alexametrics
26 C
Gresik
Sunday, 3 July 2022

Anaknya Disetubuhi Security, Seorang Ayah Minta Keadilan

GRESIK – Seorang gadis dibawah umur di Gresik Selatan diduga menjadi korban pencabulan. Kejadian yang menimpa FE, 14 tahun itu terjadi pada 4 Januari 2022. Saat itu, ada laporan dari pihak keluarga korban yang dilayangkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gresik.

Ayah korban Ferdinand Koster menuturkan, meski sudah empat bulan dilaporkan belum mengetahui apakah terduga pelaku Cornelis Korisen,54, warga Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti sudah diproses hukum atau belum. “Sampai saat ini proses hukumnya bagaimana yang menimpa anak saya,” ujarnya, Selasa (24/5).

Baca Juga : Gagal Nyolong, Dua Maling Babak Belur Dihajar Massa

Dari pengakuan Ferdinand Koster, anaknya telah dicabuli tujuh kali oleh terduga pelaku. Untuk itu, dirinya meminta hukum ditegakkan. Apalagi, terduga pelaku sudah diamankan. “Kalau bisa ada keterbukaan dalam proses penyidikan kasus. Sebab, selama dirinya belum menerima kabar progres penanganan kasus ini,” katanya.

Secara terpisah Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menyatakan terkait dengan kasus ini pihaknya sudah melakukan penyidikan serta memproses hukum terduga pelaku. “Berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik. Penangannya sudah sesuai SOP,” ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pengarusutamaan Hak Anak, Dinas KBPPPA Gresik, Soerati Mardhiyaningsih menyatakan, kasus itu sudah menjadi atensinya. “Kami sudah melakukan pendampingan konseling yang dialami korban. Kalau korban butuh pendampingan lagi kami siap,” ungkapnya.

Kasus pencabulan anak dibawah umur ini bermula saat ayah korban bertamu ke rumah rekannya di Gresik selatan. Mendapat laporan anaknya, dicabuli Cornelis Korisen ,54, seorang security. Dari pengakuan korban, dirinya disetubuhi Cornelis Korisen sejak Agustus hingga September 2021 sebanyak tujuh kali. Atas kejadian ini, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.(yud/han)

GRESIK – Seorang gadis dibawah umur di Gresik Selatan diduga menjadi korban pencabulan. Kejadian yang menimpa FE, 14 tahun itu terjadi pada 4 Januari 2022. Saat itu, ada laporan dari pihak keluarga korban yang dilayangkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gresik.

Ayah korban Ferdinand Koster menuturkan, meski sudah empat bulan dilaporkan belum mengetahui apakah terduga pelaku Cornelis Korisen,54, warga Desa Gading Watu, Kecamatan Menganti sudah diproses hukum atau belum. “Sampai saat ini proses hukumnya bagaimana yang menimpa anak saya,” ujarnya, Selasa (24/5).

Baca Juga : Gagal Nyolong, Dua Maling Babak Belur Dihajar Massa

-

Dari pengakuan Ferdinand Koster, anaknya telah dicabuli tujuh kali oleh terduga pelaku. Untuk itu, dirinya meminta hukum ditegakkan. Apalagi, terduga pelaku sudah diamankan. “Kalau bisa ada keterbukaan dalam proses penyidikan kasus. Sebab, selama dirinya belum menerima kabar progres penanganan kasus ini,” katanya.

Secara terpisah Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro menyatakan terkait dengan kasus ini pihaknya sudah melakukan penyidikan serta memproses hukum terduga pelaku. “Berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik. Penangannya sudah sesuai SOP,” ujarnya.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pengarusutamaan Hak Anak, Dinas KBPPPA Gresik, Soerati Mardhiyaningsih menyatakan, kasus itu sudah menjadi atensinya. “Kami sudah melakukan pendampingan konseling yang dialami korban. Kalau korban butuh pendampingan lagi kami siap,” ungkapnya.

Kasus pencabulan anak dibawah umur ini bermula saat ayah korban bertamu ke rumah rekannya di Gresik selatan. Mendapat laporan anaknya, dicabuli Cornelis Korisen ,54, seorang security. Dari pengakuan korban, dirinya disetubuhi Cornelis Korisen sejak Agustus hingga September 2021 sebanyak tujuh kali. Atas kejadian ini, keluarga korban melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.(yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/