alexametrics
24 C
Gresik
Friday, 27 May 2022

Bawa Kabur Motor Gadai, Pemilik Motor Dikira Maling

Gresik – Muhammad Syaiful, RT002/RW002, Amburan Desa Kendangan Kecamatan  Cerme  nyaris dikira pencuri warga di Perumahan Grand Simphony, Minggu 26/7) malam. Pasalnya, ia membawa kabur motornya yang sudah digadaikan temannya, Arip ke Khumaida, warga Perumahan Grand Simphony Blok B3 No 9 Desa Kembangan. “Datang ke rumah, tidak bawa uang asal bawa kabur saja. Lha wong utangnya masih ada,” ungkap Khumaida.

Diakuinya, motor di rumahnya itu atas nama Muhammad Saiful, 42. Motor Saiful digadaikan Rp 3 juta oleh temannya ke Khumaida. “Saya tidak tahu kalau punya Saiful, ada orang gadaikan ya saya kasih dengan jaminan motor,” ungkapnya. Kedua orang tua sempat bersih tegang. Terlebih, Saiful dan istrinya Mulyasaroh bersikukuh tidak mau menebus karena tidak mendapatkan uang hasil pegadaian motor. Sampai akhirnya, warga dan ketua RW 10 Perumahan Grand Simphony Katik Alfarisi memberi jalan. Saiful bersedia mencicil gadai Rp 250 ribu tiap minggu hingga lunas.

“Dari total Rp 3 juta, bu Khumaida memberi potongan Rp 1 juta. Jadi Saiful membayar 2 Juta.  Dua orang ini merasa sama-sama ditipu oleh Arip, rekan Saiful,” jelasnya. Dengan kejadian tersebut, Saiful berjanji akan lebih berhati-hati meminjamkan motor ke orang lain, meski sudah kenal. Begitupula Khumaida yang kapok menerima gadai motor dari bukan pemilik asli. (jar/han)

Gresik – Muhammad Syaiful, RT002/RW002, Amburan Desa Kendangan Kecamatan  Cerme  nyaris dikira pencuri warga di Perumahan Grand Simphony, Minggu 26/7) malam. Pasalnya, ia membawa kabur motornya yang sudah digadaikan temannya, Arip ke Khumaida, warga Perumahan Grand Simphony Blok B3 No 9 Desa Kembangan. “Datang ke rumah, tidak bawa uang asal bawa kabur saja. Lha wong utangnya masih ada,” ungkap Khumaida.

Diakuinya, motor di rumahnya itu atas nama Muhammad Saiful, 42. Motor Saiful digadaikan Rp 3 juta oleh temannya ke Khumaida. “Saya tidak tahu kalau punya Saiful, ada orang gadaikan ya saya kasih dengan jaminan motor,” ungkapnya. Kedua orang tua sempat bersih tegang. Terlebih, Saiful dan istrinya Mulyasaroh bersikukuh tidak mau menebus karena tidak mendapatkan uang hasil pegadaian motor. Sampai akhirnya, warga dan ketua RW 10 Perumahan Grand Simphony Katik Alfarisi memberi jalan. Saiful bersedia mencicil gadai Rp 250 ribu tiap minggu hingga lunas.

“Dari total Rp 3 juta, bu Khumaida memberi potongan Rp 1 juta. Jadi Saiful membayar 2 Juta.  Dua orang ini merasa sama-sama ditipu oleh Arip, rekan Saiful,” jelasnya. Dengan kejadian tersebut, Saiful berjanji akan lebih berhati-hati meminjamkan motor ke orang lain, meski sudah kenal. Begitupula Khumaida yang kapok menerima gadai motor dari bukan pemilik asli. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/