alexametrics
32 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Maling Motor Kambuhan Dihukum Dua Tahun penjara

GRESIK – Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun kepada Rosyidi ,43. Warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu dihukum akibat mencuri motor bersama istrinya Sumiyah berkali – kali.  Padahal, sebelumnya Rosyidi  selesai menjalani hukuman lima tahun karena mencuri motor. “Akibat mencuri motor, pernah dihukum dua tahun, kemudian dihukum satu tahun dan kemarin baru keluar setelah menjalani hukuman penjara dua tahun,” ujar terdakwa Rosidi.

Dalam amar putusannya majelis hakim yang diketuai Bagus Trenggono menyebut, perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain. Terdakwa juga pernah dihukum dalam perkara yang sama. Meski demikian, selama persidangan terdakwa bersikap sopan dan telah mengakui semua perbuatannya. “Menjatuhkan hukuman dua tahun kurungan dikurangi masa tahanan,” kata Bagus Trenggono.

Terdakwa dianggap melanggar pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Faris Almer Romadhona selama 3 tahun kurungan.

Diketahui, pada September 2020 lalu, terdakwa membonceng istrinya menggunakan motor N-Max. Mereka masuk wilayah Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan.

Pasutri itu rancana mencari temannya untuk menagih hutang. Saat melewati pos kamling istri terdakwa minta berhenti. Karena melihat ada orang tertidur di dalam pos tersebut. Sementara motornya berada di depan. Kemudian terdakwa menyuruh istrinya mengambil kunci motor di dekat korban. Satu unit motor Tiger dibawa kabur, namun, berjarak sekitar 20 dari lokasi motor itu mogok. Motor itu kemudian ditinggalkan di sekitar lokasi. Terdakwa dan istrinya kabur melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban lapor polisi, kemudian terdakwa berhasil diringkus.(yud/han)

GRESIK – Majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun kepada Rosyidi ,43. Warga Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, itu dihukum akibat mencuri motor bersama istrinya Sumiyah berkali – kali.  Padahal, sebelumnya Rosyidi  selesai menjalani hukuman lima tahun karena mencuri motor. “Akibat mencuri motor, pernah dihukum dua tahun, kemudian dihukum satu tahun dan kemarin baru keluar setelah menjalani hukuman penjara dua tahun,” ujar terdakwa Rosidi.

Dalam amar putusannya majelis hakim yang diketuai Bagus Trenggono menyebut, perbuatan terdakwa telah merugikan orang lain. Terdakwa juga pernah dihukum dalam perkara yang sama. Meski demikian, selama persidangan terdakwa bersikap sopan dan telah mengakui semua perbuatannya. “Menjatuhkan hukuman dua tahun kurungan dikurangi masa tahanan,” kata Bagus Trenggono.

Terdakwa dianggap melanggar pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Vonis tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Faris Almer Romadhona selama 3 tahun kurungan.

-

Diketahui, pada September 2020 lalu, terdakwa membonceng istrinya menggunakan motor N-Max. Mereka masuk wilayah Desa Petisbenem, Kecamatan Duduksampeyan.

Pasutri itu rancana mencari temannya untuk menagih hutang. Saat melewati pos kamling istri terdakwa minta berhenti. Karena melihat ada orang tertidur di dalam pos tersebut. Sementara motornya berada di depan. Kemudian terdakwa menyuruh istrinya mengambil kunci motor di dekat korban. Satu unit motor Tiger dibawa kabur, namun, berjarak sekitar 20 dari lokasi motor itu mogok. Motor itu kemudian ditinggalkan di sekitar lokasi. Terdakwa dan istrinya kabur melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, korban lapor polisi, kemudian terdakwa berhasil diringkus.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/