alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Terdakwa Pembunuhan Janda Menganti Dituntut 12 Tahun

GRESIK – Pengadilan Negeri (PN) Gresik menggelar sidang dengan agenda tuntutan terhadap Abdullah Musyafak alias Pak Eko ,39, warga Desa Masangan Kulon RT 06 RW 02, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pelaku pembunuhan janda asal Desa Bringkang  dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 338 KUHP. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 12 tahun,” tegas Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari A.A.Ngurah Wirajaya, kemarin.

Berdasarkan alat bukti dan saksi dipersidangan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Erni Kristianah janda asal Desa Bringkang, Menganti.

“Hal yang memberatkan terdakwa telah menghilangkan nyawa korban, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya,” ujar Ngurah.

Sidang dengan Majelis hakim yang diketuai Fitrah Dewi Nasution ditunda dua minggu dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa.

“Kami berikan waktu kepada terdakwa maupun kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan,” jelas Fitria sambil mengetok palu.

Seperti diberitakan, terdakwa Abdullah Musyafak alias Pak Eko membantah semua berita acara pemeriksaan (BAP). Terdakwa yang tinggal di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, itu membantah telah membunuh korban Erni. Tidak hanya BAP, terdakwa juga membantah semua keterangan saksi dan petunjuk barang bukti.

Majelis hakim kemudian meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi tambahan.Diketahui, pada Juli 2021, ditemukan jenazah korban Erni Kristianah tergeletak dalam kamar yang sedang sendirian. Kebetulan, suami korban sudah meninggal dunia dan seorang putra sedang di rumah saudara. (yud/rof)

GRESIK – Pengadilan Negeri (PN) Gresik menggelar sidang dengan agenda tuntutan terhadap Abdullah Musyafak alias Pak Eko ,39, warga Desa Masangan Kulon RT 06 RW 02, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pelaku pembunuhan janda asal Desa Bringkang  dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 338 KUHP. Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 12 tahun,” tegas Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari A.A.Ngurah Wirajaya, kemarin.

Berdasarkan alat bukti dan saksi dipersidangan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban Erni Kristianah janda asal Desa Bringkang, Menganti.

-

“Hal yang memberatkan terdakwa telah menghilangkan nyawa korban, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya,” ujar Ngurah.

Sidang dengan Majelis hakim yang diketuai Fitrah Dewi Nasution ditunda dua minggu dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun kuasa hukum terdakwa.

“Kami berikan waktu kepada terdakwa maupun kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan,” jelas Fitria sambil mengetok palu.

Seperti diberitakan, terdakwa Abdullah Musyafak alias Pak Eko membantah semua berita acara pemeriksaan (BAP). Terdakwa yang tinggal di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, itu membantah telah membunuh korban Erni. Tidak hanya BAP, terdakwa juga membantah semua keterangan saksi dan petunjuk barang bukti.

Majelis hakim kemudian meminta kepada JPU untuk menghadirkan saksi tambahan.Diketahui, pada Juli 2021, ditemukan jenazah korban Erni Kristianah tergeletak dalam kamar yang sedang sendirian. Kebetulan, suami korban sudah meninggal dunia dan seorang putra sedang di rumah saudara. (yud/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/