alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Sempat Adu Mulut, Emak-Emak di Yosowilangun Terlibat Baku Hantam

GRESIK – Kusniawati, 34, warga Jalan Yosowilangun gang III merintih kesakitan saat datang ke Polsek Manyar. Ia mengaku baru saja menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan kakak iparnya sendiri berinisial MS, 42, bersama ananya IN, 14, yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Dihadapan polisi, Kusniawati menceritakan kronologis dirinya dikeroyok oleh MS dan anaknya. Semula dirinya hendak keluar rumah. Namun saat berada di gang yang sempit dirinya bersenggolan dengan putri MS, berinisial IN hingga terjadi adu mulut.

“Saya dituduh mendorong anaknya, padahal saya hanya jalan sambil menggendong anak saya yang masih usia 3 tahun,” ujar Kusniawati.

Cekcok mulut antara korban dan IN didengar oleh MS. Akhirnya korban dianiaya dengan cara dijambak, dipukul, hingga dibenturkan ke tembok. Kejadian ini membuat korban mengalami luka lebam disekujur tubuh.

“Saya sempat tidak sadar setelah dikeroyok oleh kakak ipar dan 3 orang anaknya. Baru bisa bangun setelah disiram air,” imbuh Kusniawati.

Keributan itu mereda saat warga lain akhirnya datang untuk memisahkan perkelahian antar keluarga yang rumahnya tinggal berdempetan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Ekwan Hudin mengaku pihaknya siap mengantarkan korban untuk membuat laporan ke unit PPA Polres Gresik lantaran seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan ini merupakan perempuan dan masih dalam ikatan keluarga.

“Kami siap mengfasilitasi membuat laporan ke Polres karena di Polsek tidak ada unit PPA,” kata Ipda Ekwan. (fir/rof)


GRESIK – Kusniawati, 34, warga Jalan Yosowilangun gang III merintih kesakitan saat datang ke Polsek Manyar. Ia mengaku baru saja menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan kakak iparnya sendiri berinisial MS, 42, bersama ananya IN, 14, yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Dihadapan polisi, Kusniawati menceritakan kronologis dirinya dikeroyok oleh MS dan anaknya. Semula dirinya hendak keluar rumah. Namun saat berada di gang yang sempit dirinya bersenggolan dengan putri MS, berinisial IN hingga terjadi adu mulut.

“Saya dituduh mendorong anaknya, padahal saya hanya jalan sambil menggendong anak saya yang masih usia 3 tahun,” ujar Kusniawati.

Cekcok mulut antara korban dan IN didengar oleh MS. Akhirnya korban dianiaya dengan cara dijambak, dipukul, hingga dibenturkan ke tembok. Kejadian ini membuat korban mengalami luka lebam disekujur tubuh.

-

“Saya sempat tidak sadar setelah dikeroyok oleh kakak ipar dan 3 orang anaknya. Baru bisa bangun setelah disiram air,” imbuh Kusniawati.

Keributan itu mereda saat warga lain akhirnya datang untuk memisahkan perkelahian antar keluarga yang rumahnya tinggal berdempetan.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Ekwan Hudin mengaku pihaknya siap mengantarkan korban untuk membuat laporan ke unit PPA Polres Gresik lantaran seluruh pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan ini merupakan perempuan dan masih dalam ikatan keluarga.

“Kami siap mengfasilitasi membuat laporan ke Polres karena di Polsek tidak ada unit PPA,” kata Ipda Ekwan. (fir/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru