alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Buntut Proyek Dakota, Satpol PP Panggil Pengembang

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik berencana memberikan surat panggilan pertama pada pengembang perumahan Dakota City, di Desa Pandu Kecamatan Cerme. Panggilan itu dikirimkan Satpol PP sebagai bentuk respon atas banyaknya tudingan masyarakat terkait proyek yang berdiri di atas lahan pertanian berkelanjutan.

 

Kepala Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hasan mengaku kaget ada pengembangan proyek perumahan di lahan yang peruntukannya untuk pertanian. Lebih-lebih pengembang dalam pembangunannya belum mengantongi izin. “Saat ada ramai-ramai langsung saya perintah teman-teman Satpol PP mencari kebenaran informasi ini,” kata Abu Hasan.

Melihat adanya aktivitas pengurukan lahan di lapangan, Abu Hasan langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Rencananya rapat koordinasi tim 7 atau tim pengawas bangunan akan dilakukan pada hari ini. “Dari rapat tersebut kami akan memanggil pengembang untuk meminta klarifikasi izin,” imbuhnya.

Sementara itu, Zaenuddin, 35, salah satu warga yang tinggal disekitar lokasi proyek perumahan mengaku lahan seluas 300 hektar sebagian kecil telah diuruk oleh pengembang.  “Dari 300 hektar kemungkinan diuruk masih 3 hektar,” kata dia.

Terpisah hingga berita ini ditulis, pihak Dakota City belum bisa dimintai tanggapan atau konfirmasi. Saat wartawan mendatangi area marketing galeri dihalangi petugas keamanan. “Tidak ada orang disini. Silahkan kembali,” kata salah satu petugas. (fir/han)

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Gresik berencana memberikan surat panggilan pertama pada pengembang perumahan Dakota City, di Desa Pandu Kecamatan Cerme. Panggilan itu dikirimkan Satpol PP sebagai bentuk respon atas banyaknya tudingan masyarakat terkait proyek yang berdiri di atas lahan pertanian berkelanjutan.

 

Kepala Satpol PP Pemkab Gresik, Abu Hasan mengaku kaget ada pengembangan proyek perumahan di lahan yang peruntukannya untuk pertanian. Lebih-lebih pengembang dalam pembangunannya belum mengantongi izin. “Saat ada ramai-ramai langsung saya perintah teman-teman Satpol PP mencari kebenaran informasi ini,” kata Abu Hasan.

-

Melihat adanya aktivitas pengurukan lahan di lapangan, Abu Hasan langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Rencananya rapat koordinasi tim 7 atau tim pengawas bangunan akan dilakukan pada hari ini. “Dari rapat tersebut kami akan memanggil pengembang untuk meminta klarifikasi izin,” imbuhnya.

Sementara itu, Zaenuddin, 35, salah satu warga yang tinggal disekitar lokasi proyek perumahan mengaku lahan seluas 300 hektar sebagian kecil telah diuruk oleh pengembang.  “Dari 300 hektar kemungkinan diuruk masih 3 hektar,” kata dia.

Terpisah hingga berita ini ditulis, pihak Dakota City belum bisa dimintai tanggapan atau konfirmasi. Saat wartawan mendatangi area marketing galeri dihalangi petugas keamanan. “Tidak ada orang disini. Silahkan kembali,” kata salah satu petugas. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/