alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Laka Misterius Mulai Terungkap, Keluarga Korban Ajukan Nota Keberatan

GRESIK – Kasus kematian SF ,16, warga asal petiken Kecamatan Drriyorejo akhirnya mendapatkan titik terang. Jajaran Polres Gresik memastikan tewasnya remaja asal Desa Petiken Kecamatan Driyorejo itu akibat kecelakaan lalu lintas. Pihaknya juga menetapkan rekan korban RN ,19, sebagai tersangka. Atas kelalaiannya dalam berkendara hingga menyebabkan kecelakaan maut yang terjadi pada 12 September lalu.

Kepastian tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro. Pihaknya menyampaikan keputusan tersebut hasil dari gelar perkara bersama Satreskrim dan Satlantas Polres Gresik. “Kami akan menghadirkan pihak keluarga korban ke Mapolres Gresik untuk menyampaikan hasil penyelidikan tersebut secara langsung,” ujarnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Wahyu juga menyampaikan bahwa RN sudah langsung diamankan di sel tahanan Polres Gresik. Termasuk, menyerahkan berkas perkara dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Gresik (Kejari). “Berkas sudah lengkap dan masuk tahap II. Selanjutnya proses hukum akan berlanjut ke persidangan,” ujar Wahyu.

Dalam berkas tersebut, lanjut Wahyu, secara umum menjelaskan kronologi, petunjuk, bukti dan keterangan saksi. Termasuk hasil visum dari tim forensik Polda Jatim yang menjelaskan terdapat luka pada bagian kepala akibat benda tumpul. “Tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Sehingga kami menyimpulkan kematian korban akibat kecelakaan dari kelalaian tersangka,” jelasnya.

Meski demikian, Wahyu belum bisa menjelaskan kelalaian yang dimaksud. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, baik korban maupun tersangka baru selesai menggelar pesta miras. Saat mengendarai sepeda motor, keduanya tidak menggunakan perlengkapan berkendara sesuai aturan.

Kabar tersebut tentu cukup mengejutkan pihak keluarga korban. Terlebih pasca menerima surat B/52/SP2HPke-5/1/2022/Satlantas perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.

Ayah korban Sujiadi mengaku keberatan dengan hasil perkembangan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. “Terlalu banyak kejanggalan yang ditutupi. Padahal sudah jelas terdapat luka akibat benturan benda tumpul,” keluh Sujiadi.

Apalagi, lanjutnya, jika melihat kondisi tersangka pasca kejadian yang segar bugar tanpa luka sedikit pun. Pria 54 tahun itu menegaskan akan mengajukan keberatan atas hasil perkembangan penyelidikan tersebut. “Akan kami koordinasikan dengan pihak kuasa hukum. Mohon doanya,” pungkasnya.(yud/han)

GRESIK – Kasus kematian SF ,16, warga asal petiken Kecamatan Drriyorejo akhirnya mendapatkan titik terang. Jajaran Polres Gresik memastikan tewasnya remaja asal Desa Petiken Kecamatan Driyorejo itu akibat kecelakaan lalu lintas. Pihaknya juga menetapkan rekan korban RN ,19, sebagai tersangka. Atas kelalaiannya dalam berkendara hingga menyebabkan kecelakaan maut yang terjadi pada 12 September lalu.

Kepastian tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro. Pihaknya menyampaikan keputusan tersebut hasil dari gelar perkara bersama Satreskrim dan Satlantas Polres Gresik. “Kami akan menghadirkan pihak keluarga korban ke Mapolres Gresik untuk menyampaikan hasil penyelidikan tersebut secara langsung,” ujarnya.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Wahyu juga menyampaikan bahwa RN sudah langsung diamankan di sel tahanan Polres Gresik. Termasuk, menyerahkan berkas perkara dan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri Gresik (Kejari). “Berkas sudah lengkap dan masuk tahap II. Selanjutnya proses hukum akan berlanjut ke persidangan,” ujar Wahyu.

-

Dalam berkas tersebut, lanjut Wahyu, secara umum menjelaskan kronologi, petunjuk, bukti dan keterangan saksi. Termasuk hasil visum dari tim forensik Polda Jatim yang menjelaskan terdapat luka pada bagian kepala akibat benda tumpul. “Tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan. Sehingga kami menyimpulkan kematian korban akibat kecelakaan dari kelalaian tersangka,” jelasnya.

Meski demikian, Wahyu belum bisa menjelaskan kelalaian yang dimaksud. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, baik korban maupun tersangka baru selesai menggelar pesta miras. Saat mengendarai sepeda motor, keduanya tidak menggunakan perlengkapan berkendara sesuai aturan.

Kabar tersebut tentu cukup mengejutkan pihak keluarga korban. Terlebih pasca menerima surat B/52/SP2HPke-5/1/2022/Satlantas perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan.

Ayah korban Sujiadi mengaku keberatan dengan hasil perkembangan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. “Terlalu banyak kejanggalan yang ditutupi. Padahal sudah jelas terdapat luka akibat benturan benda tumpul,” keluh Sujiadi.

Apalagi, lanjutnya, jika melihat kondisi tersangka pasca kejadian yang segar bugar tanpa luka sedikit pun. Pria 54 tahun itu menegaskan akan mengajukan keberatan atas hasil perkembangan penyelidikan tersebut. “Akan kami koordinasikan dengan pihak kuasa hukum. Mohon doanya,” pungkasnya.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/