempat membuat petugas kesulitan. Tapi api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.44 WIB

“Dugaan sementara terjadi karena konsleting arus pendek listrik. Sehingga api cepat merembet, ditambah materil yang terbakar mayoritas terbuat dari kayu,” terangnya.

Eka juga memastikan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Sebab warung nasi yang terbakar memang tidak ditempati saat malam. Beruntung, petugas bisa langsung memadamkan dengan cepat. “Jika tidak bisa merembet ke beberapa warung di sampingnya. Itu kan padat sekali bangunannya,” jelasnya. (fir/han)

GRESIK – Si jago merah kembali mengamuk di Kabupaten Gresik. Kali ini amukan jago merah terjadi di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Rabu (28/4) dini hari, menjelang sahur. Sebuah warung nasi soto milik Dori warga setempat jadi korban. Dugaan sementara, kebakaran karena konsleting listrik. Kendati demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kronologi kejadian itu bermula, saat seorang saksi melihat api di warung Dori pukul 02.00 Wib dini hari. Tak membutuhkan waktu lama, amukan si jago merah semakin membesar. Bahkan api sudah merembet ke beberapa warung. Namun kebakaran paling parah hanya di titik warung milik Dori.

Warga yang melihat mencoba untuk memadampakan. Namun karena api semakin membesar mereka kewalahan. Sehingga, kejadian itu dilaporkan ke petugas Damkar Pemkab Gresik.

-

Kepala Damkar Gresik Eka Prapangasta mengatakan, setelah mendapatkan laporan warga, ia langsung menggerakkan mobil pemadam ke lokasi. Besaran api sempat membuat petugas kesulitan. Tapi api bisa dipadamkan sekitar pukul 03.44 WIB

“Dugaan sementara terjadi karena konsleting arus pendek listrik. Sehingga api cepat merembet, ditambah materil yang terbakar mayoritas terbuat dari kayu,” terangnya.

Eka juga memastikan dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Sebab warung nasi yang terbakar memang tidak ditempati saat malam. Beruntung, petugas bisa langsung memadamkan dengan cepat. “Jika tidak bisa merembet ke beberapa warung di sampingnya. Itu kan padat sekali bangunannya,” jelasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/