25 C
Gresik
Monday, 30 January 2023

Cabuli Anak Tiri di Pinggir Sawah, Kirun Terancam Dihukum 15 Tahun

GRESIK-Terdakwa kasus pencabulan, M Padli terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Warga Kecamatan Duduksampeyan yang akrab disapa Kirun itu melakukan pencabulan dengan cara memaksa dan mengancam anak perempuan tirinya yang berusia 15 tahun di tepi jalan areal persawahan. Dalam sidang yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri Gresik, Jumat (25/11).

Hakim Sri Sulastuti mengatakan, korban dalam persidangan mengaku satu kali mengalami kekerasan seksual oleh ayah tirinya tersebut. Korban juga mengaku jika ayah tirinya pernah mengintip dirinya saat sedang mandi.

“Terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 85 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” kata Sri.

Pada amar dakwaan disebutkan, terdakwa menjemput korban setelah pulang dari tour studi sekitar pukul 02.00 WIB menggunakan sepeda motor melewati jalan sepi di areal persawahan. Korban yang curiga karena jalan tersebut bukan jalan ke arah rumahnya kemudian meronta dan bertanya kenapa melewati jalan sepi. Terdakwa pun berpura-pura motornya mogok dan berhenti.

Terdakwa membuka jok motor dan mengeluarkan pisau untuk mengancam korban dan meminta korban tak melawan. Terdakwa kemudian melakukan pelecehen seksual pada korban yang tak berdaya untuk melawan hingga korban menangis. Setelah puas melampiaskan nafsunya, terdakwa mengajak korban pulang.(yud/han)

GRESIK-Terdakwa kasus pencabulan, M Padli terancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Warga Kecamatan Duduksampeyan yang akrab disapa Kirun itu melakukan pencabulan dengan cara memaksa dan mengancam anak perempuan tirinya yang berusia 15 tahun di tepi jalan areal persawahan. Dalam sidang yang digelar tertutup di Pengadilan Negeri Gresik, Jumat (25/11).

Hakim Sri Sulastuti mengatakan, korban dalam persidangan mengaku satu kali mengalami kekerasan seksual oleh ayah tirinya tersebut. Korban juga mengaku jika ayah tirinya pernah mengintip dirinya saat sedang mandi.

“Terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam pasal 85 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,” kata Sri.

-

Pada amar dakwaan disebutkan, terdakwa menjemput korban setelah pulang dari tour studi sekitar pukul 02.00 WIB menggunakan sepeda motor melewati jalan sepi di areal persawahan. Korban yang curiga karena jalan tersebut bukan jalan ke arah rumahnya kemudian meronta dan bertanya kenapa melewati jalan sepi. Terdakwa pun berpura-pura motornya mogok dan berhenti.

Terdakwa membuka jok motor dan mengeluarkan pisau untuk mengancam korban dan meminta korban tak melawan. Terdakwa kemudian melakukan pelecehen seksual pada korban yang tak berdaya untuk melawan hingga korban menangis. Setelah puas melampiaskan nafsunya, terdakwa mengajak korban pulang.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru